About Me

My photo
have facebook , have twitter
Showing posts with label Dibenci. Show all posts
Showing posts with label Dibenci. Show all posts

Tuesday, January 28, 2014

5 Saran Yang Dibenci Para Jomblo


Jomblo, tak jelas dari mana istilah ini berasal. Saat dicari di kamus Bahasa Indonesia-pun kami tak dapat menemukannya. Namun jelas artinya kalau kita berbicara soal jomblo. Di mana istilah tersebut mengacu pada seseorang yang sedang sendiri, sedang tak punya kekasih.
Jomblo ada beberapa macam, jomblo yang tetap bersemangat dan cuek apa kata orang, serta jomblo yang gemar bergalau ria.
Umumnya jomblo tipe pertama lebih tabah dalam menanggapi olok-olok orang lain. Mereka juga lebih berpikir positif akan status yang disandangnya saat ini. “Toh jomblo itu hanya sekedar proses. Proses di mana kita bertemu dan memilih mana yang terbaik untuk diri kita,” – Tatia 29 tahun.
Jomblo tipe kedua, lebih sering bergalau ria dan cenderung pesimis dalam menghadapi dirinya. Tak heran apabila mereka cukup sensitif, bersedih dan berpikiran negatif setiap ada yang menyinggung tentang status kesendiriannya.
Apakah Anda memiliki sahabat yang hingga kini masih sendiri saja? Tentunya sebagai teman memberikan semangat dan saran sangatlah membantu. Tetapi, tak semua saran itu baik untuk para single lho. Terutama beberapa saran berikut ini yang dikutip dari vemale.com:

“Mungkin memang kamu kurang berusaha…”
Saran yang satu ini secara langsung bermaksud menjudge bahwa memang ada yang salah di dalam dirinya. Bukan berpikir untuk introspeksi diri, malah saran demikian akan membuatnya semakin down dan menutup diri. Bahayanya. apabila kepercayaan dirinya hilang, ia tak akan tertarik lagi menjalin hubungan dengan siapapun.

“Makanya, dandan dong…”
Apabila memang ia termasuk sosok yang nyaman dengan penampilannya saat ini, tentunya ia akan merasa tersinggung. Dan sikap yang ditunjukkan pada Anda bisa beragam, mulai dari marah, diam saja, atau hilang kepercayaan diri.
Memang sih, tidak memungkiri penampilan sangat membantu dalam mencari teman dekat. Apalagi, hal pertama yang menarik dan bisa dilihat dari seseorang kan penampilannya. Jika Anda yakin teman Anda butuh bantuan soal penampilan, tak perlu banyak bicara, langsung saja giring dia ke salon untuk memperbaiki penampilan.

“Kamu terlalu pemilih deh kayaknya…”
Tak ada yang salah dengan memilih-milih pasangan. Toh memang diri sendiri yang akan merasakan soal nyaman tidak nyaman. Jadi wajar apabila seseorang butuh waktu yang lama untuk memilih.

“Kamu butuh gaul deh…”
Tak semua mereka yang jomblo itu berarti anak yang tidak tahu pergaulan lho. Bahkan sebagian besar wanita yang masih single adalah mereka yang beken, populer dan gaul.

“Kamu perlu berubah deh”
Berubah jadi apa? Jadi Wonder Woman atau jadi Cat Woman? No.. no… no… saran ini mungkin baik apabila memang ia melakukan sebuah kesalahan besar yang tak bisa ditolerir. Namun, bila kenyataannya ia tak punya kesalahan besar, apanya yang perlu diubah?
Mungkin saja memang saat ini ia belum cocok dan nyaman dengan seseorang, tetapi bukan berarti tak ada yang bisa menerimanya.
Sayang pada sahabat boleh saja, apalagi jika saat ini Anda sudah tak sendiri dan ia masih terus bertahan dalam status jomblonya. Tetapi, bukan saran-saran negatif yang harus Anda berikan kepadanya.
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Karin Anderson, Ph. D, seorang asisten profesor psikologi di Concordia University Chicago, saran terbaik untuk wanita single adalah “kamu baik-baik saja. Tidak ada yang salah dengan dirimu, nikmati saja hidup ini.” Maka, Anda akan melihat semuanya berjalan baik-baik saja dan normal, sampai ia mengakhiri status singlenya.


