About Me

My photo
have facebook , have twitter
Showing posts with label Giornata. Show all posts
Showing posts with label Giornata. Show all posts

Thursday, January 2, 2014

[Match Review Giornata 16 Serie A 13/14] Juventus vs Sassuolo – Pelampiasan di Juventus Stadium

You Are Here: Home » - Daily News -, All Articles » [Match Review Giornata 16 Serie A 13/14] Juventus vs Sassuolo – Pelampiasan di Juventus Stadium

Seperti yang diprediksi, Juventus akan melampiaskan amarahnya setelah tersingkir dari penyisihan grup Liga Champions, dan korbannya kali ini adalah Sassuolo. Dengan mendominasi sepanjang pertandingan, Juventus menghancurkan Sassuolo 4-0 di Juventus Stadium. Juventus menguasai ball possession sampai dengan 61%, dengan total 20 shots, 8 diantaranya shots on target.

Kemenangan ini membuat Juventus menjauhkan diri dari kejaran AS Roma yang berada diperingkat 2 dengan selisih 6 poin. Namun jarak tersebut bisa terpangkas kembali menjadi 3 poin jika AS Roma mampu mengalahkan AC Milan dinihari nanti di San Siro.

Conte terpaksa melakukan rotasi di lini tengah karena cederanya Pirlo dan akumulasi kartu Marchisio. Asamoah dikembalikan ke posisi aslinya sebagai LCM, selama ini Asamoah bermain sebagai LWB di Juventus dan hasilnya tidak terlalu maksimal.

Namun ketika dimainkan seperti posisi aslinya di Udinese, terlihat Asamoah bisa tampil lebih maksimal. Pergerakannya sebagai LCM membuat pemain belakang Sassuolo kalang kabut menjaganya, sayang Asamoah tidak beruntung malam itu, beberapa peluang emas mencetak gol belum dapat diselesaikannya dengan baik. Sementara Vidal dan Pogba mendampingi Asamoah di tengah.

Posisi LWB dipercayakan kepada Peluso, yang malam itu tampil luar biasa dengan menyumbangkan 1 gol. Kemudian Isla yang sudah pulih dari cedera kembali menempati posisi RWB. Perlahan Isla mulai menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan formasi 3-5-2 nya Conte. Perlu diingat bahwa saat memperkuat Udinese, Isla adalah RWB terbaik Serie A saat itu. Namun cedera panjang membuatnya perlu waktu kembali kebentuk permainan terbaiknya.

Untuk permainan Vidal dan Pogba tentu semua sudah tahu bagaimana kelas kedua pemain ini, mereka adalah salah satu dari pemain tengah terbaik Eropa saat ini. Peluso dan Isla jarang mendapatkan kesempatan sebagai starter selama ini, tentu saja dengan menjadi starter di pertandingan ini sebagai ajang pembuktian bahwa mereka mampu berkompetisi dengan pemain Juventus lainnya untuk bersaing masuk starting XI Conte.

XI Juventus giornata 16 XI Juventus giornata 16

Meskipun “hanya” menghadapi tim promosi Sassuolo, Conte enggan main-main di pertandingan kandang terkahir tahun ini. Conte tetap menurunkan skuad terbaiknya, Buffon masih ada di bawah mistar gawang, sekaligus melanjutkan rekor clean sheet nya selama 730 menit! Jika dalam pertandingan berikutnya melawan Atalanta di giornata 17 gawang Buffon tetap clean sheet, maka Buffon akan mencatat rekor clean sheet terbaik nomor 3 (820 menit), dibawah Zoff (903 menit – Juventus 1972-1973) dan Rossi (929 menit – AC Milan 1993-1994).

Trio Chiellini-Bonucci-Barzagli menjadi tembok tebal yang mengawal gawang Buffon. Sementara untuk lini depan, Conte tidak mau melewatkan on fire nya duet Tevez dan Llorente yang semakin padu. Kedua striker ini sudah menjadi pemain terbaik bulanan pilihan fans Juventus, November kemarin Llorente didaulat sebagai pemain terbaik pilihan fans.

Llorente - Terbaik November 2013 Llorente – Terbaik November 2013

Sebaliknya Sassuolo berada diperingkat 17 harus berusaha keras untuk dapat bertahan di Serie A. Dengan total poin 14 sampai dengan giornata 16, bahaya degradasi terus mengintai. Sassuolo hanya berjarak 4 poin dengan penghuni dasar klasmen saat ini, Catania.

Dalam skuad Sassuolo sendiri cukup banyak mantan pemain Juventus dan pemain yang dimiliki bersama kedua klub. Sebut saja mantan pemain Juventus seperti Ziegler, Chibsah, sampai pemain dengan kepemilikan bersama yang bersinar disana, Berardi (7 gol), Zaza (5 gol) dan Marrone (1 gol).

Namun Juventus masih terlalu kuat untuk Sassuolo, hasil 4-0 sudah membuktikan perbedaan kekuatan keduanya. Sebaliknya Juventus juga jangan berpuas diri dengan kemenangan ini, karena lawan yang mereka “hanya” Sassuolo, yang memang bukan lawan sepadan.

Berardi & Zaza - masa depan Juventus Berardi & Zaza – masa depan Juventus

Pelatih Sassuolo, Eusebio Di Francesco, mengakui bahwa ada kesenjangan yang besar antara tim nya dengan Juventus. Apalagi dia harus kehilangan striker andalannya, Domenico Berardi, yang juga merupakan pemain yang dimiliki Juventus.

Di Francesco menyebutkan bahwa Juventus memiliki kekuatan fisik serta teknik dan kemampuan untuk merebut bola di daerah pertahanan lawan. Selain itu Juventus juga bermain satu lawan satu, bahkan sampai 3 bek nya melakukan hal serupa dan itu membuat Sassuolo tidak bisa berbuat apa-apa melawan Juventus.

Giornata 16 ini dimulai dengan menggenang kepergian 2 pemain muda Juventus, Ale dan Ricky yang meninggal dunia karena tenggelam di danau buatan komplek latihan Vinovo pada 15 Desember 2006 lalu. Meskipun sudah terjadi 7 tahun yang lalu, namun Ale dan Ricky tidak akan pernah dilupakan sampai kapan pun juga.

Sebelum pertandingan dimulai, pihak klub telah menyiapkan sebuah klip untuk menggenang kepergian Ale dan Ricky yang disaksikan seluruh penonton di Juventus Stadium. Berbagai bentuk dukungan terus dilakukan pihak klub sebagai bentuk dedikasi terhadap 2 pemain muda ini, salah satunya adalah lewat organisasi amal yaitu Alessio Ferramosca, yang sudah banyak menolong anak-anak yang tidak mampu.

Selain itu di Juventus Stadium juga ada yang istimewa, dengan hadirnya 9.000 anak-anak dari berbagai sekolah di Turin yang mengisi Tribun Sud bagian selatan. Ini merupakan bagian dari program “Gioca con me … Tifa con me” yang Juventus lakukan untuk memerangi tindakan rasisme yang terkenal di Serie A selama ini.

Proses terjadinya gol-gol Juventus

Gol pertama Juventus terjadi di menit 15 lewat kaki Tevez. Berawal dari umpan terobosan Isla ke Llorente, kemudian Llorente berhasil mengelabui 2 pemain Sassuolo dengan memberikan umpan matang kepada Vidal yang berada di dalam kotak penalti. Vidal yang ditempel Magnanelli mampu mengecohnya dengan gocekan kelas dunia dan diteruskan dengan tendangan kaki kiri ke gawang Pegolo.

Gol pertama Juventus (Tevez 15") Gol pertama Juventus (Tevez 15?)

Meskipun mampu membaca arah bola namun Pegolo tidak dapat menangkap bola dengan baik dan dengan mudah Tevez segera menyambar bola rebound Pegolo dan membawa Juventus unggul 1-0 atas Sassuolo di babak pertama menit 15. Juventus 1-0 Sassuolo.

