About Me

My photo
have facebook , have twitter
Showing posts with label Match. Show all posts
Showing posts with label Match. Show all posts

Thursday, January 2, 2014

[Match Review Giornata 16 Serie A 13/14] Juventus vs Sassuolo – Pelampiasan di Juventus Stadium

You Are Here: Home » - Daily News -, All Articles » [Match Review Giornata 16 Serie A 13/14] Juventus vs Sassuolo – Pelampiasan di Juventus Stadium

Seperti yang diprediksi, Juventus akan melampiaskan amarahnya setelah tersingkir dari penyisihan grup Liga Champions, dan korbannya kali ini adalah Sassuolo. Dengan mendominasi sepanjang pertandingan, Juventus menghancurkan Sassuolo 4-0 di Juventus Stadium. Juventus menguasai ball possession sampai dengan 61%, dengan total 20 shots, 8 diantaranya shots on target.

Kemenangan ini membuat Juventus menjauhkan diri dari kejaran AS Roma yang berada diperingkat 2 dengan selisih 6 poin. Namun jarak tersebut bisa terpangkas kembali menjadi 3 poin jika AS Roma mampu mengalahkan AC Milan dinihari nanti di San Siro.

Conte terpaksa melakukan rotasi di lini tengah karena cederanya Pirlo dan akumulasi kartu Marchisio. Asamoah dikembalikan ke posisi aslinya sebagai LCM, selama ini Asamoah bermain sebagai LWB di Juventus dan hasilnya tidak terlalu maksimal.

Namun ketika dimainkan seperti posisi aslinya di Udinese, terlihat Asamoah bisa tampil lebih maksimal. Pergerakannya sebagai LCM membuat pemain belakang Sassuolo kalang kabut menjaganya, sayang Asamoah tidak beruntung malam itu, beberapa peluang emas mencetak gol belum dapat diselesaikannya dengan baik. Sementara Vidal dan Pogba mendampingi Asamoah di tengah.

Posisi LWB dipercayakan kepada Peluso, yang malam itu tampil luar biasa dengan menyumbangkan 1 gol. Kemudian Isla yang sudah pulih dari cedera kembali menempati posisi RWB. Perlahan Isla mulai menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan formasi 3-5-2 nya Conte. Perlu diingat bahwa saat memperkuat Udinese, Isla adalah RWB terbaik Serie A saat itu. Namun cedera panjang membuatnya perlu waktu kembali kebentuk permainan terbaiknya.

Untuk permainan Vidal dan Pogba tentu semua sudah tahu bagaimana kelas kedua pemain ini, mereka adalah salah satu dari pemain tengah terbaik Eropa saat ini. Peluso dan Isla jarang mendapatkan kesempatan sebagai starter selama ini, tentu saja dengan menjadi starter di pertandingan ini sebagai ajang pembuktian bahwa mereka mampu berkompetisi dengan pemain Juventus lainnya untuk bersaing masuk starting XI Conte.

XI Juventus giornata 16 XI Juventus giornata 16

Meskipun “hanya” menghadapi tim promosi Sassuolo, Conte enggan main-main di pertandingan kandang terkahir tahun ini. Conte tetap menurunkan skuad terbaiknya, Buffon masih ada di bawah mistar gawang, sekaligus melanjutkan rekor clean sheet nya selama 730 menit! Jika dalam pertandingan berikutnya melawan Atalanta di giornata 17 gawang Buffon tetap clean sheet, maka Buffon akan mencatat rekor clean sheet terbaik nomor 3 (820 menit), dibawah Zoff (903 menit – Juventus 1972-1973) dan Rossi (929 menit – AC Milan 1993-1994).

Trio Chiellini-Bonucci-Barzagli menjadi tembok tebal yang mengawal gawang Buffon. Sementara untuk lini depan, Conte tidak mau melewatkan on fire nya duet Tevez dan Llorente yang semakin padu. Kedua striker ini sudah menjadi pemain terbaik bulanan pilihan fans Juventus, November kemarin Llorente didaulat sebagai pemain terbaik pilihan fans.