View the original article here

Saturday, November 23, 2013

5 Kalimat Menyebalkan Yang Dibenci Jomblo


Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk sendiri tanpa pacar alias jomblo. Ada yang memilih yang terbaik, ada yang masih belum bisa move on dari mantan, ada yang sibuk kerja sampai lupa tentang pasangan hidup. Intinya.. jadi jomblo itu pilihan (dan belum ada yang nembak).

Namun pilihan menjadi jomblo ini seolah jadi bahan bagi orang lain untuk mengusik ketenangan hidup Anda. Yang merasa jomblo, apalagi dalam waktu yang cukup lama, pasti pernah ditanya seperti di bawah ini. Ada yang kesal, ada yang sudah kebal. Yang pasti, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling dibenci para jomblowati. Berikut ini dikutip dari vemale.com

“Kenapa sih kamu jomblo terus?”
Kalau dijabarkan, ada banyak alasannya, seperti yang sudah kami tulis di atas. Bisa saja memang masih ingin sendiri, masih trauma karena hubungan sebelumnya, masih belum bisa move on, belum ada pria yang cocok, ingin fokus kerja atau lulus kuliah dulu dan sebagainya.

Kalau ditanya sekali mungkin masih oke, tapi kalau ditanya berkali-kali.. duh, seandainya ucapan bisa di-copy paste, pasti tidak akan capek menjawab pertanyaan klise tapi menyebalkan ini.

“Cepet pacaran trus nikah, kalau jomblo terus siapa yang ngurus kamu kalau sakit/sudah tua?”
Walau sekarang belum punya pasangan, bukan berarti ingin hidup sendirian selamanya. Tidak ada orang yang ingin sendirian di masa tuanya. Pertanyaan ini sepertinya sangat care, tapi juga sangat menusuk hati. Entah bagaimana menjawabnya. Biasanya wanita yang hatinya lemah akan memikirkan pertanyaan ini sambil menangis.

“Kamu… suka sama cowok kan?
Lama tidak pacaran bukan berarti membenci pria atau punya orientasi cinta dengan sesama wanita. Pertanyaan ini memang menyebalkan. Biasanya dijawab dengan ketus. Ya wajar sih..

“Mungkin kamu terlalu memilih..”
Boleh dong memilih yang terbaik. Beli sepatu saja memilihnya ribet sampai berhari-hari, apalagi memilih pacar yang berpotensi jadi pasangan hidup. Namun sepertinya pertanyaan ini bisa jadi pertimbangan, karena semakin panjang daftar “Pacar saya harus begini begitu” semakin kecil juga kesempatan memiliki pacar ‘sempurna’ itu.

“Kamu kapan pacaran? Teman-teman kamu udah banyak yang nikah..”
Bisa juga pertanyaan ini terasa lebih menusuk, “Kapan kamu nikah?”. Kami mengerti bahwa wanita masa kini tidak menganggap menikah atau memiliki pasangan sebagai prioritas hidup. Tapi sebagian besar wanita masih menginginkan pernikahan sebagai salah satu pencapaian dalam hidupnya.

Walau begitu, pernikahan bukanlah lomba maraton yang harus ada urutannya. Jika sahabat atau saudara ada yang sudah menikah, berarti memang sudah waktunya mereka menikah dan mengambil keputusan itu. Bukan berarti juga Anda harus stres memikirkan pacar hanya karena ‘kebelet’ menikah dan takut dibilang perawan tua. Tua itu pasti, kapan Anda menikah, itu adalah pilihan.


