About Me

My photo
have facebook , have twitter
Showing posts with label Piala. Show all posts
Showing posts with label Piala. Show all posts

Thursday, November 21, 2013

Low Inginkan Gelandang Muda Arsenal di Skuat Piala Dunia

Meski baru berusia 18 tahun, penampilan Gnabry begitu menggoda pelatih Jerman.

Pelatih Tim Nasional Jerman Joachim Low mengungkapkan bahwa gelandang Arsenal Serge Gnabry memiliki kesempatan mendapatkan satu tempat di skuat Piala Dunia untuk putaran final di Brasil tahun depan.

Pemain berusia 18 tahun itu bersinar bersama The Gunners musim ini. Ia telah tampil di enam pertandingan dan mencatatkan namanya di papan skor saat Arsenal meraih kemenangan 2-1 atas Swansea City.

Gnabry raw ins

“Anak itu benar-benar bagus,” ucap Low seperti dilansir Sportsmole.

“Dia memiliki kualitas luar biasa. Saya masih membuka kesempatan kepadanya untuk masuk ke dalam skuat Piala Dunia.”

Gnabry setuju untuk bergabung dengan akademi Arsenal dari Stuttgart pada tahun 2010 lalu. Ia mencatatkan penampilan untuk tim pertama dalam pertandingan Piala Liga melawan Coventry City pada bulan September tahun lalu.


View the original article here

10 Negara Top yang Gagal ke Piala Dunia

Dan membayangkan Franc Ribery serta Cristiano Ronaldo gagal ke Piala Dunia, aib besar!

Babak playoff kualifikasi Piala Dunia 2014 di Brasil tahun depan sudah memasuki tahap-tahap akhir. Banyak yang sudah memastikan untuk hadir di Negara Samba tahun depan. Walaupun masih ada beberapa negara yang harus berjuang dengan keras demi satu tiket ke Brasil. Salah satunya adalah Perancis. Tim yang diperkuat banyak bintang itu memiliki tugas berat untuk membalikkan keadaan atas Ukraina di Paris.

Ini ternyata bukan kali pertamanya si Ayam Jantan terseok-seok untuk bisa tampil di ajang 4 tahunan tersebut. Dan menurut sejarah tidak hanya Perancis saja, tercatat ada 9 negara dengan pemain bagus yang merasakan pahitnya tidak bisa tampil di Piala Dunia.

Berikut daftar 10 negara top yang gagal ke Piala Dunia:

Tahun 1950 adalah tahun yang menyedihkan bagi rakyat Italia. Bencana yang menyapu seluruh kota Torino membuat tahun-tahun itu menjadi semakin berat. Rakyat Italia benar-benar berharap untuk Italia bisa tampil di Swedia 1958. Itu bukannya tanpa alasan, saat itu Azzuri diperkuat oleh pemain sekaliber legenda Juventus, Giampiero Boniperti. Tapi kekalahan mengejutkan di Irlandia harus menguburkan mimpi tersebut.

WC raw ins3

Pada akhir tahun 1960 dan awal 1970, sepakbola Skotlandia menjadi perbincangan oleh seluruh rakyat Eropa. Bagaimana tidak, pada 1967 Celtic berhasil menjuarai Liga Champions dan juga Rangers lima tahun kemudian. Tetapi Skotlandia tidak bisa berbuat apa-apa dalam Kualifikasi Piala Dunia 1970 setelah harus finish di bawah Jerman Barat yang berhasil mengalahkan mereka 3-2 di Hamburg.

Tahun 1970-an adalah sebuah periode buruk bagi persepakbolaan Inggris. Dalam kurun waktu 1970-1980, Three Lions tidak berhasil sekalipun mencicipi turnamen besar Internasional. Dan yang paling diingat tentu saja tersingkirnya mereka di kualifikasi Piala Dunia 1974. Inggris yang membutuhkan kemenangan atas Polandia di London, hanya bisa bermain imbang 1-1 usai kiper Polandia, Jan Tomaszewki bermain gemilang untuk menyingkir Timnas Inggris.