Llorente - Terbaik November 2013 Llorente – Terbaik November 2013

Sebaliknya Sassuolo berada diperingkat 17 harus berusaha keras untuk dapat bertahan di Serie A. Dengan total poin 14 sampai dengan giornata 16, bahaya degradasi terus mengintai. Sassuolo hanya berjarak 4 poin dengan penghuni dasar klasmen saat ini, Catania.

Dalam skuad Sassuolo sendiri cukup banyak mantan pemain Juventus dan pemain yang dimiliki bersama kedua klub. Sebut saja mantan pemain Juventus seperti Ziegler, Chibsah, sampai pemain dengan kepemilikan bersama yang bersinar disana, Berardi (7 gol), Zaza (5 gol) dan Marrone (1 gol).

Namun Juventus masih terlalu kuat untuk Sassuolo, hasil 4-0 sudah membuktikan perbedaan kekuatan keduanya. Sebaliknya Juventus juga jangan berpuas diri dengan kemenangan ini, karena lawan yang mereka “hanya” Sassuolo, yang memang bukan lawan sepadan.

Berardi & Zaza - masa depan Juventus Berardi & Zaza – masa depan Juventus

Pelatih Sassuolo, Eusebio Di Francesco, mengakui bahwa ada kesenjangan yang besar antara tim nya dengan Juventus. Apalagi dia harus kehilangan striker andalannya, Domenico Berardi, yang juga merupakan pemain yang dimiliki Juventus.

Di Francesco menyebutkan bahwa Juventus memiliki kekuatan fisik serta teknik dan kemampuan untuk merebut bola di daerah pertahanan lawan. Selain itu Juventus juga bermain satu lawan satu, bahkan sampai 3 bek nya melakukan hal serupa dan itu membuat Sassuolo tidak bisa berbuat apa-apa melawan Juventus.

Giornata 16 ini dimulai dengan menggenang kepergian 2 pemain muda Juventus, Ale dan Ricky yang meninggal dunia karena tenggelam di danau buatan komplek latihan Vinovo pada 15 Desember 2006 lalu. Meskipun sudah terjadi 7 tahun yang lalu, namun Ale dan Ricky tidak akan pernah dilupakan sampai kapan pun juga.

Sebelum pertandingan dimulai, pihak klub telah menyiapkan sebuah klip untuk menggenang kepergian Ale dan Ricky yang disaksikan seluruh penonton di Juventus Stadium. Berbagai bentuk dukungan terus dilakukan pihak klub sebagai bentuk dedikasi terhadap 2 pemain muda ini, salah satunya adalah lewat organisasi amal yaitu Alessio Ferramosca, yang sudah banyak menolong anak-anak yang tidak mampu.

Selain itu di Juventus Stadium juga ada yang istimewa, dengan hadirnya 9.000 anak-anak dari berbagai sekolah di Turin yang mengisi Tribun Sud bagian selatan. Ini merupakan bagian dari program “Gioca con me … Tifa con me” yang Juventus lakukan untuk memerangi tindakan rasisme yang terkenal di Serie A selama ini.

Proses terjadinya gol-gol Juventus

Gol pertama Juventus terjadi di menit 15 lewat kaki Tevez. Berawal dari umpan terobosan Isla ke Llorente, kemudian Llorente berhasil mengelabui 2 pemain Sassuolo dengan memberikan umpan matang kepada Vidal yang berada di dalam kotak penalti. Vidal yang ditempel Magnanelli mampu mengecohnya dengan gocekan kelas dunia dan diteruskan dengan tendangan kaki kiri ke gawang Pegolo.

Gol pertama Juventus (Tevez 15") Gol pertama Juventus (Tevez 15?)

Meskipun mampu membaca arah bola namun Pegolo tidak dapat menangkap bola dengan baik dan dengan mudah Tevez segera menyambar bola rebound Pegolo dan membawa Juventus unggul 1-0 atas Sassuolo di babak pertama menit 15. Juventus 1-0 Sassuolo.