Gol kedua Juventus datang dari skema bola mati, Peluso berhasil menyundul umpan dari tendangan bebas Tevez di menit 28. Peluso yang berada dalam kotak penalti melompat lebih tinggi dari pada Antei yang menjaganya dan sundulan kerasnya mengarah ke pojok kanan atas gawang membuat Pegolo tidak sempat bereaksi apa-apa. Juventus 2-0 Sassulo.

Gol kedua Juventus (Peluso 28") Gol kedua Juventus (Peluso 28?)

Gol ketiga Juventus kembali terjadi masih di babak pertama, tepatnya di menit 45 menjelang berakhirnya babak pertama. Tevez mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan blunder back pass dari Marzorati ke Pegolo.

Dan saat berhadapan satu lawan satu dengan Pegolo, dengan tenang Tevez melewati Pegolo dan menceloskan bola ke gawang yang sudah kosong. Tevez membawa Juventus semakin jauh dari Sassuolo. Menit 45 babak pertama, Juventus 3-0 Sassuolo.

Gol ketiga Juventus (Tevez 45") Gol ketiga Juventus (Tevez 45?)

Gol keempat Juventus (Tevez 68") Gol keempat Juventus (Tevez 68?)

Gol keempat Juventus terjadi di babak kedua, menit 68 dan Tevez sukses mencatatkan hattrick pertamanya bersama Juventus. Lewat umpan silang yang dilepaskan Isla dari dalam kotak penalti, Tevez tanpa kesulitan menaklukkan Pegolo untuk ketiga kalinya. Juventus membantai Sassuolo 4-0 malam itu.

========================================

========================================

Kemenangan atas Sassuolo menjadi moment yang tepat untuk bangkit pasca kekalahan tragis dari Galatasaray di Liga Champions. Namun yang harus diingat bahwa Sassuolo bukanlah lawan yang sebenarnya untuk Juventus. Perbedaan kualitas kedua tim bagaikan langit dan bumi, sehingga kemenangan 4-0 atas Sassuolo tidaklah terlalu mengherankan banyak pihak.

Juventus masih harus banyak berbenah, terutama dengan gagalnya mereka lolos ke 16 besar Liga Champions musim ini. Persaingan yang ketat di Serie A, mulai bergulirnya Coppa Italia sampai dengan pertandingan yang harus mereka mainkan di Liga Europa, sungguh perjalanan Juventus masih panjang musim ini. Yang pasti, kami semua bersamamu Juve!

========================================


View the original article here

Monday, November 18, 2013

[Preview Serie A Giornata 05] Chievo vs Juventus: Defense Wins Championships

You Are Here: Home » All Articles, Match Preview » [Preview Serie A Giornata 05] Chievo vs Juventus: Defense Wins Championships

LIVE di TVRI: Chievo vs Juventus, Kamis, 26 September 2013 01.45 WIB.

______________________________________________________________________________________

Table_Giornata04Setelah unggul tipis dari Hellas Verona 2-1 hari Minggu kemarin, Juve harus bertandang ke tim kota Verona yang lain, Chievo, hari Rabu ini. I Bianconeri memasuki giornata kelima ini dengan tujuan meraih angka penuh supaya tidak tertinggal makin jauh dari Napoli dan Roma dimana Napoli akan menjamu Sassuolo dan Roma bertandang ke Sampdoria.

CHIEVO

Musim ini, dari dua pertandingan kandang, rekor Chievo adalah satu kali menang (2-1 vs Udinese) dan satu kali kalah (2-4 vs Napoli). Tidak seperti di musim-musim sebelumnya dimana pertahanan Chievo cukup sulit ditembus, musim ini mereka telah kebobolan delapan gol dan baru meraih kemenangan di giornata keempat.

Memang, pergantian pelatih dan formasi, dari Domenico Di Carlo dan Eugenio Corini dengan 3-5-2/5-3-2 ke Giuseppe Sannino dengan 4-4-2 tidaklah mudah. Apalagi Chievo juga kehilangan pilar di belakang seperti Bojan Jokic (ke Villareal) dan Marco Andreolli (ke Inter Milan).

Selain itu, pergantian kiper juga sedikit banyak berpengaruh. Christian Puggioni adalah kiper yang baik tetapi belumlah sebaik Stefano Sorrentino yang hengkang ke Palermo pertengahan musim lalu.

Formation_Chievo

Namun menurut gosip, kemungkinan Sannino akan mengembalikan formasi ke 5-3-2 untuk menahan laju Juve dan mencoba mematikan Andrea Pirlo, yang kurang efektif saat melawan Verona. Selain itu, tidak dapat dipungkiri, permainan keras telah menjadi ciri khas Chievo dan dengan Juve tengah menjalankan tujuh partai dalam 23 hari, hal ini tentu menjadi ancaman serius.

Alberto Paloschi, pemain bersama antara Chievo-Milan, tidak boleh dipandang enteng. Dia adalah striker oportunis yang rajin bergerak di dalam kotak penalti. Dua golnya ke gawang Napoli menunjukkan kualitasnya. Saat Paloschi telah lelah atau Chievo ingin mengejar hasil, Sannino dapat mengandalkan Sergio Pellissier, super-sub yang kerap menjadi momok bagi Juve. Di umurnya yang telah 34 tahun, Pellisier memang sudah kehilangan stamina tetapi saat dia menjadi starter vs Udinese, dia mampu mencetak gol dan membantu memenangkan timnya.

Perkiraan susunan pemain (5-3-2): Puggioni; Sardo, Frey, Bernardini, Cesar, Drame; Radovanovic, Rigoni, Sestu; Paloschi, Thereau.

26 Pemain Chievo yang Dipanggil:

Portieri: ?1 Puggioni, 18 Squizzi, 28 ?SilvestriDifensori:? 2 Bernardini, 4 Claiton, 12 ?Cesar, 15 ?Pamic, ?17 Sardo, ?21 Frey, 33 ?Papp, ?93 DramèCentrocampisti:? 6 Kupisz, 7 Lazarevic, 8 Radovanovic, 9 Bentivoglio, 10 Sestu, 14 Calello, 16 Improta, 20 Estigarribia, 22 ?Acosty, ?27 RigoniAttaccanti: ?11 Samassa, 31 ?Pellissier, ?43 Paloschi, 77 ?Théréau, ?90 Ardemagni

Salah satu pemain inti Chievo, Perparim Hatemaj, tidak dibawa kemungkinan karena cedera.

JUVENTUS

Satu hal yang paling menarik bagi penulis saat pelatih Antonio Conte melakukan konferensi pers kemarin menjelang pertandingan Chievo-Juve. Dia mengatakan bahwa pertahanan harusnya menjadi senjata terbaik Juve. Penulis sangat setuju. Buat penulis, defense wins championships dan begitulah umumnya tim Juve memenangkan trofi. Juve boleh punya Platini, Baggio, Del Piero, tetapi tetap, pertahanan-lah yang menjadi “nyawa” Juventus.

Topik ini muncul mengingat Juve telah kebobolan tiga gol dalam empat pertandingan liga, dua dari blunder dan satu dari koordinasi pertahanan yang tidak baik saat menghadapi bola mati. Memang, beberapa kali pertahanan Juve tampak goyah saat menghadapi bola mati. Selain itu, speed pertahanan juga beberapa kali terekspos.

Di tiga pertandingan terakhir, saat melawan Inter Milan, Copenhagen, dan Verona, Juve juga selalu kebobolan terlebih dahulu karena faktor-faktor yang telah disebut di atas dan dua dari tiga pertandingan tersebut, Juve gagal meraih kemenangan.

