About Me

My photo
have facebook , have twitter
Showing posts with label Tidak. Show all posts
Showing posts with label Tidak. Show all posts

Saturday, November 23, 2013

5 Bayi Yang Lahir di Tempat yang Tidak Biasa


Bayi pada umumnya dilahirkan di rumah ataupun rumah sakit bersalin namun bayi bayi berikut ini kurang beruntung mereka di lahirkan ditempat tempat yang tidak biasa seperti di atas pohon sampai di restoran cepat saji.

Nah kamu mau tahu seperti apa kisah kisah bayi yang lahir ditempat yang tidak semestinya? Simak berikut ini, seperti dikutip dari unikgaul.com

1. Lahir di Pohon
Mungkin melahirkan di pohon terdengar seperti cerita mitos, Namun benar, Cheindza terjebak dalam banjir bandang di dekat kotanya Mozambique pada tahun 2000. Cheindza langsung memanjat ke pohon untuk menghindari bahaya buaya dan tinggal di atas pohon dekat atap rumah selama 4 hari. Di hari terahir, Cheindza melahirkan dan bahkan saat helikopter menyelamatkannya tali pusar sang bayi masih melekat.

2. Lahir di Restoran Cepat Saji
Seorang bayi terlahir di restoran fastfood McDonald di Vancouver, Washington dan sang ibu tak tahu jika hamil. Danille Miller bertugas shift malam di sana dan langsung berlari ke toilet karena merasa sakit. Rekannya Jaynae Herrera ikut berlari ketika menyadari Miller begitu kesakitan sampai gemetar hingga melahirkan bayi tepat di atas toilet. Miller menamai putra kecilnya dengan Austin.

3. Lahir di Kereta Api
Proses melahirkan Bhuri Kalbi di Rajasthan, India adalah sebuah mukjizat Tuhan. Kalbi melahirkan secara prematur saat berusia 7 bulan kandungan di atas toilet kereta api berjalan yang terjatuh ke rel kereta api. Ya, apa yang kamu baca benar. Kalbi tak sadar bayi kecil yang dia lahirkan di toilet kereta api itu lubangnya langsung menuju ke bawah rel kereta. Kalbi pingsan dan saat dia sadar, sang bayi kecilnya ditemukan masih hidup di rel. Hebat!

4. Lahir di Fifth Avenue
Seorang perempuan berhasil melahirkan bayi perempuan di Fifth Avenue, New York. Bayi itu disambut oleh tepukan penonton di Central Park dan dokter membantu proses kelahiran bayi itu di mobil SUV. Elizabeth Brew hanya berjarak kurang dari satu blok rumah sakit ketika sang bayi tinggal selangkah lagi menatap dunia sehingga membuat dokter bergegas ke lokasi dengan semua peralatannya. Setelah melahirkan bayi perempuan, Brew langsung menuju rumah sakit yang istimewanya dia melahirkan bayi lelaki kembaran satunya.

5. Lahir di Kantor Pos
Seorang bayi perempuan sehat terlahir di kantor pos Wisbech, Cambridgeshire sebelum paramedis tiba. Ibu dari bayi yang bernama Sonia Marina Nascimento adalah seorang Portugis yang berniat membeli sebuah barang di toko ketika sang bayi terlahir. Terlahir di kantor pos, Sonia kecil juga ditimbang melalui timbangan paket untuk mengukur beratnya sebesar 2,34 kg.


View the original article here

Anda Tidak Akan Menyangka Foto Pemandangan Alam Yang Sangat Indah Ini Dibuat Diatas Meja

Kali ini kami menghadirkan foto-foto pemandangan alam yang mencengangkan karya Matthew Albanesse. Matthew adalah pekerja seni yang mengkhususkan diri di bidang "table top photography". Oke pasti banyak dari anda yang bertanya-tanya apa itu Table Top Photography, singkatnya TTP adalah seni fotografi dimana obyek fotonya ada diatas meja, dengan kata lain penggemar TTP berkaitan erat dengan diorama, namun kesampingkan bayangan anda tentang diorama yang dibuat asal-asalan. TTP menghadirkan diorama dengan sentuhan efek visual yang canggih sehingga seakan-akan menyerupai aslinya. Lihat saja karyanya dibawah ini.