Gol kedua Juventus datang dari skema bola mati, Peluso berhasil menyundul umpan dari tendangan bebas Tevez di menit 28. Peluso yang berada dalam kotak penalti melompat lebih tinggi dari pada Antei yang menjaganya dan sundulan kerasnya mengarah ke pojok kanan atas gawang membuat Pegolo tidak sempat bereaksi apa-apa. Juventus 2-0 Sassulo.

Gol kedua Juventus (Peluso 28") Gol kedua Juventus (Peluso 28?)

Gol ketiga Juventus kembali terjadi masih di babak pertama, tepatnya di menit 45 menjelang berakhirnya babak pertama. Tevez mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan blunder back pass dari Marzorati ke Pegolo.

Dan saat berhadapan satu lawan satu dengan Pegolo, dengan tenang Tevez melewati Pegolo dan menceloskan bola ke gawang yang sudah kosong. Tevez membawa Juventus semakin jauh dari Sassuolo. Menit 45 babak pertama, Juventus 3-0 Sassuolo.

Gol ketiga Juventus (Tevez 45") Gol ketiga Juventus (Tevez 45?)

Gol keempat Juventus (Tevez 68") Gol keempat Juventus (Tevez 68?)

Gol keempat Juventus terjadi di babak kedua, menit 68 dan Tevez sukses mencatatkan hattrick pertamanya bersama Juventus. Lewat umpan silang yang dilepaskan Isla dari dalam kotak penalti, Tevez tanpa kesulitan menaklukkan Pegolo untuk ketiga kalinya. Juventus membantai Sassuolo 4-0 malam itu.

========================================

========================================

Kemenangan atas Sassuolo menjadi moment yang tepat untuk bangkit pasca kekalahan tragis dari Galatasaray di Liga Champions. Namun yang harus diingat bahwa Sassuolo bukanlah lawan yang sebenarnya untuk Juventus. Perbedaan kualitas kedua tim bagaikan langit dan bumi, sehingga kemenangan 4-0 atas Sassuolo tidaklah terlalu mengherankan banyak pihak.

Juventus masih harus banyak berbenah, terutama dengan gagalnya mereka lolos ke 16 besar Liga Champions musim ini. Persaingan yang ketat di Serie A, mulai bergulirnya Coppa Italia sampai dengan pertandingan yang harus mereka mainkan di Liga Europa, sungguh perjalanan Juventus masih panjang musim ini. Yang pasti, kami semua bersamamu Juve!

========================================


View the original article here

Sunday, November 17, 2013

[Match Review Giornata 9 Serie A 2013/2014] Juventus vs Genoa: Juve Belum Habis

You Are Here: Home » All Articles, Match Review » [Match Review Giornata 9 Serie A 2013/2014] Juventus vs Genoa: Juve Belum Habis

Signora1897-ers, kegagalan meraih poin dalam dua pertandingan berturut-turut saat melawan Viola Merda dan Madrid tentu membuat banyak pihak sempat beranggapan bahwa anak asuh Antonio Conte telah kehilangan bahan bakar untuk mengarungi kompetisi pada musim ketiganya. Namun semua anggapan tersebut seolah menjadi pemacu para pemain Juve untuk membuktikan bahwa Juve belum lah habis.

Benar saja, pada lanjutan Serie A pekan ke 9 melawan Genoa di J Stadio, Juve seolah membuktikan bahwa Juve belum habis, bahkan semakin lebih baik lagi. Hal tersebut juga diakui oleh pelatih Genoa, Gian Piero Gasperini. Seusai laga, Gasperon sempat mengungkapkan bahwa Juve sedang tidak dalam kondisi krisis. Pernyataan Gasperon tersebut tentu menjadi sinyal bagi semua rival bahwa JUVE BELUM HABIS!