WC raw ins4

USSR pantas optimis dalam menyambut Piala Dunia 1978. Salah satu tim mereka, Dynamo Kiev secara perkasa berhasil menjuarai Liga Champions pada tahun 1975. Tetapi bersama legenda mereka, Oleg Blokhin, USSR harus finish di bawah Hungaria setelah kekalahan mengejutkan 1-0 atas Yunani.

Setelah hanya finish sebagai runners-up di Piala Dunia 1978, Belanda dengan semangat menyambut era baru Tim Oranje di pertengahan 1980. Nama-nama pemain muda seperti Van Basten, Rijkaard, Gullit dan Rob de Wit seperti memiliki prospek cerah bersama Timnas Belanda. Tapi siapa sangka, mereka harus kalah dalam babak Playoff Piala Dunia setelah ditaklukan Belgia melalui gol tandang.

Israel dan Bulgaria harus menguburkan mimpi sang bintang, Eric Cantona untuk bisa hadir di Amerika Serikat. Gol telat dari Bulgaria setelah sempat tertinggal telah memberikan kenangan pahit bagi rakyat Perancis.

Salah satu generasi terbaik Yugoslavia harus mengubur mimpi mereka untuk tampil di Piala Dunia 1994. Yugoslavia dibekukan karena menyusul pecahnya perang yang menyebabkan pembubaran Yugoslavia menjadi Bosnia, Kroasia, Slovenia, Macedonia dan kemudian Serbia dan Montenegro. Dragan Stojkovic, Zvonimir Boban, Dejan Savicevic, Davor Suker, Darko Pancev, Sinisa Mihajlovic, Robert Prosinecki dan Srecko Katanec adalah beberapa pemain bintang Yugoslavia yang tidak bisa hadir di Amerika Serikat.

Inggris bersama Graham Taylor menyusul Perancis dan Yugoslavia untuk tidak hadir dalam Piala Dunia 1994. Pada kualifikasi, Inggris harus kalah dari Norwegia dan Belanda. Bahkan yang memalukan, Three Lions sempat kebobolan dari tim seperti San Marino saat laga baru berjalan 7 detik.

Portugal memiliki salah satu generasi emasnya sejak era Eusebio di 1966. Luis Figo, Rui Costa dan Joao Pinto memiliki kesempatan besar untuk bisa hadir di Piala Dunia 1998. Tetapi kenyataannya, Portugal bersama generasi emasnya gagal untuk hadir di Perancis. Luis Figo cs. hanya finish ketiga di bawah Jerman dan Ukraina dalam kualifikasi Piala Dunia.

WC raw ins2

Pemain bintang bukan jaminan untuk bisa tampil di Piala Dunia. Itu pula yang pernah di alami Belanda pada tahun 2002. Kala itu nama-nama seperti Edgar Davids, Clarence Seedorf, Van Nistelrooy, Overmars dan juga Stam gagal mengantarkan De Oranje ke Piala Dunia 2002. Setelah hanya finish di posisi ketiga di bawah Portugal dan Irlandia.

View the original article here

View the original article here


View the original article here

Wednesday, November 20, 2013

10 Negara Top yang Gagal ke Piala Dunia

Dan membayangkan Franc Ribery serta Cristiano Ronaldo gagal ke Piala Dunia, aib besar!

Babak playoff kualifikasi Piala Dunia 2014 di Brasil tahun depan sudah memasuki tahap-tahap akhir. Banyak yang sudah memastikan untuk hadir di Negara Samba tahun depan. Walaupun masih ada beberapa negara yang harus berjuang dengan keras demi satu tiket ke Brasil. Salah satunya adalah Perancis. Tim yang diperkuat banyak bintang itu memiliki tugas berat untuk membalikkan keadaan atas Ukraina di Paris.

Ini ternyata bukan kali pertamanya si Ayam Jantan terseok-seok untuk bisa tampil di ajang 4 tahunan tersebut. Dan menurut sejarah tidak hanya Perancis saja, tercatat ada 9 negara dengan pemain bagus yang merasakan pahitnya tidak bisa tampil di Piala Dunia.