Matthew Albanese

Matthew Albanese

Siapa sangka foto petir yang dramatis tersebut dihasilkan dari lembar plexyglas gelap yang disorot dengan lampu sinar terang.

Matthew Albanese

Matthew Albanese

Pemandangan diatas dibuat menggunakan kertas perkamen, bulu burung unta yang telah diwarnai, kawat, tali rafia, coklat yang diukir, kopi, dan lumut sintetis.

Matthew Albanese

Matthew Albanese

Diorama terbuat dari bahan katun, Garam, gula masak, kertas timah, bulu & kanvas. Sementara awannya menggunakan cotton ball.

Matthew Albanese

Matthew Albanese

Permukaan air dibuat dari lapisan vinyl, Plexyglass, dan clear Epoxy. Sementara efek cahaya dibuat menggunakan video proyektor yang disinarkan melewati kabut palsu, lensa ditutupi dengan plastik biru. Total ada 11 pencahayaan yang dibuat untuk membuat efek seperti dibawah air.

Matthew Albanese

Matthew Albanese

Diorama yang terbuat dari kaca, plexiglass, nat ubin, lumut, ranting, garam, kanvas dicat & es kering. Air terjun diciptakan dari garam dapur yang jatuh secara perlahan mirip seperti jam pasir.

Matthew Albanese

Matthew Albanese

Diorama terbuat dari wol baja, kapas, peterseli tanah dan lumut

Matthew Albanese

Ladangnya terbuat dari bulu palsu, gunung dari potongan ubin, dan awan dari kapas. Pencahayaan berperan besar disini untuk memberi efek seperti diatas.

Matthew Albanese

Matthew Albanese

Diorama terbuat dari kayu, lumut, glitter kuning, kantong sampah transparan, gula masak, scotch-brite pot scrubber, sikat botol, pasir, ubin grout (di beri pewarna), kawat, kertas dan lampu kuning, merah, dan oranye.

Sebuah replika bendera Amerika di bulan, permukaan putih kawah terbuat dari debu perapian, batuan dari potongan keramik dan ubin. Sementara foto bumi diproyeksikan ke background hitam.


Diorama terbuat dari nat keramik, kapas, tinta fosfor. Model gunung berapi itu diterangi dari bawah oleh enam bola lampu 60 watt.

Siapa sangka dengan benda-benda yang ada disekitar kita ternyata bisa menjadi sebuah karya seni yang indah. Tertarik dengan "Table Top Photography"?

Sumber:
http://www.treehugger.com/slideshows/natural-sciences/dont-believe-your-eyes-9-must-see-nature-table-top-photograph-making-of/


View the original article here

Thursday, November 21, 2013

Sisi Lain yang Tidak Disukai Jika Bekerja di Google


Bagi kebanyakan programmer, bekerja di Google merupakan sebuah pencapaian yang tinggi. Selain gaji yang relatif besar, fasilitas kantor yang lengkap, dan makanan gratis yang tersedia di berbagai sudut kompleks perkantoran Google di Mountain View, bekerja di perusahaan teknologi ini menjanjikan kenyamanan tersendiri.

Namun, sebagian mantan pegawai perusahaan dengan pendapatan sekitar Rp 600 triliun per tahun ini justru merasa kurang nyaman. Beberapa dari mereka bercerita di situs tanya-jawab Quora mengenai hal-hal yang mereka kurang sukai selama bekerja di sana.

Mereka mengaku meninggalkan Google karena pilihan mereka sendiri. Berikut ini beberapa poin cerita itu, seperti dikutip dari apakabardunia.com