OgbonnaDisinilah pentingnya rotasi dan bek tengah yang memiliki kecepatan baik seperti Martin Caceres dan Angelo Ogbonna (tapi sayang, Caceres cedera). Tiga bek tengah Juve Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini bukanlah bek-bek yang memiliki kecepatan yang baik dan mengandalkan teknik, antisipasi, dan pengalaman. Apalagi Barzagli telah berusia 32 tahun dan Chiellini kerap mengalami gangguan fisik. Biasanya, permainan mereka di awal musim belum baik dan memerlukan waktu untuk “panas”.

Dalam konferensi persnya, pelatih Antonio Conte mengisyaratkan bahwa dia akan kembali melakukan rotasi dan para media memperkirakan Conte akan menurunkan trio Ogbonna-Bonucci-Chiellini dalam pertandingan ini. Barzagli yang bermain penuh tiga hari yang lalu diistirahatkan dan Chiellini yang tidak bermain melawan Verona akan bermain malam ini.

Di lini tengah, penulis memperkirakan tiga starter Arturo Vidal-Pirlo-Paul Pogba akan dipertahankan, walaupun tidak tertutup kemungkinan salah satunya akan digantikan oleh Claudio Marchisio. Di bek sayap kanan, Stephan Lichtsteiner yang istirahat saat melawan Verona kemungkinan akan kembali menjadi starter sedang di bek sayap kiri, kemungkinan Kwadwo Asamoah perlu menarik napas sejenak dan tidak bermain sejak awal. Apabila tidak, kemungkinan Federico Peluso-lah yang akan menggantikan.

Di depan, Carlos Tevez sulit digantikan dan mengingat adanya laga penting Juventus-Galatasaray pertengahan minggu depan, kemungkinan dia baru akan diistirahatkan saat melawan Torino Sabtu ini. Pasangannya di depan masih menjadi tanda tanya, apakah Mirko Vucinic yang tidak efektif saat melawan Verona, Fernando Llorente yang mencetak gol tetapi belum maksimal, atau Fabio Quagliarella yang dapat mencetak gol dari mana saja tetapi kerap kehilangan bola.

Perkiraan susunan pemain (3-5-2): Buffon; Ogbonna, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Pogba, Peluso; Llorente, Tevez.

23 Pemain Juve yang Dipanggil:

Portieri: ?1 Buffon, 30 Storari, 35 VannuchiDifensori:? 3 Chiellini, 5 Ogbonna, 11 De Ceglie, 13 Peluso, 15 Barzagli, 16 Motta, 19 Bonucci, 26 Lichtsteiner, 33 IslaCentrocampisti:? 6 Pogba, 8 Marchisio, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 VidalAttaccanti: ?9 Vucinic, 10 Tevez, 12 Giovinco, 14 Llorente, 27 Quagliarella

***

Banyak media memperkirakan Conte akan menyimpan Bonucci, Vidal dan Tevez tetapi terus terang, penulis tidak setuju. Ketiga pemain tersebut mungkin adalah tiga pemain terbaik sejauh ini dan setidaknya dua dari tiga pemain tersebut harus bermain. Apabila ketiganya disimpan, penulis ragu Juve dapat meraih angka penuh. Namun siapapun yang bermain, permainan pressing dan tanpa blunder mutlak diperlukan apabila kita tidak mau tertinggal lebih jauh dari Napoli dan Roma. Defense wins championships.

Barzagli_Bonucci_Chiellini_Buffon

Forza Juve!!!

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.

View the original article here

View the original article here

View the original article here


View the original article here

Sunday, November 17, 2013

[Match Review Giornata 9 Serie A 2013/2014] Juventus vs Genoa: Juve Belum Habis

You Are Here: Home » All Articles, Match Review » [Match Review Giornata 9 Serie A 2013/2014] Juventus vs Genoa: Juve Belum Habis

Signora1897-ers, kegagalan meraih poin dalam dua pertandingan berturut-turut saat melawan Viola Merda dan Madrid tentu membuat banyak pihak sempat beranggapan bahwa anak asuh Antonio Conte telah kehilangan bahan bakar untuk mengarungi kompetisi pada musim ketiganya. Namun semua anggapan tersebut seolah menjadi pemacu para pemain Juve untuk membuktikan bahwa Juve belum lah habis.

Benar saja, pada lanjutan Serie A pekan ke 9 melawan Genoa di J Stadio, Juve seolah membuktikan bahwa Juve belum habis, bahkan semakin lebih baik lagi. Hal tersebut juga diakui oleh pelatih Genoa, Gian Piero Gasperini. Seusai laga, Gasperon sempat mengungkapkan bahwa Juve sedang tidak dalam kondisi krisis. Pernyataan Gasperon tersebut tentu menjadi sinyal bagi semua rival bahwa JUVE BELUM HABIS!

Pada pertandingan melawan Genoa, Conte memutuskan untuk kembali memakai formasi 3-5-2 kesayangaannya, setelah sebelumnya sempat memakai pola 4-3-3 saat melawan Madrid. Seentara dari pihak Genoa, Gasperon memakai pola 4-4-1-1.

preview

Dari susunan pemain, Conte menurunkan semua pemain intinya yang sedang fit. Di lini belakang, Leo Bonucci yang sempat dicadangkan saat melawan Madrid kembali ke starting line-up bersama Barzagli dan Chiello. Di lini tengah, cederanya Lichtsteiner tampaknya sedikit memberikan ruang untuk Isla bermain di posisi RWB, menemani Vidal, Pirlo, Pogba dan Asamoah di LWB. Di lini depan, menipisnya stok pemain pada posisi ini menyusul cederanya Vucinic, Quagliarella, dan kurang bugarnya kondisi Giovinco membuat Conte memilih duet striker yang baru tiba musim panas ini, yakni Tevez dan Llorente.

Sejak peluti dibunyikan, Juve langsung tancap gas untuk mencetak gol pada pertandingan ini. Fernando Llorente menjadi pemain pertama yang mendapatkan peluang untuk mencetak gol pada menit ke 6, namun sayang crossing Asamoah dari sisi kanan pertahanan Genoa gagal menemui kepala Fernando. Tidak lama kemudian, Fernando juga mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol keduanya di Serie A, berawal dari crossing Isla dari sisi kiri pertahanan Genoa yang tidak dapat diantisipasi oleh Perin, bola muntah tersebut gagal dimaksimalkan oleh Fernando yang berada pada posisi yang seharusnya bisa menceploskan bola ke gawang. Selain reflek yang sangat bagus dari Perin, tampaknya Fernando tidak mengira bahwa bola tersebut akan mengarah tepat ke arahnya.

Selain Fernando, pemain lain yang juga mempunyai kesempatan untuk mencetak gol pertama pada pertandingan ini adalah Arturo Vidal. Melihat rapatnya barisan pertahanan Genoa, pada menit ke 19, Vidal mencoba peruntungan dengan melepaskan tendangan jarak jauh, namun sayang meskipun Perin hanya terpana dan tidak dapat berbuat apa-apa, tendangan tersebut dapat diselamatkan oleh tiang gawang.

asa

Seolah tidak lelah untuk mencari gol pertama, Juve terus menekan pertahanan Genoa, hingga pada akhirnya pemain Genoa, Davide Biondini melakukan pelanggaran terhadap Asamoah yang coba melakukan penetrasi ke daerah pertahanan Genoa. Banyak pihak berpandangan bahwa pelanggaran yang dilakukan Biondini terhadap Asamoah dilakukan di luar kotak penalty, namun wasit tetap memutuskan untuk memberikan penalti untuk Juve.

Arturo Vidal, yang menjadi algojo penalti tidak menyia-nyiakan peluang tersebut. Vidal berhasil menendang ke arah kanan dari Perin, sementara Perin salah mengantisipasi dengan mengarah ke arah yang berlawanan. JUVENTUS 1 – Genoa 0

1003486_10151685019247466_387258036_n

Setelah unggul 1 gol, Juve belum menurunkan pedal gas, bahkan semakin menambah serangan ke arah pertahanan Genoa. Dua menit setelah mencetak gol, lagi-lagi Juve mendapatkan peluang emas untuk menambah keunggulan, kali ini giliran Andrea Pirlo yang mendapatkannya, namun sayang peluang tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Andrea. Pergerakan Pirlo ke dalam pertahanan Genoa tentu mengejutkan pemain Genoa, karena sebelumnya Andrea jarang melakukan tusukan ke dalam pertahanan lawan.