View the original article here

Thursday, November 21, 2013

5 Saran Yang Dibenci Para Jomblo


Jomblo, tak jelas dari mana istilah ini berasal. Saat dicari di kamus Bahasa Indonesia-pun kami tak dapat menemukannya. Namun jelas artinya kalau kita berbicara soal jomblo. Di mana istilah tersebut mengacu pada seseorang yang sedang sendiri, sedang tak punya kekasih.

Jomblo ada beberapa macam, jomblo yang tetap bersemangat dan cuek apa kata orang, serta jomblo yang gemar bergalau ria.

Umumnya jomblo tipe pertama lebih tabah dalam menanggapi olok-olok orang lain. Mereka juga lebih berpikir positif akan status yang disandangnya saat ini. “Toh jomblo itu hanya sekedar proses. Proses di mana kita bertemu dan memilih mana yang terbaik untuk diri kita,” – Tatia 29 tahun.

Jomblo tipe kedua, lebih sering bergalau ria dan cenderung pesimis dalam menghadapi dirinya. Tak heran apabila mereka cukup sensitif, bersedih dan berpikiran negatif setiap ada yang menyinggung tentang status kesendiriannya.

Apakah Anda memiliki sahabat yang hingga kini masih sendiri saja? Tentunya sebagai teman memberikan semangat dan saran sangatlah membantu. Tetapi, tak semua saran itu baik untuk para single lho. Terutama beberapa saran berikut ini yang dikutip dari vemale.com:

“Mungkin memang kamu kurang berusaha…”
Saran yang satu ini secara langsung bermaksud menjudge bahwa memang ada yang salah di dalam dirinya. Bukan berpikir untuk introspeksi diri, malah saran demikian akan membuatnya semakin down dan menutup diri. Bahayanya. apabila kepercayaan dirinya hilang, ia tak akan tertarik lagi menjalin hubungan dengan siapapun.

“Makanya, dandan dong…”
Apabila memang ia termasuk sosok yang nyaman dengan penampilannya saat ini, tentunya ia akan merasa tersinggung. Dan sikap yang ditunjukkan pada Anda bisa beragam, mulai dari marah, diam saja, atau hilang kepercayaan diri.

Memang sih, tidak memungkiri penampilan sangat membantu dalam mencari teman dekat. Apalagi, hal pertama yang menarik dan bisa dilihat dari seseorang kan penampilannya. Jika Anda yakin teman Anda butuh bantuan soal penampilan, tak perlu banyak bicara, langsung saja giring dia ke salon untuk memperbaiki penampilan.

“Kamu terlalu pemilih deh kayaknya…”
Tak ada yang salah dengan memilih-milih pasangan. Toh memang diri sendiri yang akan merasakan soal nyaman tidak nyaman. Jadi wajar apabila seseorang butuh waktu yang lama untuk memilih.

“Kamu butuh gaul deh…”
Tak semua mereka yang jomblo itu berarti anak yang tidak tahu pergaulan lho. Bahkan sebagian besar wanita yang masih single adalah mereka yang beken, populer dan gaul.

“Kamu perlu berubah deh”
Berubah jadi apa? Jadi Wonder Woman atau jadi Cat Woman? No.. no… no… saran ini mungkin baik apabila memang ia melakukan sebuah kesalahan besar yang tak bisa ditolerir. Namun, bila kenyataannya ia tak punya kesalahan besar, apanya yang perlu diubah?

Mungkin saja memang saat ini ia belum cocok dan nyaman dengan seseorang, tetapi bukan berarti tak ada yang bisa menerimanya.

Sayang pada sahabat boleh saja, apalagi jika saat ini Anda sudah tak sendiri dan ia masih terus bertahan dalam status jomblonya. Tetapi, bukan saran-saran negatif yang harus Anda berikan kepadanya.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Karin Anderson, Ph. D, seorang asisten profesor psikologi di Concordia University Chicago, saran terbaik untuk wanita single adalah “kamu baik-baik saja. Tidak ada yang salah dengan dirimu, nikmati saja hidup ini.” Maka, Anda akan melihat semuanya berjalan baik-baik saja dan normal, sampai ia mengakhiri status singlenya.