Google mempekerjakan orang dengan kualitas tinggi untuk pekerjaan yang ringan. Ini karena Google menetapkan standar yang tinggi saat proses penerimaan pegawainya. Misalnya, ada alumnus dari perguruan tinggi top yang bekerja untuk sekadar menghapus satu per satu video terlarang di situs YouTube.Google bukan lagi sebuah startup seperti saat berdiri pada 1998. Menurut seorang pegawai, aroma politik kantor terasa begitu kental. Promosi bisa diraih relatif mudah jika seseorang bekerja pada proyek besar dan dekat dengan atasan tertentu.Para insinyurnya atau penulis program kerap mengalami kesulitan untuk berdiskusi satu sama lain karena merasa lebih pintar dibandingkan yang lain. Ini membuat diskusi yang obyektif jarang terjadi di tingkat akar rumput. Masing-masing pegawai merasa memiliki teritorialnya sendiri sendiri.Sebagian pegawai yang berkualitas tinggi meninggalkan perusahan karena tidak merasa tertantang secara intelektual untuk mengerjakan proyek-proyek yang menarik. Semua keputusan penting telah dibuat pada level atas dan para pegawai tinggal mengerjakan sesuai arahan.Menurut seorang mantan pegawai, proyek bagus Google yang dirancang sendiri hanyalah Google Search dan Google Glass. Produk lain merupakan hasil akuisisi yang lalu dikembangkan secara internal.

View the original article here

View the original article here


View the original article here

Wednesday, November 20, 2013

Sisi Lain yang Tidak Disukai Jika Bekerja di Google


Bagi kebanyakan programmer, bekerja di Google merupakan sebuah pencapaian yang tinggi. Selain gaji yang relatif besar, fasilitas kantor yang lengkap, dan makanan gratis yang tersedia di berbagai sudut kompleks perkantoran Google di Mountain View, bekerja di perusahaan teknologi ini menjanjikan kenyamanan tersendiri.

Namun, sebagian mantan pegawai perusahaan dengan pendapatan sekitar Rp 600 triliun per tahun ini justru merasa kurang nyaman. Beberapa dari mereka bercerita di situs tanya-jawab Quora mengenai hal-hal yang mereka kurang sukai selama bekerja di sana.

Mereka mengaku meninggalkan Google karena pilihan mereka sendiri. Berikut ini beberapa poin cerita itu, seperti dikutip dari apakabardunia.com

Google mempekerjakan orang dengan kualitas tinggi untuk pekerjaan yang ringan. Ini karena Google menetapkan standar yang tinggi saat proses penerimaan pegawainya. Misalnya, ada alumnus dari perguruan tinggi top yang bekerja untuk sekadar menghapus satu per satu video terlarang di situs YouTube.Google bukan lagi sebuah startup seperti saat berdiri pada 1998. Menurut seorang pegawai, aroma politik kantor terasa begitu kental. Promosi bisa diraih relatif mudah jika seseorang bekerja pada proyek besar dan dekat dengan atasan tertentu.Para insinyurnya atau penulis program kerap mengalami kesulitan untuk berdiskusi satu sama lain karena merasa lebih pintar dibandingkan yang lain. Ini membuat diskusi yang obyektif jarang terjadi di tingkat akar rumput. Masing-masing pegawai merasa memiliki teritorialnya sendiri sendiri.Sebagian pegawai yang berkualitas tinggi meninggalkan perusahan karena tidak merasa tertantang secara intelektual untuk mengerjakan proyek-proyek yang menarik. Semua keputusan penting telah dibuat pada level atas dan para pegawai tinggal mengerjakan sesuai arahan.Menurut seorang mantan pegawai, proyek bagus Google yang dirancang sendiri hanyalah Google Search dan Google Glass. Produk lain merupakan hasil akuisisi yang lalu dikembangkan secara internal.

View the original article here

Thursday, October 10, 2013

[Daily News 09/10/13] Tidak Boleh Rasisme, Diskriminasi Teritori pun Jadi?

You Are Here: Home » - Daily News -, All Articles » [Daily News 09/10/13] Tidak Boleh Rasisme, Diskriminasi Teritori pun Jadi?

milan-napoli-cori-razzisti_01_941-705_resizeSignora1897 ers, di Daily News ini penulis akan fokus dengan masalah rasisme di Liga Italia yang menghangat pekan ini. Hal ini terjadi karena dihukumnya AC Milan dengan bermain di stadion tertutup (tanpa penonton) karena ultrasnya menyanyikan yel-yel yang mendiskriminasikan orang-orang Napoli di partai Juve-Milan pekan lalu.

Diskriminasi atas orang-orang yang datang dari daerah tertentu disebut, setidaknya oleh Lega, territorial discrimination/diskriminasi teritori.