Pada pertandingan melawan Genoa, Conte memutuskan untuk kembali memakai formasi 3-5-2 kesayangaannya, setelah sebelumnya sempat memakai pola 4-3-3 saat melawan Madrid. Seentara dari pihak Genoa, Gasperon memakai pola 4-4-1-1.

preview

Dari susunan pemain, Conte menurunkan semua pemain intinya yang sedang fit. Di lini belakang, Leo Bonucci yang sempat dicadangkan saat melawan Madrid kembali ke starting line-up bersama Barzagli dan Chiello. Di lini tengah, cederanya Lichtsteiner tampaknya sedikit memberikan ruang untuk Isla bermain di posisi RWB, menemani Vidal, Pirlo, Pogba dan Asamoah di LWB. Di lini depan, menipisnya stok pemain pada posisi ini menyusul cederanya Vucinic, Quagliarella, dan kurang bugarnya kondisi Giovinco membuat Conte memilih duet striker yang baru tiba musim panas ini, yakni Tevez dan Llorente.

Sejak peluti dibunyikan, Juve langsung tancap gas untuk mencetak gol pada pertandingan ini. Fernando Llorente menjadi pemain pertama yang mendapatkan peluang untuk mencetak gol pada menit ke 6, namun sayang crossing Asamoah dari sisi kanan pertahanan Genoa gagal menemui kepala Fernando. Tidak lama kemudian, Fernando juga mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol keduanya di Serie A, berawal dari crossing Isla dari sisi kiri pertahanan Genoa yang tidak dapat diantisipasi oleh Perin, bola muntah tersebut gagal dimaksimalkan oleh Fernando yang berada pada posisi yang seharusnya bisa menceploskan bola ke gawang. Selain reflek yang sangat bagus dari Perin, tampaknya Fernando tidak mengira bahwa bola tersebut akan mengarah tepat ke arahnya.

Selain Fernando, pemain lain yang juga mempunyai kesempatan untuk mencetak gol pertama pada pertandingan ini adalah Arturo Vidal. Melihat rapatnya barisan pertahanan Genoa, pada menit ke 19, Vidal mencoba peruntungan dengan melepaskan tendangan jarak jauh, namun sayang meskipun Perin hanya terpana dan tidak dapat berbuat apa-apa, tendangan tersebut dapat diselamatkan oleh tiang gawang.

asa

Seolah tidak lelah untuk mencari gol pertama, Juve terus menekan pertahanan Genoa, hingga pada akhirnya pemain Genoa, Davide Biondini melakukan pelanggaran terhadap Asamoah yang coba melakukan penetrasi ke daerah pertahanan Genoa. Banyak pihak berpandangan bahwa pelanggaran yang dilakukan Biondini terhadap Asamoah dilakukan di luar kotak penalty, namun wasit tetap memutuskan untuk memberikan penalti untuk Juve.

Arturo Vidal, yang menjadi algojo penalti tidak menyia-nyiakan peluang tersebut. Vidal berhasil menendang ke arah kanan dari Perin, sementara Perin salah mengantisipasi dengan mengarah ke arah yang berlawanan. JUVENTUS 1 – Genoa 0

1003486_10151685019247466_387258036_n

Setelah unggul 1 gol, Juve belum menurunkan pedal gas, bahkan semakin menambah serangan ke arah pertahanan Genoa. Dua menit setelah mencetak gol, lagi-lagi Juve mendapatkan peluang emas untuk menambah keunggulan, kali ini giliran Andrea Pirlo yang mendapatkannya, namun sayang peluang tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Andrea. Pergerakan Pirlo ke dalam pertahanan Genoa tentu mengejutkan pemain Genoa, karena sebelumnya Andrea jarang melakukan tusukan ke dalam pertahanan lawan.

Selain Pirlo, pemain lainnya yang juga mempunyai kesempatan menambah keunggulan adalah Paul Pogba. Berawal dari kesalahan pemain Genoa yang terlalu lama membawa bola, Pogba yang berhasil mencuri bola tersebut gagal memanfaatkan peluang tersebut, tendangan yang coba diarahkan ke tiang jauh gagal menemui sasaran.