View the original article here


View the original article here

Wednesday, November 20, 2013

5 Saran Yang Dibenci Para Jomblo


Jomblo, tak jelas dari mana istilah ini berasal. Saat dicari di kamus Bahasa Indonesia-pun kami tak dapat menemukannya. Namun jelas artinya kalau kita berbicara soal jomblo. Di mana istilah tersebut mengacu pada seseorang yang sedang sendiri, sedang tak punya kekasih.

Jomblo ada beberapa macam, jomblo yang tetap bersemangat dan cuek apa kata orang, serta jomblo yang gemar bergalau ria.

Umumnya jomblo tipe pertama lebih tabah dalam menanggapi olok-olok orang lain. Mereka juga lebih berpikir positif akan status yang disandangnya saat ini. “Toh jomblo itu hanya sekedar proses. Proses di mana kita bertemu dan memilih mana yang terbaik untuk diri kita,” – Tatia 29 tahun.

Jomblo tipe kedua, lebih sering bergalau ria dan cenderung pesimis dalam menghadapi dirinya. Tak heran apabila mereka cukup sensitif, bersedih dan berpikiran negatif setiap ada yang menyinggung tentang status kesendiriannya.

Apakah Anda memiliki sahabat yang hingga kini masih sendiri saja? Tentunya sebagai teman memberikan semangat dan saran sangatlah membantu. Tetapi, tak semua saran itu baik untuk para single lho. Terutama beberapa saran berikut ini yang dikutip dari vemale.com:

“Mungkin memang kamu kurang berusaha…”
Saran yang satu ini secara langsung bermaksud menjudge bahwa memang ada yang salah di dalam dirinya. Bukan berpikir untuk introspeksi diri, malah saran demikian akan membuatnya semakin down dan menutup diri. Bahayanya. apabila kepercayaan dirinya hilang, ia tak akan tertarik lagi menjalin hubungan dengan siapapun.

“Makanya, dandan dong…”
Apabila memang ia termasuk sosok yang nyaman dengan penampilannya saat ini, tentunya ia akan merasa tersinggung. Dan sikap yang ditunjukkan pada Anda bisa beragam, mulai dari marah, diam saja, atau hilang kepercayaan diri.

Memang sih, tidak memungkiri penampilan sangat membantu dalam mencari teman dekat. Apalagi, hal pertama yang menarik dan bisa dilihat dari seseorang kan penampilannya. Jika Anda yakin teman Anda butuh bantuan soal penampilan, tak perlu banyak bicara, langsung saja giring dia ke salon untuk memperbaiki penampilan.

“Kamu terlalu pemilih deh kayaknya…”
Tak ada yang salah dengan memilih-milih pasangan. Toh memang diri sendiri yang akan merasakan soal nyaman tidak nyaman. Jadi wajar apabila seseorang butuh waktu yang lama untuk memilih.

“Kamu butuh gaul deh…”
Tak semua mereka yang jomblo itu berarti anak yang tidak tahu pergaulan lho. Bahkan sebagian besar wanita yang masih single adalah mereka yang beken, populer dan gaul.

“Kamu perlu berubah deh”
Berubah jadi apa? Jadi Wonder Woman atau jadi Cat Woman? No.. no… no… saran ini mungkin baik apabila memang ia melakukan sebuah kesalahan besar yang tak bisa ditolerir. Namun, bila kenyataannya ia tak punya kesalahan besar, apanya yang perlu diubah?

Mungkin saja memang saat ini ia belum cocok dan nyaman dengan seseorang, tetapi bukan berarti tak ada yang bisa menerimanya.