Selain Pirlo, pemain lainnya yang juga mempunyai kesempatan menambah keunggulan adalah Paul Pogba. Berawal dari kesalahan pemain Genoa yang terlalu lama membawa bola, Pogba yang berhasil mencuri bola tersebut gagal memanfaatkan peluang tersebut, tendangan yang coba diarahkan ke tiang jauh gagal menemui sasaran.

Akhirnya, setelah menggempur pertahanan Genoa, Juve berhasil mendapatkan gol keduanya melalui Carlos Tevez. Pada menit 36, memanfaatkan umpan Asamoah, Tevez berhasil mengelabui pemain Genoa, dan akhirnya berhasil menaklukkan Perin yang bermain gemilang pada pertandingan ini. JUVENTUS 2 – Genoa 0

Setelah dua kali berhasi mengoyak gawang Genoa, praktis di babak kedua Juve terus memburu gol ketiga, tragedi di Firenze tampaknya tidak ingin diulangi oleh semua pemain. Dari beberapa peluang yang didapatkan Juve di babak kedua, hanya peluang Fernando Llorente lah yang seharusnya bisa menambah keunggulan Juve, namun tendangan yang kurang sempurna dari Llorente membuat bola gagal masuk ke jala Perin.  Kedudukan 2-0 unuk Juve bertahan sampai peluit akhir dibunyikan. JUVENTUS 2 – Genoa 0

1003478_763814663645765_997061724_n

Hal menarik yang dapat dilihat dari pertandingan ini adalah intensitas Juve yang menekan Genoa untuk bermain setengah lapangan, bahkan Genoa menjadi tim kedua setelah Torino yang tidak dapat memberikan shot on target!. Meskipun hanya mencetak dua gol, namun melihat dari statistik permainan Juve yang mampu menguasai bola sampai 59% dan menciptakan 9 kali shot on target, boleh dibilang Genoa beruntung hanya kebobolan dua gol.

stat

Selain membuktikan bahwa Juve belum habis, kemenangan atas Genoa disaat banyak pemain yang cedera tentu menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Antonio Conte. Fernando Llorente misalnya, meskipun sempat mengalami kesulitan pada awal kedatangannya, namun Spaniard jangkung tersebut membuktikan bahwa dirinya pantas untuk berada di Juve. Meskipun tidak mencetak gol, namun Llorente menjadi pemain yang paling sering melepaskan tendangan ke gawang Genoa, total Llorente melepaskan 5 kali tendangan dan 3 shot on target.

nando

Secara keseluruhan, permainan Juve sangat menghibur, terutama kombinasi Tevez dan Llorente. Meskipun menghibur, menurut penulis, permainan Juve sedikit menurun di babak kedua, dan sedikit mengendorkan serangan, beruntung pemain Genoa tidak dapat memaksimalkannya menjadi peluang. Salah satu penyebab Genoa tidak dapat menyerang pertahanan Juve adalah pergerakan Carlos Tevez yang juga ikut turun ke bawah untuk menjemput bola. Dilihat dari pergerakannya, Tevez sempat turun sampai garis tengah untuk membantu para gelandang untuk meredam permainan Genoa.

carlos

Apabila Juve mampu mempertahankan permainan seperti ini, bukan tidak mungkin Juve mampu meraih hasil positif ketika menjamu Madrid dan Napoli di J Stadio pekan depan, sehingga kesempatan untuk bermain di Lisbon dan mempertahankan Scudetto untuk ketiga kalinya akan semakin terbuka. Forza Juve!


View the original article here

[Preview Serie A Giornata 12] Juventus – Napoli : SIAGA 1 Juve!

Menjelang laga penting melawan Napoli dalam lanjutan giornata 12 Serie A 13/14, skuad Juventus dalam kondisi siaga 1. Dimulai dengan absennya Vucinic dan Lichtsteiner karena cedera, disusul kemudian dengan cederanya Chiellini dalam sesi latihan hari ini dan dipanggilnya Caceres ke timnas Uruguay, membuat skuad Juventus terasa berat sebelah saat menjamu Napoli di Juventus Stadium.

Memang pihak klub belum resmi menyatakan bahwa Chiellini akan absen melawan Napoli, namun pemberitaan media Italia menyebutkan hampir mustahil untuk Chiellini untuk dapat bermain minggu ini setelah cedera yang didapatnya. Tim medis sedang berusaha keras memulihkan cedera Chiellini saat ini.

Conte hanya memiliki Ogbonna sebagai satu-satunya alternatif yang paling masuk akal sebagai pelapis Chiellini jika tidak dapat pulih menjelang pertandingan nanti. Kabarnya Juventus sedang coba bernegoisasi untuk menahan Caceres setidaknya sampai dengan pertandingan melawan Napoli selesai, namun rasanya kesepakatan sulit terjadi.

Caceres - Tidak ada saat dibutuhkan Caceres – Tidak ada saat dibutuhkan

Semoga masih ada keajaiban terjadi, berharap saja cedera Chiellini tidak separah yang diperkirakan dan dia bisa bermain melawan Napoli. Karena kehilangan Chiellini akan menjadi kerugian besar untuk Juventus, apalagi Chiellini yang tidak bermain di Liga Champions karena kartu merah, seharusnya dalam kondisi kebugaran yang lebih baik dibanding pemain lainnya.

Tambahan:

Chiellini resmi tidak dipanggil ke dalam tim untuk menghadapi Napoli karena cedera. Caceres juga harus absen karena membela timnas Uruguay menjalani babak playoff menghadapi Jordania untuk memperebutkan satu tiket ke Piala Dunia 2014.Vucinic dan Lichtsteiner juga absen tetapi diperkirakan sudah pulih dan siap di giornata ke-13 tanggal 24 November antara Juventus-Livorno. Pepe diperkirakan kembali di bulan Desember.

20 Pemain Juve yang Dipanggil:

Portieri: 1 Buffon, 30 Storari, 34 RubinhoDifensori: 5 Ogbonna, 11 De Ceglie, 13 Peluso, 15 Barzagli, 16 Motta, 19 Bonucci, 33 IslaCentrocampisti: 6 Pogba, 8 Marchisio, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 VidalAttaccanti: 10 Tevez, 12 Giovinco, 14 Llorente, 27 Quagliarella

Dalam sesi latihan, Conte kembali memainkan formasi 3-5-2, namun melihat kondisi dan pemain yang ada, bisa jadi Conte mengubah formasi permainan sesuai dengan kondisi skuad yang ada saat ini. Seperti yang dilakukannya saat bertemu Real Madrid di liga Champions, Conte mencoba formasi 4-3-3 yang terbukti efektif mengimbangi Madrid sepanjang pertandingan, bahkan dengan sedikit keberuntungan Juventus seharusnya bisa mengalahkan Madrid.

4-3-3 Conte mampu mengimbangi Madrid 4-3-3 Conte mampu mengimbangi Madrid

Namun dalam laporan langsung dari Vinovo, Tutto Juve menyebutkan tampaknya Conte akan memainkan formasi 3-5-2 dengan perkiraan pemain sebagai berikut :

Juventus 3-5-2: Buffon; Barzagli, Bonucci, Ogbonna; Isla, Vidal, Pirlo, Pogba, Asamoah; Tevez, Llorente.

Untuk lini depan, posisi Tevez jelas saat ini sulit untuk digeser striker lainnya. Namun untuk tandem Tevez, saat ini Llorente lebih favorit dibandingkan Quagliarella yang baru pulih cedera atau Giovinco yang lebih dipercaya Conte sebagai pemain pengganti.