Berikut daftar 10 negara top yang gagal ke Piala Dunia:

Tahun 1950 adalah tahun yang menyedihkan bagi rakyat Italia. Bencana yang menyapu seluruh kota Torino membuat tahun-tahun itu menjadi semakin berat. Rakyat Italia benar-benar berharap untuk Italia bisa tampil di Swedia 1958. Itu bukannya tanpa alasan, saat itu Azzuri diperkuat oleh pemain sekaliber legenda Juventus, Giampiero Boniperti. Tapi kekalahan mengejutkan di Irlandia harus menguburkan mimpi tersebut.

WC raw ins3

Pada akhir tahun 1960 dan awal 1970, sepakbola Skotlandia menjadi perbincangan oleh seluruh rakyat Eropa. Bagaimana tidak, pada 1967 Celtic berhasil menjuarai Liga Champions dan juga Rangers lima tahun kemudian. Tetapi Skotlandia tidak bisa berbuat apa-apa dalam Kualifikasi Piala Dunia 1970 setelah harus finish di bawah Jerman Barat yang berhasil mengalahkan mereka 3-2 di Hamburg.

Tahun 1970-an adalah sebuah periode buruk bagi persepakbolaan Inggris. Dalam kurun waktu 1970-1980, Three Lions tidak berhasil sekalipun mencicipi turnamen besar Internasional. Dan yang paling diingat tentu saja tersingkirnya mereka di kualifikasi Piala Dunia 1974. Inggris yang membutuhkan kemenangan atas Polandia di London, hanya bisa bermain imbang 1-1 usai kiper Polandia, Jan Tomaszewki bermain gemilang untuk menyingkir Timnas Inggris.

WC raw ins4

USSR pantas optimis dalam menyambut Piala Dunia 1978. Salah satu tim mereka, Dynamo Kiev secara perkasa berhasil menjuarai Liga Champions pada tahun 1975. Tetapi bersama legenda mereka, Oleg Blokhin, USSR harus finish di bawah Hungaria setelah kekalahan mengejutkan 1-0 atas Yunani.

Setelah hanya finish sebagai runners-up di Piala Dunia 1978, Belanda dengan semangat menyambut era baru Tim Oranje di pertengahan 1980. Nama-nama pemain muda seperti Van Basten, Rijkaard, Gullit dan Rob de Wit seperti memiliki prospek cerah bersama Timnas Belanda. Tapi siapa sangka, mereka harus kalah dalam babak Playoff Piala Dunia setelah ditaklukan Belgia melalui gol tandang.

Israel dan Bulgaria harus menguburkan mimpi sang bintang, Eric Cantona untuk bisa hadir di Amerika Serikat. Gol telat dari Bulgaria setelah sempat tertinggal telah memberikan kenangan pahit bagi rakyat Perancis.

Salah satu generasi terbaik Yugoslavia harus mengubur mimpi mereka untuk tampil di Piala Dunia 1994. Yugoslavia dibekukan karena menyusul pecahnya perang yang menyebabkan pembubaran Yugoslavia menjadi Bosnia, Kroasia, Slovenia, Macedonia dan kemudian Serbia dan Montenegro. Dragan Stojkovic, Zvonimir Boban, Dejan Savicevic, Davor Suker, Darko Pancev, Sinisa Mihajlovic, Robert Prosinecki dan Srecko Katanec adalah beberapa pemain bintang Yugoslavia yang tidak bisa hadir di Amerika Serikat.

Inggris bersama Graham Taylor menyusul Perancis dan Yugoslavia untuk tidak hadir dalam Piala Dunia 1994. Pada kualifikasi, Inggris harus kalah dari Norwegia dan Belanda. Bahkan yang memalukan, Three Lions sempat kebobolan dari tim seperti San Marino saat laga baru berjalan 7 detik.

Portugal memiliki salah satu generasi emasnya sejak era Eusebio di 1966. Luis Figo, Rui Costa dan Joao Pinto memiliki kesempatan besar untuk bisa hadir di Piala Dunia 1998. Tetapi kenyataannya, Portugal bersama generasi emasnya gagal untuk hadir di Perancis. Luis Figo cs. hanya finish ketiga di bawah Jerman dan Ukraina dalam kualifikasi Piala Dunia.