Sayang pada sahabat boleh saja, apalagi jika saat ini Anda sudah tak sendiri dan ia masih terus bertahan dalam status jomblonya. Tetapi, bukan saran-saran negatif yang harus Anda berikan kepadanya.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Karin Anderson, Ph. D, seorang asisten profesor psikologi di Concordia University Chicago, saran terbaik untuk wanita single adalah “kamu baik-baik saja. Tidak ada yang salah dengan dirimu, nikmati saja hidup ini.” Maka, Anda akan melihat semuanya berjalan baik-baik saja dan normal, sampai ia mengakhiri status singlenya.


View the original article here

Monday, November 18, 2013

6 Tipe Karyawan yang Dibenci Atasan

C:\Program
Performa kerja seseorang bisa dilihat dari berbagai aspek, salah satunya bagaimana kita bersikap dan berperilaku di lingkungan kerja. Jangan berharap Anda bisa lama bekerja di suatu perusahaan jika tidak mempunyai inisiatif, motivasi atau berlaku kurang sopan.
Atasan adalah seseorang yang punya kredibilitas menilah apakah seorang karyawan memiliki performa yang baik atau buruk dalam pekerjaannya. Seperti apa tipe karyawan yang dinilai buruk oleh atasannya?
Berikut daftarnya, seperti dikutip dari Helium:
1. Penusuk Dari Belakang
Tipe karyawan ini suka menusuk rekannya dari belakang, baik itu karyawan baru atau lama yang berusaha meraih kesuksesan. Karena tidak ingin karyawan lain lebih berhasil darinya, dia kerap menjelekkan orang di depan atasan, menggosipkan rekan kerja lain setiap lima menit dan biasanya punya kesulitan bekerjasama dalam tim. Tipe ini juga sulit menerima orang baru dalam perusahaan, terutama jika orang tersebut lebih pintar, lebih berpengalaman dan penampilannya lebih menarik.
2. Kurang Motivasi
Tipe ini adalah karyawan yang kegiatannya hanya berkeliling ruangan kantor, mengajak setiap orang mengobrol dan tidak pernah benar-benar selesai mengerjakan tugasnya. Banyak kegiatan kurang penting yang dia lakukan, seperti bolak balik ke toilet lebih dari 10 kali sehari, menelepon orang yang tidak berhubungan dengan pekerjaan dan cenderung bergantung pada orang lain untuk membereskan pekerjaannya. Karyawan seperti ini biasanya lebih banyak bicara daripada bertindak.
3. Terlalu Banyak Alasan atau Suka Berbohong
Karyawan ini tidak pernah mau disalahkan atau bertanggungjawab terhadap masalah yang ditimbulkannya. Dia cenderung melempar kesalahan pada orang lain dengan berjuta alasan. Tipe ini juga suka mencari alasan yang bertele-tele jika telat masuk kantor dan suka mangkir dari tugas tambahan yang diberikan padanya.
4. Sulit Beradaptasi
Setiap perusahaan harus melakukan sejumlah perubahan agar maju dan berkembang. Namun ada tipe karyawan sulit beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Tidak peduli berapa banyak pelatihan dan pendidikan yang diberikan padanya, dia tidak pernah siap dengan segala perkembangan dan inovasi baru. Tipe ini lebih memilih bekerja dengan caranya sendiri dan tidak bisa beradaptasi dengan metode baru yang mungkin lebih aman, mudah, cepat dan efisien. Hal ini membuatnya tertinggal dari rekan-rekan kerja lainnya.
5. Bermasalah dengan Komunikasi
Tipe ini tidak bisa berkomunikasi secara efektif. Dia suka berkata dan bertingkah kurang sopan di lingkungan kerja, dan cenderung berlaku kasar terhadap karyawan lain atau klien. Perilaku yang agresif dan defensif ini umumnya disebabkan karena mereka tidak bisa mengutarakan apa yang ada di pikirannya. Saat menghadapi masalah dalam pekerjaan, tipe ini cenderung diam dan enggan menanyakan solusinya kepada atasan atau rekan lain. Sehingga menjadikannya mudah frustasi dan stres.
6. Suka Mengeluh
Selalu mengeluh setiap mengerjakan tugas yang diberikan, tidak bersemangat saat kerja dan kerap memprotes kebijakan perusahaan atau kesal saat harus kerja lembur.