Akhirnya, setelah menggempur pertahanan Genoa, Juve berhasil mendapatkan gol keduanya melalui Carlos Tevez. Pada menit 36, memanfaatkan umpan Asamoah, Tevez berhasil mengelabui pemain Genoa, dan akhirnya berhasil menaklukkan Perin yang bermain gemilang pada pertandingan ini. JUVENTUS 2 – Genoa 0

Setelah dua kali berhasi mengoyak gawang Genoa, praktis di babak kedua Juve terus memburu gol ketiga, tragedi di Firenze tampaknya tidak ingin diulangi oleh semua pemain. Dari beberapa peluang yang didapatkan Juve di babak kedua, hanya peluang Fernando Llorente lah yang seharusnya bisa menambah keunggulan Juve, namun tendangan yang kurang sempurna dari Llorente membuat bola gagal masuk ke jala Perin.  Kedudukan 2-0 unuk Juve bertahan sampai peluit akhir dibunyikan. JUVENTUS 2 – Genoa 0

1003478_763814663645765_997061724_n

Hal menarik yang dapat dilihat dari pertandingan ini adalah intensitas Juve yang menekan Genoa untuk bermain setengah lapangan, bahkan Genoa menjadi tim kedua setelah Torino yang tidak dapat memberikan shot on target!. Meskipun hanya mencetak dua gol, namun melihat dari statistik permainan Juve yang mampu menguasai bola sampai 59% dan menciptakan 9 kali shot on target, boleh dibilang Genoa beruntung hanya kebobolan dua gol.

stat

Selain membuktikan bahwa Juve belum habis, kemenangan atas Genoa disaat banyak pemain yang cedera tentu menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Antonio Conte. Fernando Llorente misalnya, meskipun sempat mengalami kesulitan pada awal kedatangannya, namun Spaniard jangkung tersebut membuktikan bahwa dirinya pantas untuk berada di Juve. Meskipun tidak mencetak gol, namun Llorente menjadi pemain yang paling sering melepaskan tendangan ke gawang Genoa, total Llorente melepaskan 5 kali tendangan dan 3 shot on target.

nando

Secara keseluruhan, permainan Juve sangat menghibur, terutama kombinasi Tevez dan Llorente. Meskipun menghibur, menurut penulis, permainan Juve sedikit menurun di babak kedua, dan sedikit mengendorkan serangan, beruntung pemain Genoa tidak dapat memaksimalkannya menjadi peluang. Salah satu penyebab Genoa tidak dapat menyerang pertahanan Juve adalah pergerakan Carlos Tevez yang juga ikut turun ke bawah untuk menjemput bola. Dilihat dari pergerakannya, Tevez sempat turun sampai garis tengah untuk membantu para gelandang untuk meredam permainan Genoa.

carlos

Apabila Juve mampu mempertahankan permainan seperti ini, bukan tidak mungkin Juve mampu meraih hasil positif ketika menjamu Madrid dan Napoli di J Stadio pekan depan, sehingga kesempatan untuk bermain di Lisbon dan mempertahankan Scudetto untuk ketiga kalinya akan semakin terbuka. Forza Juve!


View the original article here

Thursday, October 10, 2013

[Match Review Grup B UCL 13/14] Juventus vs Galatasaray – Blunder (Lagi) !!!

You Are Here: Home » All Articles, Match Review » [Match Review Grup B UCL 13/14] Juventus vs Galatasaray – Blunder (Lagi) !!!

Sujud syukur Alhassane Soumah Sujud syukur pemain Primavera – Alhassane Soumah

Ketika Primavera Juventus menang 3-1 atas Primaveranya Galatasaray di UEFA Youth League U19, hasil berbeda diraih tim senior mereka. Lagi-lagi skuad Conte membuang kemenangan di depan mata yang diraih dengan susah payah karena kesalahan mereka sendiri.

Kini perjalanan Juventus di penyisihan Grup B semakin berat, karena dari 2 pertandingan yang sudah dimainkan, Juventus hanya mampu meraih 2 kali hasil imbang dengan 2 poin. Real Madrid berlari kencang di puncak klasmen dengan 2 kemenangan yang bernilai 6 poin. Di peringkat 3 dan 4 ada København dan Galatasary yang masing-masing memiliki 1 poin.

