About Me

My photo
have facebook , have twitter
Showing posts with label Kematian. Show all posts
Showing posts with label Kematian. Show all posts

Thursday, November 21, 2013

Masuk Angin Bisa Menyebabkan Kematian?


Pernah mendengar berita orang meninggal karena masuk angin, atau tepatnya angin duduk? Seorang tukang yang bekerja di bengkel las dekat rumah tiba-tiba meninggal. Kabarnya, almarhum tiba-tiba merasa tak enak badan. Dikerok malah berkeringat dingin. Berhubung kondisinya makin parah, pemilik bengkel mengantarnya pulang dengan taksi. Apa daya, ia tak kuat dan meninggal di perjalanan.

Semua orang yang menyaksikan peristiwa itu langsung menyimpulkan, penyebab kematian karena angin duduk. Karenanya saya teringat petuah nenek saat kecil, jangan biarkan perut kosong kalau pergi jauh. Bahaya kalau kena angin duduk.

Apakah benar angin duduk menyebabkan kematian? Angin duduk dan masuk angin tidak pernah dikenal dalam dunia medis. Bila kamu mendengar seseorang menderita angin duduk lalu berakhir dengan kematian, perhatikan riwayat kesehatannya. Kebanyakan penderita kematian, seperti tukang las di atas, ternyata menderita serangan jantung.

Serangan jantung terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah koroner secara akut. Sumbatan ini terjadi akibat robeknya plak atherosclerosis pada dinding pembuluh darah koroner sehingga terjadi bekuan darah (thrombus) yang mengakibatkan pembuluh darah koroner tersumbat sehingga suplai oksigen dan darah ke otot jantung berkurang drastis.

Sumbatan arteri koroner pada serangan jantung biasanya total atau hampir total. Otot jantung yang kekurangan oksigen akibat sumbatan pada arteri koroner dirasakan oleh pasien sebagai nyeri dada hebat, kadang menjalar sampai ke tangan kiri, disertai sesak nafas, keluar keringat dingin dan mual-muntah. Nyeri ini disebut sebagai Angina Pectoris.

Namun keluhan Angina Pectoris tidak selalu dirasakan di dada, tapi bisa juga dirasakan di bahu, di punggung, di leher seperti rasa tercekik, di rahang, di ulu hati sehingga sering disalahartikan sebagai sakit maag atau perasaan tidak enak di dada yang sering disalahartikan sebagai “masuk angin” biasa atau “angin duduk”.

Bahkan penting untuk diketahui bahwa sekitar 30% pasien penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK) tidak mempunyai gejala nyeri dada yang khas. Pasien tidak mempunyai keluhan sama sekali dan kelihatan sehat-sehat saja sebelumnya sampai suatu saat tiba-tiba mengalami nyeri dada hebat sampai bisa menyebabkan kematian mendadak.

Namun bukan berarti setiap ‘angin duduk’ adalah serangan jantung. Bila seorang pasien baru berumur belasan tahun atau dua puluh tahunan datang dengan keluhan “masuk angin” atau “angin duduk”, pastilah dokter tidak akan mencurigainya sebagai suatu serangan jantung bukan?

Seperti dikutip dari apakabardunia.com, untuk mencegah terjadinya serangan jantung, pertama-tama periksakan dirimu ke dokter jantung secara berkala. Dokter akan mengadakan beberapa pemeriksaan, di antaranya rekaman EKG, Treadmill dan Echocardiography.

Kedua, kontrol faktor resiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner (PJK). Yang dimaksud dengan faktor resiko adalah faktor-faktor dimana semakin banyak pasien mempunyai faktor ini, semakin besar resiko si pasien terkena Penyakit Jantung Koroner (PJK), yaitu: Hipertensi, Diabetes, Kolesterol LDL tinggi, Kolesterol HDL rendah, merokok, obesitas, keturunan dan usia.


View the original article here

Wednesday, April 10, 2013

5 Festival Perayaan Kematian di Dunia

type='html'>
Selama ini orang hanya mengetahui Halloween salah satu acara memperingati kematian, bangkitnya para hantu, dan arwah. Biasanya warga dunia merayakannya dengan memakai kostum menyeramkan, namun seiring berkembangnya waktu menjadi unik dan tidak biasa seperti kostum robot atau tokoh kartun.