View the original article here


View the original article here

Sunday, November 17, 2013

6 Tipe Karyawan yang Dibenci Atasan

C:\Program
Performa kerja seseorang bisa dilihat dari berbagai aspek, salah satunya bagaimana kita bersikap dan berperilaku di lingkungan kerja. Jangan berharap Anda bisa lama bekerja di suatu perusahaan jika tidak mempunyai inisiatif, motivasi atau berlaku kurang sopan.
Atasan adalah seseorang yang punya kredibilitas menilah apakah seorang karyawan memiliki performa yang baik atau buruk dalam pekerjaannya. Seperti apa tipe karyawan yang dinilai buruk oleh atasannya?
Berikut daftarnya, seperti dikutip dari Helium:
1. Penusuk Dari Belakang
Tipe karyawan ini suka menusuk rekannya dari belakang, baik itu karyawan baru atau lama yang berusaha meraih kesuksesan. Karena tidak ingin karyawan lain lebih berhasil darinya, dia kerap menjelekkan orang di depan atasan, menggosipkan rekan kerja lain setiap lima menit dan biasanya punya kesulitan bekerjasama dalam tim. Tipe ini juga sulit menerima orang baru dalam perusahaan, terutama jika orang tersebut lebih pintar, lebih berpengalaman dan penampilannya lebih menarik.
2. Kurang Motivasi
Tipe ini adalah karyawan yang kegiatannya hanya berkeliling ruangan kantor, mengajak setiap orang mengobrol dan tidak pernah benar-benar selesai mengerjakan tugasnya. Banyak kegiatan kurang penting yang dia lakukan, seperti bolak balik ke toilet lebih dari 10 kali sehari, menelepon orang yang tidak berhubungan dengan pekerjaan dan cenderung bergantung pada orang lain untuk membereskan pekerjaannya. Karyawan seperti ini biasanya lebih banyak bicara daripada bertindak.
3. Terlalu Banyak Alasan atau Suka Berbohong
Karyawan ini tidak pernah mau disalahkan atau bertanggungjawab terhadap masalah yang ditimbulkannya. Dia cenderung melempar kesalahan pada orang lain dengan berjuta alasan. Tipe ini juga suka mencari alasan yang bertele-tele jika telat masuk kantor dan suka mangkir dari tugas tambahan yang diberikan padanya.
4. Sulit Beradaptasi
Setiap perusahaan harus melakukan sejumlah perubahan agar maju dan berkembang. Namun ada tipe karyawan sulit beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Tidak peduli berapa banyak pelatihan dan pendidikan yang diberikan padanya, dia tidak pernah siap dengan segala perkembangan dan inovasi baru. Tipe ini lebih memilih bekerja dengan caranya sendiri dan tidak bisa beradaptasi dengan metode baru yang mungkin lebih aman, mudah, cepat dan efisien. Hal ini membuatnya tertinggal dari rekan-rekan kerja lainnya.
5. Bermasalah dengan Komunikasi
Tipe ini tidak bisa berkomunikasi secara efektif. Dia suka berkata dan bertingkah kurang sopan di lingkungan kerja, dan cenderung berlaku kasar terhadap karyawan lain atau klien. Perilaku yang agresif dan defensif ini umumnya disebabkan karena mereka tidak bisa mengutarakan apa yang ada di pikirannya. Saat menghadapi masalah dalam pekerjaan, tipe ini cenderung diam dan enggan menanyakan solusinya kepada atasan atau rekan lain. Sehingga menjadikannya mudah frustasi dan stres.
6. Suka Mengeluh
Selalu mengeluh setiap mengerjakan tugas yang diberikan, tidak bersemangat saat kerja dan kerap memprotes kebijakan perusahaan atau kesal saat harus kerja lembur.