Memang peluang Juventus lolos ke fase berikutnya belum tertutup, hanya menjadi berat karena lawan mereka berikutnya adalah Real Madrid, sementara Galatasaray “hanya” bertemu København, yang diatas kertas merupakan lawan mudah untuk Galatasaray.

Conte sendiri mengakui bahwa skuadnya membuang kemenangan di depan mata mereka. Otomatis keadaan ini membuat perjalanan mereka di Liga Champions seperti menanjaki medan yang sulit. Conte juga menjelaskan mengapa dia tidak dapat mengubah formasi 3-5-2 nya menjadi 4-3-3 saat keadaan menjadi sulit di atas lapangan. Karena Conte menilai hanya Simone Pepe pemain di posisi winger yang mampu bermain dalam formasi tersebut. Conte membuat keputusan berdasarkan pemain yang tersedia di dalam skuad.

“It’s a shame because we had managed to wrestle a game back in our favour that had started badly due to an individual error, which is something that can happen, then to concede an immediate equaliser is unusual. But that’s football for you.

“We put in a strong effort to overturn their opener and managed to do so. It will be a long and uphill journey, but we can’t let it dishearten us. We need to face the next Champions League games with the bit between our teeth and if we’re good then we’ll go through.”

"Perjalanan di UCL menjadi rumit & menanjak untuk Juve" “Perjalanan di UCL menjadi rumit & menanjak untuk Juve”

Changing something to catch the opposition by surprise is something that can be done during a game. But we’ve only got Pepe in the squad who would enable us to adopt a 4-3-3 system. Based on the players available, you look to go for the formation that can get the best out of them.”

(Antonio Conte – Juventus.com)

——————————————-

BABAK PERTAMA

Galatsaray sendiri tampil cukup baik di bawah pelatih baru mereka, Roberto Mancini. Hal ini didukung dengan buruknya permainan Juventus dari lini ke lini, sejumlah blunder yang dilakukan lini belakang Juventus berakibat fatal, ditambah lagi banyaknya peluang yang tidak mampu dimaksimalkan lini depan dan tengah Juventus.

Mirko Vucinic Masalah baru untuk Conte

Seperti sudah jatuh dan tertimpa tangga, keadaan semakin buruk dengan cederanya Vucinic di babak pertama dan Lichtsteiner saat jeda babak pertama. Bahkan kabar terakhir dari Tutto Sport, Vucinic dipastikan absen melawan AC Milan karena cedera fleksor paha kanan. Sementara Lichtsteiner masih menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.

Juventus memulai pertandingan dengan formasi andalan mereka 3-5-2, dan pemain yang diturunkan Conte adalah Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Pogba, Asamoah; Vucinic, Tevez.

www.uefa.com

Sementara Mancini memainkan formasi 4-2-3-1, dan pemain yang diturunkan adalah Muslera; Eboue, Chedjou, Kaya, Balta; Melo, Inan; Riera, Sneijder, Bruma; Drogba. Tensi permainan  mulai meningkat memasuki menit ke 18, peluang datang dari Galatasaray terlebih dahulu, Drogba yang menerima umpan dari Melo membawa bola masuk kedalam kotak penalti dengan mendapat pengawalan ketat dari pemain Juventus. Drogba melepaskan tembakan kaki kiri dari sudut sempit kiri gawang Buffon, beruntung tendangan keras Drogba dimentahkan Buffon dan langsung diamankan pertahanan Juventus.

www.uefa.com

Galatasaray kembali menekan pertahanan Juventus di menit 20. Giliran Drogba memberikan umpan ke Bruma di sisi kanan kotak penalti Juventus, namun tendangan kaki kiri Bruma masih dapat digagalkan Buffon. Di menit 25, pemain belakang Galatasaray, Semih Kaya digantikan Gökhan Zan karena mengalami cedera. Apesnya semenit kemudian Vucinic juga cedera saat mengejar umpan cantik Pirlo. Fabio Quagliarella masuk menggantikan Vucinic di menit 26.