Tevez - terus mencetak gol untuk Juventus Tevez – terus mencetak gol untuk Juventus

Dilini tengah, cederanya Lichtsteiner membawa berkah untuk Isla membuktikan bahwa dia pantas berada di Juventus. Di LWB, Asamoah adalah pilihan terbaik diantara yang terburuk untuk posisi tersebut, jelas prioritas utama Juventus di bursa transfer mendatang bukan lagi striker kelas TV plasma, namun Conte membutuhkan LB dan LWB yang berkelas.

Marchisio tampaknya akan dicadangkan kembali, karena mustahil untuk mengorbankan Pogba yang sedang bersinar terang saat ini. Pirlo dan Vidal jelas menjadi jaminan di lini tengah untuk memenangi duel dengan lini tengah Napoli yang tidak kalah hebatnya.

Yang cukup membuat cemas adalah lini belakang, dengan kebobolan 10 gol sampai dengan giornata 11, jelas lini belakang Juventus tidak sebaik 2 musim terakhir. Ditambah lagi dengan pincangnya pemain lini belakang saat ini, jelas Conte berpikir keras membangun tembok di belakang. Jika memang Chiellini gagal pulih pada waktunya, maka pilihan realistis Conte adalah Barzagli-Bonucci-Ogbonna. Dengan kiper sekelas Buffon, jika lini belakang konsentrasi dengan baik, paling buruk mereka hanya kebobolan 1 gol saja, syukur jika bisa kembali clean sheet di Serie A untuk ke 4 kalinya berturut-turut.

============================================

Napoli musim ini dibawah pelatih baru mereka, Rafael Benitez, membawa perubahan yang signifikan untuk Napoli musim ini. Napoli era Walter Mazzarri yang terkenal dengan formasi 3-5-2 nya tidak lagi digunakan Benitez musim ini. Benitez lebih memilih formasi 4-2-3-1 miliknya sendiri, dan hasilnya cukup memuaskan, sampai dengan giornata 11 ini, Napoli berada diperingkat 2 klasmen sementara Serie A dengan 28 poin. selisih 3 poin dengan AS Roma yang berada di capolista.

Kehilangan striker andalan mereka, Cavani, rupanya tidak berpengaruh besar. Kedatangan sejumlah pemain bintang seperti Higuain dan Callejon dari Real Madrid membuat Cavani cepat dilupakan fans Napoli. Juga kedatangan Mertens dari PSV Eindhoven dan semakin matangnya Hamsik membuat Napoli semakin kuat musim ini. Sementara di lini belakang kehadiran Albiol mampu mengkudeta Paolo Cannavaro ke bangku cadangan. Juga kehadiran Pepe Reina membuat gawang Napoli sulit ditembus dengan sejumlah penyelamatan berkelas miliknya.

Higuain & Callejon - warna baru Napoli Higuain & Callejon – warna baru Napoli

Gawatnya lagi, disaat Juventus harus kehilangan sejumlah pemain pilar, Napoli justru tengah menyambut kembalinya beberapa pemain mereka yang cedera, diantaranya Zuniga, Mesto dan Britos. Bahkan dikabarkan Mesto sudah kembali berlatih penuh dan akan diputuskan dalam 24 jam apakah akan dibawa ke Turin atau tidak.

Tambahan: Britos akhirnya dipanggil karena sudah pulih dari cederanya sedangkan Mesto dan Zuniga masih absen.

21 Pemain Napoli yang Dipanggil:

Portieri: 1 Rafael, 15 Colombo, 25 ReinaDifensori: 2 Uvini, 5 Britos, 21 Fernandez, 28 Cannavaro, 27 Armero, 33 AlbiolCentrocampisti: 11 Maggio, 17 Hamsik, 20 Dzemaili, 22 Radosevic, 85 Behrami, 88 InlerAttaccanti: 7 Callejon, 9 Higuain, 14 Mertens, 19 Pandev, 24 Insigne, 91 D. Zapata

Penjualan Cavani ke PSG seharga 63 juta euro membuat Napoli bebas bergerak di bursa transfer musim ini. Memiliki dana ekstra dan strategi mercato yang baik, Napoli menjadi ancaman serius untuk Juventus meraih hattrick scudetto kali ini. Penulis lebih kuatir dengan ancaman Napoli dibandingkan AS Roma sebagai pesaing Juventus merebut scudetto musim ini.

Pergerakan Higuain di depan gawang lawan jelas menakutkan lini belakang manapun, bukan hanya memiliki finishing maut tapi juga memiliki kemampuan membuka ruang dan memberikan umpan-umpan cantik. Dengan dukungan pemain seperti Hamsik, Mertens dan Callejon, jelas Higuain sama berbahayanya seperti Cavani. Berikut perkiraan formasi yang akan dimainkan Benitez saat melawan Juventus.

Napoli 4-2-3-1: Reina; Maggio, Albiol, Fernandez, Armero; Inler, Behrami; Callejon, Hamsik, Mertens; Higuain.

============================================

Juventus harus bermain seperti saat mereka bertemu Madrid lalu, menekan sejak awal pertandingan dan terus mendominasi penguasaan bola. Dengan cara demikian peluang untuk mencetak gol lebih terbuka lebar daripada bertahan dan melakukan serangan balik. Lini belakang Juventus juga harus fokus dan disiplin menjaga pergerakan Higuain yang berbahaya. Lini tengah Juventus juga harus mampu meredam dukungan lini tengah ke lini depan Napoli. Yang perlu diingat, mesin gol Napoli bukan hanya Higuain semata, Callejon, Mertens dan Hamsik bisa muncul dari lini kedua dan mencetak gol disaat Higuain dikawal ketat.

Higuain vs Tevez - Siapa yang lebih tajam? Higuain vs Tevez – Siapa yang lebih tajam?

Tevez dan Llorente akan berusaha keras ntuk membobol gawang Reina. Khusus untuk Tevez, pertandingan ini sekaligus menjadi ajang pembuktian, siapa yang lebih baik, dia atau Higuain, keduanya pernah berduet di lini depan timnas Argentina beberapa tahun lalu. Kini Tevez sudah mulai dilupakan dari timnas, sementara Higuain masih dipanggil ke timnas Argentina. Tentu Tevez ingin membuktikan bahwa dirinya masih pantas memperkuat timnas Argentina.

Dengan semangat permainan seperti melawan Madrid Rabu lalu ditambah dukungan penuh dari fans di Juventus Stadium, penulis tetap menjagokan Juventus meraih 3 angka penuh dikandang dengan skor kemenangan 2-1 atas Napoli. Seperti yang dikatakan Conte, melawan Real Madrid justru membuat Juventus semakin kuat dan solid. Anda setuju teman-teman?

============================================


View the original article here

[Preview Serie A Giornata 11] Parma – Juventus: Rotasi Lagi, Tiga Poin Lagi?

You Are Here: Home » All Articles, Match Preview » [Preview Serie A Giornata 11] Parma – Juventus: Rotasi Lagi, Tiga Poin Lagi?

Signora1897 ers, Parma memasuki giornata ke-11 ini dengan rekor yang bagaikan roller coaster: naik turun. Dalam enam pertandingan terakhir, rekor Parma adalah W-D-W-L-W-L. Dalam dua pertandingan terakhir, kemenangan 3-2 atas Milan diikuti dengan kekalahan 0-1 di kandang Genoa. Padahal, pelatih Roberto Donadoni selalu memakai formasi 3-5-2 dalam semua pertandingan di musim ini dan selalu memainkan tulang punggung yang sama: kiper Antonio Mirante, bek Mattia Cassani, Alessandro Lucarelli, Felipe, bek-bek sayap Jonathan Biabiany dan Massimo Gobbi, pemain-pemain tengah Marco Parolo, Warter Gargano dan Marco Marchionni, dan penyerang-penyerang Amauri dan Antonio Cassano.