Sedikit mengenai Italia. Bisa dibilang, secara umum Italia bisa dibagi menjadi dua kelompok besar: Northern Italy dan Southern Italy. Utara, yang dekat dengan Jerman, bersifat industrialis dan jauh lebih kaya dari Selatan, yang dekat dengan Yunani dan Afrika Utara, yang bersifat lebih kekeluargaan. Perbedaan kaya-miskin, ras, industrialis-kekeluargaan inilah yang menjadi sumber perbedaan selama ratusan tahun dan Milan adalah Utara dan Napoli adalah Selatan.

Sebelum ini, para ultras Milan telah melakukan hal yang sama di giornata keempat saat Milan ditekuk 1-2 oleh Napoli di San Siro dan telah dihukum dengan penutupan curva. Sayang, mereka kembali melakukan hal ini di giornata ketujuh sehingga Lega mau tidak mau mengikuti peraturan yang ada dan memberikan hukuman yang lebih berat karena ini adalah pelanggaran yang berulang.

Nah, aturan ini-lah yang ditentang oleh ultras Milan sehingga mereka akan melakukan unjuk rasa dengan cara justru melakukan pelanggaran tersebut kembali dengan tujuan supaya stadion ditutup dan sayangnya, salah satu ultras Juve akan ikut mendukung aksi ini.

Tjuan dari ultras jelas: Mereka ingin “menyakiti” klub supaya keinginan mereka dituruti. Dilain pihak, tujuan dari lega dengan hukuman ini juga jelas: Mereka menginginkan para klub aktif menertibkan fans mereka, yang sejauh ini memang belum-lah seketat yang dilakukan klub-klub Inggris.

Heysel01Kalau Signora1897 ers masih ingat, dahulu hooligan Inggris adalah salah satu ultras yang paling brutal di Eropa, kalau bukan yang paling brutal. Aksi kekerasan ini berpuncak pada final Champions Cup 1985 antara Juventus dan Liverpool, dimana hooligan Liverpool menyerang tifosi Juve sehingga pagar/tembok pembatas roboh dan yang mengakibatkan 39 orang tewas dan sekitar 600an luka-luka. UEFA pun memberikan larangan bermain bagi semua tim Inggris di kompetisi Eropa selama lima tahun.

Namun demikian, tidak serta merta aksi hooligan menghilang. Di tahun 1989, saat pertandingan semifinal FA Cup antara Liverpool dan Nottingham Forest sedang berlangsung di Stadion Hillsborough, bentrokan antar fans terjadi dan kembali, pembatas ambruk dan menewaskan 96 orang dan sekitar 700-800 lainnya luka-luka.

Sejak saat itu, aturan-aturan stadion di Inggris diperketat dan sekarang, Inggris telah menjadi Liga terkaya di Eropa dan salah satunya adalah berkat aturan-aturan yang ada yang mendatangkan rasa aman dan kekeluargaan di dalam stadion. Segala bentuk kekerasan berhasil diminimalkan. Rasa aman dan kekeluargaan inilah yang mengundang para fans untuk datang ke stadion dan tidak jarang bersama dengan keluarga.

Nah, apa hubungannya dengan rasisme di Italia? Sudah menjadi hal umum bahwa kekerasan berawal dari adu mulut dan dalam adu mulut, salah satu issue yang paling sering dipakai adalah ras. Seperti yang Paul Pogba katakan dalam wawancaranya, rasisme ada dimana-mana dan menurut penulis, masalah ras adalah masalah sosial yang tidak dapat dengan mudah diatasi. Inggris-pun baru bisa mengatasi/meminimalisasi masalah ini (kekerasan, rasisme, dan lain-lain) setelah jatuh korban yang tidak sedikit.

Di lain pihak, aturan penutupan stadion sepertinya juga bukan solusi yang baik dan ini bisa kita lihat dari rencana aksi para ultras yang justru akan dengan sengaja “memaksa” stadion ditutup dan yang akan berimbas kepada pemasukan klub. Ultras, dengan terpaksa, sepertinya telah bisa menerima kalau yel-yel rasis akan berakibat buruk terhadap mereka tetapi mereka tidak mau kehilangan “senjata” mereka untuk mengecilkan rival mereka begitu saja. Yel-yel diskriminasi teritori-lah yang kemudian dipakai untuk mengakali dilarangnya rasisme.