WC raw ins2

Pemain bintang bukan jaminan untuk bisa tampil di Piala Dunia. Itu pula yang pernah di alami Belanda pada tahun 2002. Kala itu nama-nama seperti Edgar Davids, Clarence Seedorf, Van Nistelrooy, Overmars dan juga Stam gagal mengantarkan De Oranje ke Piala Dunia 2002. Setelah hanya finish di posisi ketiga di bawah Portugal dan Irlandia.


View the original article here

Tuesday, September 17, 2013

[Daily News 05/09/13] Jadwal Siaran Langsung Kualifikasi Piala Dunia 2014, 7-11 September 2013

You Are Here: Home » - Daily News -, All Articles » [Daily News 05/09/13] Jadwal Siaran Langsung Kualifikasi Piala Dunia 2014, 7-11 September 2013

Signora1897 ers, international week news. Dengan dipulangkannya Andrea Barzagli ke Vinovo karena masih menderita cedera ringan tendon kiri, pelatih Italia Cesare Prandelli memanggil Angelo Ogbonna untuk menggantikannya. Dengan demikian, triumvirate pertahanan Juventus di depan penjaga gawang dan sang legenda Gianluigi Buffon terjaga.

Piala Dunia 2014

Berikut jadwal 12 pemain internasional Juve dengan timnasnya masing-masing dan berikut adalah jadwal siaran langsung partai-partai kualifikasi Piala Dunia 2014 di TV-TV Indonesia  tanggal 7-11 September 2013:

Brazil – Australia (persahabatan)Brazil – Portugal (persahabatan)

Belum diketahui, apakah SCTV akan ikut melakukan siarang langsung.

Dari jadwal-jadwal tersebut di atas, kita hanya dapat menyaksikan Vidal-Isla di Chile-Venezuela dan Caceres di Peru-Uruguay dan Uruguay-Colombia. Sepertinya kita harus streaming untuk dapat melihat Buffon mencetak rekor penampilan terbanyak bersama Italia di Juventus Stadium hari Rabu, 11 September 2013 01.45 WIB, Italia-Rep. Ceko.

***

Hari Selasa kemarin, Juventus juga telah menyerahkan daftar 24 pemainnya yang akan mengikuti Champions League musim 2013/14 ini kepada UEFA:

Dari 25 tempat yang disediakan, Juve hanya dapat mengisi 24 slot karena UEFA menggunakan metode List A dan List B bagi setiap peserta Champions League. List A adalah daftar pemain dimana minimal empat diantaranya sudah harus bermain di Liga Italia minimal tiga tahun. List B adalah daftar pemain dimana minimal empat diantaranya sudah harus bermain bagi klub tersebut selama tiga tahun saat berusia 15-21 tahun (primavera ke bawah). Nah, karena Juve hanya mempunyai tiga pemain di List B: Paolo De Ceglie, Claudio Marchisio dan Sebastian Giovinco, maka tim kita hanya dapat memasukkan 24 nama.

Dari daftar ini, bisa dipastikan Simone Pepe akan kembali bermain musim ini setelah mengalami cedera otot betis yang ternyata membuatnya hanya dapat bermain satu kali di musim 2012/13 lalu. Keberadaan Pepe, yang walau bukan pemain kelas dunia, memungkinkan pelatih Antonio Conte melakukan variasi/fleksibilitas permainan karena Pepe adalah satu-satunya sayap murni di tim kita yang juga mampu bermain di posisi RFW.

Marco Motta (nomor punggung 16), yang entah mengapa sama sekali tidak ada gosip mengenai dirinya selama summer mercato kemarin, resmi menjadi anggota musim 2013/14 tetapi tidak masuk ke dalam daftar pemain Champions League (CL list). Demikian pula dengan Ouasim Bouy, resmi memakai nomor punggung 24 tetapi tidak dimasukkan ke dalam CL list. Pemain muda Belanda berbakat ini baru saja mengalami cedera parah ACL di Februari kemarin dan masih menjalani masa pemulihan. Dugaan penulis, Januari nanti Bouy sudah dapat bermain (walau belum 100% match-fit) dan akan dipinjamkan ke tim lain di winter mercato.

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.


View the original article here