Quagliarella langsung mendapatkan peluang saat menerima umpan dari Pirlo, sayang tandukannya masih melayang di atas mistar gawang Muslera. Dan kembali Quagliarella mendapatkan peluang di menit 27 saat melepaskan tendangan kaki kiri dari dalam kotak penalti namun tendangannya masih melebar dari sisi gawang Muslera.

www.uefa.com

Bencana pertama datang untuk Juventus. Bonucci bermaksud melakukan back pass ke Buffon, namun dia tidak melihat Drogba yang ada dibelakangnya. Dengan mudah Drogba mencuri bola back pass Bonucci dan mencetak gol. Buffon tidak bisa berbuat banyak karena bola lebih dekat dengan Drogba, usaha Barzagli untuk coba menyapu bola pun sia-sia. Galatsaray memimpin 1-0 di babak pertama. Kembali lagi Juventus harus kebobolan terlebih dahulu akibat blunder Bonucci.

Masih berbahaya di depan gawang! Masih berbahaya di depan gawang!

Tevez memiliki peluang di menit 37, sayangnya tendangan kaki kanannya dari tengah kotak penalti berhasil di block dan hanya menghasilkan tendangan sudut saja. Kembali Tevez mencoba keberuntungannya di menit 39, menerima umpan dari Quagliarella Tevez mencoba melepaskan tendangan keras kaki kanannya, namun masih melebar tipis disamping gawang Muslera.

www.uefa.com

Kembali Galatasaray menekan pertahanan Juventus dengan serangan balik yang cepat. Kali ini giliran Sneijder memiliki peluang di menit 42, menerima umpan Drogba, Sneijder mencoba melepaskan tendangan first time kaki kanan, namun tendanganny amasih melambung tinggi di atas gawang Buffon. Kembali Juventus membalas menekan pertahanan Galatasaray lewat Asamoah di menit 44, namun tendangan kaki kirinya dari sisi kiri masih dapat terbaca dengan baik.

Menit 45, Quagliarella nyaris mencetak gol, lewat kerjasama dengan Lichtsteiner disisi kanan gawang, tendangan jarak dekat Quagliarella dapat ditangkap dengan baik oleh Muslera. Tambahan waktu 3 menit di babak pertama belum menghasilkan gol untuk Juventus. Walaupun Juventus mendominasi di babak pertama (lihat statistik babak pertama di kolom bawah), namun blunder Bonucci membuat Juventus tertinggal 1-0, juga lini depan yang masih belum dapat memanfaatkan peluang demi peluang menjadi gol.

“I made a huge mistake, I thought Drogba was closer to me and I didn’t hit the ball cleanly. In Europe opponents always punish any mistake you make and especially players like Drogba. Now everything is more complicated in the group for us, let’s hope we can qualify as we did last season. We just have to continue working hard and start winning games. Today we were very good to come from behind but not as good to defend our lead. We must improve but I’m sure the spirit is always the right one.”

(Leonardo Bonucci – www.uefa.com)

——————————————-

BABAK KEDUA

Juventus memulai babak kedua dengan mengganti Lichtsteiner yang mengalami cedera di akhir babak pertama. Dan ini kesempatan untuk Isla menunjukkan bahwa dia belum habis setelah mengalami cedera parah, sayangnya sepanjang babak kedua, Isla bermain tidak maksimal dan belum menemukan bentuk permainan terbaiknya.

Dengan tertinggal 1 gol di babak pertama, sudah pasti Juventus akan menekan sejak awal babak kedua untuk secepatnya mencetak gol. Dan terbukti di menit 47, Vidal yang menerima umpan dari Isla langsung melepaskan tendangan keras dari jarak 25 meter dan masih melambung tipis di atas mistar gawang. Kemudian menit 50, Asamoah memiliki peluang yang sama dengan Vidal. Namun tendangannya juga masih melambung diatas mistar gawang.