Formation_Parma

Tetapi kenyataannya, memang permainan pemain-pemain Parma sendiri yang tidak konsisten dan tidak merata kualitasnya. Bek seperti Lucarelli memang konsisten cukup baik tetapi Felipe, apalagi mantan pemain primavera Juve Cassani, sama sekali tidak memberikan rasa aman di belakang. Parma mungkin akan sedikit terbantu dengan kembalinya Yohan Benalouane dari cedera dan bek Prancis ini sangat lugas bermain namun dilain pihak, sangat rawan kartu.

Di tengah Parolo semakin matang permainannya dan kembali menjadi salah satu yang terbaik di Parma setelah selama beberapa tahun terakhir ini sering diganggu cedera berkepanjangan. Dia akan ditopang oleh Gargano sebagai destroyer dan bek sayap cepat di kanan, Biabiany. Yang menarik dari lapangan tengah Parma ini adalah kekonsistenan. Mereka bisa bermain sangat baik dan mendominasi tetapi bisa juga bermain sangat buruk dan menjadi sumber kelemahan permainan Parma.

Di depan, Cassano menjadi jaminan mutu. Memang, secara fisik Sang Fantantonio sudah tidak memadai lagi tetapi visi dan umpan-umpannya masih maut. Apabila bek-bek Juve tidak berhati-hati dan memandang remeh, Cassano akan menjadi mimpi buruk. Dan jangan lupakan Amauri, yang walau tidak memiliki kualitas yang baik, tetapi kekuatan fisiknya dapat mematikan apabila bek-bek kita kembali melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu.

23 Pemain Parma yang Dibawa:

Portieri: 55 Rossetto, 83 Mirante, 91 BajzaDifensori: 2 Cassani, 3 Mesbah, 6 A. Lucarelli, 18 Gobbi, 19 Felipe, 23 Mendes, 28 Benalouane, 87 RosiCentrocampisti: 5 Gargano, 7 Biabiany, 10 Valdes, 16 Parolo, 20 Obi, 24 Munari, 30 Acquah, 32 MarchionniAttaccanti: 11 Amauri, 17 Palladino, 21 Sansone, 99 Cassano

Starting XI (3-5-2): Mirante; Cassani, Lucarelli, Mendes; Biabiany, Marchionni, Gargano, Parolo, Gobbi; Amauri, Cassano.

***

Di Juve, pelatih Antonio Conte akan kembali melakukan rotasi. Fabio Quagliarella memang sudah kembali ke tim tetapi Mirko Vucinic dan Stephan Lichtstener masih belum pulih, apalagi Simone Pepe yang semakin tidak jelas kapan akan bisa bermain.

21 Pemain Juve yang Dibawa:

Portieri: 1 Buffon, 30 Storari, 34 RubinhoDifensori: 3 Chiellini, 4 Caceres, 5 Ogbonna, 11 De Ceglie, 13 Peluso, 15 Barzagli, 16 Motta, 33 IslaCentrocampisti: 6 Pogba, 8 Marchisio, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 VidalAttaccanti: 10 Tevez, 12 Giovinco, 14 Llorente, 27 Quagliarella

Leonardo Bonucci diistirahatkan dan tidak dibawa dan sepertinya Angelo Ogbonna yang akan menggantikan. Andrea Pirlo juga kemungkinan besar akan diistirahatkan dan lapangan tengah akan diisi oleh Arturo Vidal, Paul Pogba dan Claudio Marchisio. Mauricio Isla kemungkinan akan diistirahatkan, demikian pula dengan Martin Caceres sehingga  Simone Padoin-lah yang akan mengisi posisi RWB. Kwadwo Asamoah akan kembali menjadi starter di bek sayap kiri. Di depan, Conte juga melakukan rotasi dengan kemungkinan mengistirahatkan Fernando Llorente dan memainkan Sebastian Giovinco, menemani Carlos Tevez.

Terlihat diluar bek-bek tengah kita, Pogba, Vidal dan Tevez adalah tiga pemain yang paling sering dimainkan sejauh ini dan untunglah, ketiganya tidak bermain penuh saat Juve menaklukkan Catania hari Rabu kemarin.

Starting XI (3-5-2): Buffon; Barzagli, Ogbonna, Chiellini; Padoin, Vidal, Pogba, Marchisio, Asamoah; Tevez, Giovinco.

***

Parolo yang sementara ini menjadi pencetak gol terbanyak Parma dengan lima gol layak menjadi pemain yang diwaspadai. Tusukan-tusukannya dari lini kedua akan berbahaya apabila Vidal atau Pogba lalai menjaga pemain ini. Namun lebih daripada Parolo, menurut penulis yang paling patut diwaspadai oleh Juve adalah bek sayap cepat Biabiany. Pemain Prancis inilah yang menghancurkan Milan dengan kecepatannya dari sayap kanan. Asamoah, dan dibantu oleh Marchisio, harus bekerja keras menutup pergerakan pemain ini. Apabila kedua pemain ini dimatikan, sepertinya Amauri dan Cassano di depan tidak akan dapat berbuat banyak.

Dengan dilakukannya rotasi, pemain-pemain yang dikhawatirkan akan kelelahan saat menjamu Real Madrid Selasa nanti adalah Vidal, Pogba dan Tevez. Melihat gaya permainan Tevez, Juventini tidak perlu ragu bahwa Tevez akan bermain all out dan mencoba memberikan yang terbaik. Tanda tanya terdapat di Vidal dan Pogba, apakah mereka akan maksimal malam ini. Apabila ya, maka Juve akan kembali sukses mendulang tiga poin. Apabila tidak, Parma dapat mencuri kesempatan.

Apabila pemain-pemain kita tidak melakukan blunder, penulis memprediksi pertandingan akan berakhir Parma 0-1 Juve.

Forza Juve!!!

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.


View the original article here

[Preview Serie A Giornata 10] Juventus – Catania: Tiga Poin dengan Rotasi Minimal?

You Are Here: Home » All Articles, Match Preview » [Preview Serie A Giornata 10] Juventus – Catania: Tiga Poin dengan Rotasi Minimal?

Signora1897 ers, dengan kembalinya ‘The Real’ Juve dalam pertandingan melawan Genoa tiga hari yang lalu, pertimbangan utama pelatih Antonio Conte kemungkinan adalah rotasi. Dengan schedule bertandang ke Parma pada giornata ke-11 dan tiga hari kemudian, menjamu Real Madrid dalam partai yang menentukan di kancah Champions League, mutlak diperlukan rotasi supaya pemain-pemain mendapat istirahat yang cukup dan tidak mengalami cedera.

Pertanyaannya adalah: Dengan rencana menurunkan full team saat melawan Real Madrid seminggu lagi, siapakah yang akan diistirahatkan saat melawan Catania, dan siapakah yang diistirahatkan saat melawan Parma?

Rotasi tidak mudah dilakukan. Terlalu sedikit rotasi, pemain-pemain beresiko bermain tidak optimal karena kelelahan dan takut mengalami cedera. Terlalu banyak rotasi, permainan tersendat dan bisa terjegal oleh tim-tim seperti Catania dan Parma.

Dalam menghadapi Catania, Conte kembali memanggil 21 pemain, sama seperti saat melawan Genoa, dengan absennya lima pemain. Namun, Fabio Quagliarella mungkin sudah bisa berada di bangku cadangan saat melawan Parma dan Mirko Vucinic dan Stephan Lichtsteiner kemungkinan sudah siap saat melawan Real Madrid. Simone Pepe masih belum pulih dan Ouasim Bouy tidak dibawa.