Tidak boleh rasisme, diskriminasi teritori pun jadi?

Nah, apakah Lega harus mengalah dan memperbolehkan diskriminasi teritori? Menurut penulis, diskriminasi teritori adalah bentuk lain dari rasisme yang berpotensi menjadi kekerasan dan Lega tidak boleh mengalah. Akan tetapi, bagaimanakah caranya supaya fans lain tidak dirugikan dan masih dapat datang ke stadion?

Menurut penulis, penutupan curva sudah tepat dan tidak perlu berlanjut hingga ke penutupan stadion. Klub juga dapat berinvestasi lebih di teknologi untuk dapat memantau para penonton. Para pelanggar juga harus diberikan hukuman yang berat seperti dilarang masuk stadion dalam waktu yang lama, hukum pidana, dan lain-lain. Tidak murah memang, tetapi perlu supaya suasana stadion lebih aman dan bersifat kekeluargaan.

Yang pasti, semua belah pihak, baik dari pemerintah setempat, klub dan para fans yang lebih bijak harus dapat bekerjasama dalam masalah ini. Tidak ada solusi yang mudah dan semuanya memerlukan waktu.

Mudah-mudahan, Italia tidak perlu mengikuti Inggris, dimana banyak korban jiwa telah jatuh dulu barulah kemudian dilakukan perubahan. Semoga.

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.


View the original article here

Sunday, September 15, 2013

Tokoh-tokoh Tidak Populer yang Mengubah Dunia


Penemuan yang populer dan digunakan banyak orang semestinya menjadikan sang penemu ikut terkenal. Nyatanya tak selalu demikian. 5 Contoh di bawah ini jadi bukti, kita akrab dengan hasil ciptaannya tanpa tahu siapa pembuatnya, seperti dilansir apakabardunia.com

1. Tim Barnes Lee

Kalau yang ini pasti anak IT tahu. Ya, beliau adalah orang yang mendesain, membangun dan menggunakan pertama kali World Wide Web (WWW) di tahun 1989. Bisa kita lihat sekarang begitu besar pengaruh www ini pada kehidupan kita sekarang.

2. Jack Kilby dan Robert Noyce

Kilby dan Noyce adalah orang yang menemukan sirkuit terintegrasi tunggal (Sirkuit Gabungan)pada tahun 1959, dan tentu saja ini merupakan lompatan besar bagi dunia komputer. Dengan kata lain, merekalah yang menemukan microchip. Sebagai tambahan, Noyce juga adalah yang mendirikan Intel dan Kilby adalah orang yang pertama membuat kalkulator personal.

3. Paul Lauterbur dan Peter Mansfield

Mereka adalah orang yang menemukan Magnetic Resonance Imaging (MRIs). Tanpa penemuan mereka bagaimana dokter dapat mendiagnosa cedera dalam tubuh kita ? Tentu saja penemuan ini merupakan lompatan besar di dunia kedokteran.

4. Gregory Pincus, M. C. Chang, dan John Rock

Pada tahun 1953, Pincus dan rekan kerjanya Min-Chueh Chang menemukan hormon yang dapat menghambat ovulasi pada hewan. Pekerjaan yang sama ternyata juga dilakukan oleh Dr. John Rock di Harvard, dan ia bersama Picus bekerjasama agar penemuan mereka ini dapat dicoba pada manusia pada tahun 1956. Pada tahun 1960 US Food and Drug Administration menyetujui Enovid, pil kontraselpsi pertama.

5. Malcolm McLean

Tentu saja lebih efisien jika kita menggunakan derek di dermaga untuk mengangkut / memindahkan trailer-treiler dari truk ke kapal, daripada menggunakan peti kemas dengan membongkar dan membentuk lagi. Lalu siapa dibalik semua ini?

Malcolm McLean adalah dalangnya. Ialah yang menemukan Kontainer Kapal yang kita kenal sekarang ini. BIsa dibayangkan berapa uang dan waktu yang disimpan dengan penemuannya ini. Ini tentu saja berdampak pada pertumbuhan ekonomi.


View the original article here