Juventus kembali menekan di menit 53 lewat Tevez, namun kembali tendangan Tevez jatuh tepat di pelukan Muslera. Juventus butuh lebih dari sekedar keberuntungan dalam pertandingan ini. Di menit 58, umpan heading dari Isla, tendangan keras Vidal hanya melambung tipis saja di atas mistar gawang. Demikian juga peluang Vidal di menit 59 belum membuahkan gol untuk Juventus.

Arturo Vidal

Menit 60, Galatasaray menarik Riera dan memasukkan Amrabat, disusul Juventus di menit 68, Conte memasukkan Llorente dan menarik Bonucci keluar untuk menambah daya serang Juventus. Llorente langsung mendapatkan peluangnya di menit 70, umpan crossing Asamoah langsung disambut dengan headingnya, sayangnya masih melambung tipis. Menit 74, Mancini menarik Sneijder keluar dan memasukkan Umut Bulut.

Akhirnya Juventus mendapatkan kesempatan menyamakan kedudukan di menit 77, setelah wasit menilai Amrabat melakukan pelanggaran terhadap Quagliarella di dalam kotak penalti. Dan Vidal sebagai eksekutor dengan tenang menaklukkan Muslera yang keliru membaca arah bola Vidal. Juventus 1-1 Galatasaray. Mancini tampak tersenyum kecut di pinggir lapangan dan sesekali melakukan protes terhadap offisial keempat di pinggir lapangan.

Fabio Quagliarella

Dan akhirnya Juventus mampu berbalik unggul di menit 87 lewat heading Quagliarella. Berawal dari tendang keras Tevez dari luar kotak penalti yang berhasil di block pemain Galatasaray, namun rebound bola jatuh ke kaki Pirlo yang langsung memberikan umpan manis ke Quagliarella di dalam kotak penalti. eading keras Quagliarella membawa Juventus berbalik unggul 2-1 atas Galatasaray.

Namun keunggulan tersebut hanya bertahan 1 menit saja. Lini belakang Juventus kembali kalah cepat dengan serangan balik Galatasaray. Di menit 88, Drogba memberikan umpan lewat headingnya ke Umut Bulut yang tidak terkawal di sisi kanan gawang Buffon dan dengan mudah menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Tidak terlihat Barzagli maupun Isla yang seharusnya mengawal sisi pertahanan kanan Juventus saat serangan balik dari Galatasaray. Juventus kembali membuang peluang untuk meraih 3 poin malam itu.

www.uefa.com

Dengan sisa waktu yang ada, Juventus mencoba kembali mencetak gol, namun kesalahan lini belakang tersebut harus dibayar dengan mahal oleh Juventus. Satu-satunya peluang emas Juventus datang dari Llorente di sisa tambahan waktu. Mendapat pengawalan ketat dari Chedjou, Llorente tidak bisa berbuat banyak di dalam kotak penalti, tendangannya hanya melebar di samping tiang gawang.

Dan menit 95, wasit meniup peluit panjang tanda selesainya babak kedua. Juventus 2-2 Galatasaray. Hasil ini seperti Deja Vu dengan hasil musim lalu, saat itu Juventus juga meraih hasil imbang 3 kali berturut-turut sebelumnya menang tiga kali berturut-turut dan akhirnya menjadi juara grup. Masalahnya sekarang adalah lawan Juventus di pertandingan berikutnya adalah Real Madrid yang telah mencatatkan 2 kemenangan sempurna. Pertanyaannya bisa menang atau seri lagi Juve? (atau justru kalah?)

Penulis sendiri menilai bahwa peluang Juventus untuk lolos ke fase berikut masih terbuka cukup lebar, meskipun cukup sulit untuk menggeser Real Madrid dari puncak klasmen, paling tidak menjadi runner up sudah cukup membawa Juventus ke fase knock out. Bukankah kondisi seperti ini sudah pernah Juventus alami musim lalu dan mereka berhasil lolos? Bagaimana pandangan anda teman-teman?

Masih ada harapan Juve! Masih ada harapan Juve!

——————————————-


View the original article here