21 pemain Juve yang Dibawa:

Portieri: 1 Buffon, 30 Storari, 34 RubinhoDifensori: 3 Chiellini, 4 Caceres, 5 Ogbonna, 11 De Ceglie, 13 Peluso, 15 Barzagli, 16 Motta, 19 Bonucci, 33 IslaCentrocampisti: 6 Pogba, 8 Marchisio, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 VidalAttaccanti: 10 Tevez, 12 Giovinco, 14 Llorente

Setelah sukses dengan 4-3-3 saat melawan Real Madrid, Conte kembali ke formasi 3-5-2 saat melawan Genoa dan memastikan Genoa tidak berkutik dengan maksimalnya permainan Arturo Vidal dan Paul Pogba di tengah dan aktifnya Andrea Pirlo menusuk ke jantung pertahanan Genoa di 30 menit pertama. Selain itu, pergerakan Carlos Tevez dan Fernando Llorente dalam menyerang dan bertahan juga telah menjadi salah satu senjata permainan Juve.

Marchisio_VidalYang dikhawatirkan adalah kelima pemain penting ini tidak bermain maksimal karena fisik dan mental bertanding belum pulih 100% setelah menaklukkan Genoa. Apalagi Sebastian Giovinco masih menderita kesakitan di engkelnya sehingga Tevez-Llorente sepertinya akan kembali diduetkan sejak menit pertama.

Untunglah, Claudio Marchisio telah pulih dan sepertinya akan menggantikan Paul Pogba di tengah. Andrea Barzagli juga bisa diistirahatkan dan Angelo Ogbonna siap untuk menggantikan tempatnya. Di bek sayap kanan, masih belum dapat dipastikan apakah Mauricio Isla akan kembali bermain atau akan digantikan oleh Martin Caceres, yang bermain gemilang saat melawan Real Madrid.

Menurut penulis, Caceres lebih cocok di formasi empat pemain belakang sedangkan Isla sebagai bek sayap jadi apabila Conte kembali memainkan 3-5-2, sepertinya Isla-lah yang akan kembali dipasang.

Perkiraan susunan pemain (3-5-2): Buffon; Ogbonna, Bonucci, Chiellini; Isla, Vidal, Pirlo, Marchisio, Asamoah; Llorente, Tevez.

***

Catania yang diasuh oleh Luigi De Canio sementara ini berada di peringkat ke-17 dan baru meraih satu kemenangan dari sembilan penampilannya. Start yang buruk membuat pelatih sebelumnya Rolando Maran dipecat dan di pertandingan pertamanya hari Minggu lalu, De Canio dan Catania ditahan imbang 0-0 oleh Sassuolo.

Namun, Gli Elefanti tetap merupakan salah satu tim provincial yang sulit dibobol dan walau Nicolas Spolli masih menderita cedera, kembalinya Nicola Legrottaglie dan Pablo Alvarez setelah menjalani larangan main satu kali tentu akan semakin memperkuat barisan pertahanan mereka.

Dilain pihak, Catania adalah tim terburuk di Serie A dalam urusan membobol gawang lawan dan baru mencetak enam gol dalam sembilan giornata. Malah, pemain terbaik mereka, Pablo Barrientos, akan absen selama satu bulan dan hal ini tentu akan semakin mempersulit Catania. Apakah De Canio yang melanjutkan formasi 4-3-3 milik Maran dapat memperbaiki hal ini?

20 pemain Catania yang Dibawa:

Portieri: 1 Frison, 21 Andujar, 35 FicaraDifensori: 5 Rolin, 6 Legrottaglie, 22 Alvarez, 24 Gyomber, 34 BiraghiCentrocampisti: 4 Almiron, 7 Tachtsidis, 13 Izco, 17 Guarente, 19 Castro, 20 FreireAttaccanti: 9 Bergessio, 10 Lopez, 11 Leto, 26 Keko, 32 Petkovic.

Dengan situasi seperti ini, hampir dapat dipastikan Catania akan bermain counter-attack dengan mengandalkan Jaroslav Plasil yang memiliki umpan-umpan terarah, Lucas Castro yang memiliki skill yang baik sebagai penyerang sayap kiri dan Gonzalo Bergessio sebagai predator di dalam kotak penalti.

Perkiraan susunan pemain (4-3-3): Andujar; Alvarez, Legrottaglie, Rolin, Biraghi; Plasil, Tachtsidis, Almiron; Keko, Bergessio, Castro.

***

Pertandingan ini akan dipimpin oleh wasit Marco Guida asal Campania. Musim lalu, Guida memimpin tiga pertandingan Juve: Juve 1-0 Cagliari (Coppa Italia), Juve 1-1 Genoa dan Atalanta 0-1 Juve. Yang paling mencolok adalah pertandingan Juve 1-1 Genoa dimana Guida secara kontroversial tidak memberikan penalti untuk Juve di saat-saat akhir pertandingan. Alhasil, protes keras Juve berakibat atas diskorsingnya Conte, Giorgio Chiellini (yang tidak bermain), dan Leonardo Bonucci.

Namun secara keseluruhan, dari enam pertandingan Juve yang dipimpin Guida, hasilnya cukup baik dengan empat kemenangan dan dua kali imbang.

Jadi, dengan perkiraan dua-tiga rotasi pemain, melihat pelatih De Canio masih mencari-cari bentuk dan apabila lini belakang atau tengah kita tidak melakukan blunder, seharusnya Juve tidak akan terlalu sulit untuk mendulang tiga poin dari pertandingan ini.

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.


View the original article here

Thursday, October 10, 2013

[Preview Serie A Giornata 05] Chievo vs Juventus: Defense Wins Championships

You Are Here: Home » All Articles, Match Preview » [Preview Serie A Giornata 05] Chievo vs Juventus: Defense Wins Championships

LIVE di TVRI: Chievo vs Juventus, Kamis, 26 September 2013 01.45 WIB.

______________________________________________________________________________________

Table_Giornata04Setelah unggul tipis dari Hellas Verona 2-1 hari Minggu kemarin, Juve harus bertandang ke tim kota Verona yang lain, Chievo, hari Rabu ini. I Bianconeri memasuki giornata kelima ini dengan tujuan meraih angka penuh supaya tidak tertinggal makin jauh dari Napoli dan Roma dimana Napoli akan menjamu Sassuolo dan Roma bertandang ke Sampdoria.

CHIEVO

Musim ini, dari dua pertandingan kandang, rekor Chievo adalah satu kali menang (2-1 vs Udinese) dan satu kali kalah (2-4 vs Napoli). Tidak seperti di musim-musim sebelumnya dimana pertahanan Chievo cukup sulit ditembus, musim ini mereka telah kebobolan delapan gol dan baru meraih kemenangan di giornata keempat.

Memang, pergantian pelatih dan formasi, dari Domenico Di Carlo dan Eugenio Corini dengan 3-5-2/5-3-2 ke Giuseppe Sannino dengan 4-4-2 tidaklah mudah. Apalagi Chievo juga kehilangan pilar di belakang seperti Bojan Jokic (ke Villareal) dan Marco Andreolli (ke Inter Milan).

Selain itu, pergantian kiper juga sedikit banyak berpengaruh. Christian Puggioni adalah kiper yang baik tetapi belumlah sebaik Stefano Sorrentino yang hengkang ke Palermo pertengahan musim lalu.

Formation_Chievo

Namun menurut gosip, kemungkinan Sannino akan mengembalikan formasi ke 5-3-2 untuk menahan laju Juve dan mencoba mematikan Andrea Pirlo, yang kurang efektif saat melawan Verona. Selain itu, tidak dapat dipungkiri, permainan keras telah menjadi ciri khas Chievo dan dengan Juve tengah menjalankan tujuh partai dalam 23 hari, hal ini tentu menjadi ancaman serius.

Alberto Paloschi, pemain bersama antara Chievo-Milan, tidak boleh dipandang enteng. Dia adalah striker oportunis yang rajin bergerak di dalam kotak penalti. Dua golnya ke gawang Napoli menunjukkan kualitasnya. Saat Paloschi telah lelah atau Chievo ingin mengejar hasil, Sannino dapat mengandalkan Sergio Pellissier, super-sub yang kerap menjadi momok bagi Juve. Di umurnya yang telah 34 tahun, Pellisier memang sudah kehilangan stamina tetapi saat dia menjadi starter vs Udinese, dia mampu mencetak gol dan membantu memenangkan timnya.