View the original article here

6 Tipe Karyawan yang Dibenci Atasan

C:\Program
Performa kerja seseorang bisa dilihat dari berbagai aspek, salah satunya bagaimana kita bersikap dan berperilaku di lingkungan kerja. Jangan berharap Anda bisa lama bekerja di suatu perusahaan jika tidak mempunyai inisiatif, motivasi atau berlaku kurang sopan.
Atasan adalah seseorang yang punya kredibilitas menilah apakah seorang karyawan memiliki performa yang baik atau buruk dalam pekerjaannya. Seperti apa tipe karyawan yang dinilai buruk oleh atasannya?
Berikut daftarnya, seperti dikutip dari Helium:
1. Penusuk Dari Belakang
Tipe karyawan ini suka menusuk rekannya dari belakang, baik itu karyawan baru atau lama yang berusaha meraih kesuksesan. Karena tidak ingin karyawan lain lebih berhasil darinya, dia kerap menjelekkan orang di depan atasan, menggosipkan rekan kerja lain setiap lima menit dan biasanya punya kesulitan bekerjasama dalam tim. Tipe ini juga sulit menerima orang baru dalam perusahaan, terutama jika orang tersebut lebih pintar, lebih berpengalaman dan penampilannya lebih menarik.
2. Kurang Motivasi
Tipe ini adalah karyawan yang kegiatannya hanya berkeliling ruangan kantor, mengajak setiap orang mengobrol dan tidak pernah benar-benar selesai mengerjakan tugasnya. Banyak kegiatan kurang penting yang dia lakukan, seperti bolak balik ke toilet lebih dari 10 kali sehari, menelepon orang yang tidak berhubungan dengan pekerjaan dan cenderung bergantung pada orang lain untuk membereskan pekerjaannya. Karyawan seperti ini biasanya lebih banyak bicara daripada bertindak.
3. Terlalu Banyak Alasan atau Suka Berbohong
Karyawan ini tidak pernah mau disalahkan atau bertanggungjawab terhadap masalah yang ditimbulkannya. Dia cenderung melempar kesalahan pada orang lain dengan berjuta alasan. Tipe ini juga suka mencari alasan yang bertele-tele jika telat masuk kantor dan suka mangkir dari tugas tambahan yang diberikan padanya.
4. Sulit Beradaptasi
Setiap perusahaan harus melakukan sejumlah perubahan agar maju dan berkembang. Namun ada tipe karyawan sulit beradaptasi dengan sesuatu yang baru. Tidak peduli berapa banyak pelatihan dan pendidikan yang diberikan padanya, dia tidak pernah siap dengan segala perkembangan dan inovasi baru. Tipe ini lebih memilih bekerja dengan caranya sendiri dan tidak bisa beradaptasi dengan metode baru yang mungkin lebih aman, mudah, cepat dan efisien. Hal ini membuatnya tertinggal dari rekan-rekan kerja lainnya.
5. Bermasalah dengan Komunikasi
Tipe ini tidak bisa berkomunikasi secara efektif. Dia suka berkata dan bertingkah kurang sopan di lingkungan kerja, dan cenderung berlaku kasar terhadap karyawan lain atau klien. Perilaku yang agresif dan defensif ini umumnya disebabkan karena mereka tidak bisa mengutarakan apa yang ada di pikirannya. Saat menghadapi masalah dalam pekerjaan, tipe ini cenderung diam dan enggan menanyakan solusinya kepada atasan atau rekan lain. Sehingga menjadikannya mudah frustasi dan stres.
6. Suka Mengeluh
Selalu mengeluh setiap mengerjakan tugas yang diberikan, tidak bersemangat saat kerja dan kerap memprotes kebijakan perusahaan atau kesal saat harus kerja lembur.


View the original article here