Ternyata merayakan kematian bukan milik Halloween saja. Di beberapa negara ada festival kematian diperingati saban tahun atau ada hal tertentu. Dilansir dari listverse.com, setidaknya ada lima parade untuk mengingat peristiwa berakhirnya hidup.

Seperti apa perayaan itu? Berikut ulasannya.

 
1. Famadihana, Madagascar
http://www.didunia.net/
Madagascar memang tidak mempunyai waktu khusus untuk memperingati sebuah kematian. Namun ada perayaan bernama Famadihana yakni membongkar sebuah makam. Jenazah dalam kuburan diangkat dan dikenakan kain sutera lalu diarak keliling pemakaman bersama musik pengiring.

Tradisi ini datang dari penganut keyakinan Malagasy. Para penganut keyakinan ini percaya ruh orang mati tidak dapat kembali ke alam baka sebelum tubuhnya menjadi busuk. Tiap tujuh tahun sekali, mayat diangkat, dibungkus ulang, lalu dimasukkan kembali ke liang lahat bersama pesta besar-besaran. Perayaan ini melibatkan keluarga si jenazah.


2. Festival hantu lapar, China

Festival hantu lapar dirayakan warga China setiap malam ke-15 bulan ketujuh dalam kalender China. Bulan ini dikenal dengan bulannya para setan dan dipercaya arwah, jin, hantu bangkit dari alam kubur.

Selama bulan itu, semua keluarga di China wajib mengosongkan satu kursi dalam meja makan atau di ruang keluarga untuk mengingat mereka telah tiada. Mereka juga membakar uang kertas selama festival berlangsung. Setelah perayaan berakhir, para warga China menuntun hantu kembali ke bawah tanah dengan menlarungkan lentera berbentuk bunga teratai di sungai atau danau.


3. Lemuria, Italia

http://www.didunia.net/
Lemuria merupakan tradisi Roma kuno untuk mengusir roh jahat nenek moyang dari sebuah rumah. Setiap tempat tinggal harus dibersihkan oleh kepala rumah tangga dengan bangun tengah malam dan membasuh tangannya tiga kali. Lalu berjalan-jalan tanpa alas kaki ke sekeliling rumah sambil melemparkan kacang hitam dari atas bahu sebanyak sembilan kali. Dia juga merapal mantra ‘jadikan kacang ini sebagai penebus bagi saya dan nenek moyang saya’.
Ritual ini masih banyak dilakukan orang-orang Italia hingga saat ini.


4. Hari Raya Kematian, Meksiko

Hari Raya Kematian di Meksiko diadakan tiap dua hari awal November dan ini sudah masuk dalam rangkaian libur di negara itu. Perayaan ditandai dengan patung-patung tengkorak berada di tempat umum se-antero negara itu.

Hari raya Kematian aslinya memperingati musim panen Suku Aztec, suku asli Meksiko. Sebulan penuh mereka merayakan persembahan untuk Dewi Mictecacihual, Dewi Kematian. Meski perayaannya dekat dengan Halloween namun peringatan ini lebih hangat. Banyak kegembiraan, nyanyian, dan dansa sepanjang malam.


5. Pitru Paksha, India

http://www.didunia.net/
Festival Pitru Paksha merupakan tradisi Hindu di bulan Aswin dalam kalender agama itu. Perayaan berjalan selama dua minggu untuk memperingati ruh dan arwah nenek moyang serta pendahulu mereka.
Dalam mitologi Hindu saat arwah prajurit Karna mencapai surga, dia tidak menemukan apa-apa untuk dimakan selain emas. Karna memohon pada Batara Indra untuk diberikan makanan namun Indra menolak lantaran semasa hidup Karna tidak pernah memberikan makanan pada leluhurnya. Akhirnya, dia membuat kesepakatan dengan Indra agar diturunkan ke bumi selama dua minggu untuk memberikan air dan makanan pada semua orang.
 

View the original article here