Perkiraan susunan pemain (5-3-2): Puggioni; Sardo, Frey, Bernardini, Cesar, Drame; Radovanovic, Rigoni, Sestu; Paloschi, Thereau.

26 Pemain Chievo yang Dipanggil:

Portieri: ?1 Puggioni, 18 Squizzi, 28 ?SilvestriDifensori:? 2 Bernardini, 4 Claiton, 12 ?Cesar, 15 ?Pamic, ?17 Sardo, ?21 Frey, 33 ?Papp, ?93 DramèCentrocampisti:? 6 Kupisz, 7 Lazarevic, 8 Radovanovic, 9 Bentivoglio, 10 Sestu, 14 Calello, 16 Improta, 20 Estigarribia, 22 ?Acosty, ?27 RigoniAttaccanti: ?11 Samassa, 31 ?Pellissier, ?43 Paloschi, 77 ?Théréau, ?90 Ardemagni

Salah satu pemain inti Chievo, Perparim Hatemaj, tidak dibawa kemungkinan karena cedera.

JUVENTUS

Satu hal yang paling menarik bagi penulis saat pelatih Antonio Conte melakukan konferensi pers kemarin menjelang pertandingan Chievo-Juve. Dia mengatakan bahwa pertahanan harusnya menjadi senjata terbaik Juve. Penulis sangat setuju. Buat penulis, defense wins championships dan begitulah umumnya tim Juve memenangkan trofi. Juve boleh punya Platini, Baggio, Del Piero, tetapi tetap, pertahanan-lah yang menjadi “nyawa” Juventus.

Topik ini muncul mengingat Juve telah kebobolan tiga gol dalam empat pertandingan liga, dua dari blunder dan satu dari koordinasi pertahanan yang tidak baik saat menghadapi bola mati. Memang, beberapa kali pertahanan Juve tampak goyah saat menghadapi bola mati. Selain itu, speed pertahanan juga beberapa kali terekspos.

Di tiga pertandingan terakhir, saat melawan Inter Milan, Copenhagen, dan Verona, Juve juga selalu kebobolan terlebih dahulu karena faktor-faktor yang telah disebut di atas dan dua dari tiga pertandingan tersebut, Juve gagal meraih kemenangan.

OgbonnaDisinilah pentingnya rotasi dan bek tengah yang memiliki kecepatan baik seperti Martin Caceres dan Angelo Ogbonna (tapi sayang, Caceres cedera). Tiga bek tengah Juve Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini bukanlah bek-bek yang memiliki kecepatan yang baik dan mengandalkan teknik, antisipasi, dan pengalaman. Apalagi Barzagli telah berusia 32 tahun dan Chiellini kerap mengalami gangguan fisik. Biasanya, permainan mereka di awal musim belum baik dan memerlukan waktu untuk “panas”.

Dalam konferensi persnya, pelatih Antonio Conte mengisyaratkan bahwa dia akan kembali melakukan rotasi dan para media memperkirakan Conte akan menurunkan trio Ogbonna-Bonucci-Chiellini dalam pertandingan ini. Barzagli yang bermain penuh tiga hari yang lalu diistirahatkan dan Chiellini yang tidak bermain melawan Verona akan bermain malam ini.

Di lini tengah, penulis memperkirakan tiga starter Arturo Vidal-Pirlo-Paul Pogba akan dipertahankan, walaupun tidak tertutup kemungkinan salah satunya akan digantikan oleh Claudio Marchisio. Di bek sayap kanan, Stephan Lichtsteiner yang istirahat saat melawan Verona kemungkinan akan kembali menjadi starter sedang di bek sayap kiri, kemungkinan Kwadwo Asamoah perlu menarik napas sejenak dan tidak bermain sejak awal. Apabila tidak, kemungkinan Federico Peluso-lah yang akan menggantikan.

Di depan, Carlos Tevez sulit digantikan dan mengingat adanya laga penting Juventus-Galatasaray pertengahan minggu depan, kemungkinan dia baru akan diistirahatkan saat melawan Torino Sabtu ini. Pasangannya di depan masih menjadi tanda tanya, apakah Mirko Vucinic yang tidak efektif saat melawan Verona, Fernando Llorente yang mencetak gol tetapi belum maksimal, atau Fabio Quagliarella yang dapat mencetak gol dari mana saja tetapi kerap kehilangan bola.

Perkiraan susunan pemain (3-5-2): Buffon; Ogbonna, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Pogba, Peluso; Llorente, Tevez.

23 Pemain Juve yang Dipanggil:

Portieri: ?1 Buffon, 30 Storari, 35 VannuchiDifensori:? 3 Chiellini, 5 Ogbonna, 11 De Ceglie, 13 Peluso, 15 Barzagli, 16 Motta, 19 Bonucci, 26 Lichtsteiner, 33 IslaCentrocampisti:? 6 Pogba, 8 Marchisio, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 VidalAttaccanti: ?9 Vucinic, 10 Tevez, 12 Giovinco, 14 Llorente, 27 Quagliarella

***

Banyak media memperkirakan Conte akan menyimpan Bonucci, Vidal dan Tevez tetapi terus terang, penulis tidak setuju. Ketiga pemain tersebut mungkin adalah tiga pemain terbaik sejauh ini dan setidaknya dua dari tiga pemain tersebut harus bermain. Apabila ketiganya disimpan, penulis ragu Juve dapat meraih angka penuh. Namun siapapun yang bermain, permainan pressing dan tanpa blunder mutlak diperlukan apabila kita tidak mau tertinggal lebih jauh dari Napoli dan Roma. Defense wins championships.

Barzagli_Bonucci_Chiellini_Buffon

Forza Juve!!!

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.


View the original article here

[Preview Serie A Giornata 07] Juventus vs AC Milan: Saatnya Mengejar Capolista!

MP_JuveMilan

Pekan ini La Vecchia Signora akan menjamu AC Milan dalam lanjutan laga Lega Calcio giornata ke-7. Persiapan fisik, teknis, dan taktis yang dilakukan tim besutan Antonio Conte ini dibilang tidaklah lama. Pasca ditahan imbang Galatasaray dalam penyisihan Grup B Liga Champions di Juventus Stadium Kamis lalu, praktis para punggawa Juventus hanya memiliki dua hari penuh untuk mempersiapkan laga tersebut. Saat ini Juventus yang berada di peringkat tiga klasemen sementara Serie A berpeluang mengejar Capolista karena AS Roma yang akan menjalani pertandingan kontra Int*r Milan diprediksi akan kesulitan meraih poin penuh. Akan tetapi, I Bianconeri juga tidak akan mudah meraih poin saat bertanding melawan AC Milan karena anak asuhan Massimiliano Allegri selalu berusaha mengalahkan Juventus di tiap kesempatan. It’s all about pride!

AC Milan

Meskipun berada di posisi ke-9 di papan klasemen sementara Serie A, Antonio Conte tentunya tidak mau jumawa dan menggunakan strategi abal-abal untuk menghadapi Milan. Milan akan selalu sulit untuk dikalahkan. Akan tetapi, musim ini I Rossoneri tengah dibayang-bayangi cedera. Beberapa pemain kunci seperti Stephan El Shaarawy, Mattia De Sciglio, Giampaolo Pazzini, harus duduk di bangku cadangan karena cedera. Kaka yang tengah dinanti-nanti aksi gemilangnya di lapangan juga tidak bisa berbuat banyak karena juga masih dibekap cedera. Sementara itu, pemain yang penuh sensasi dan kontroversi namun bertalenta, Mario Balotelli, harus menelan kekecewaan dan tidak bermain karena hukuman yang harus dijalaninya. Super Mario tidak bisa mengikuti 3 pertandingan Serie A pasca aksi yang dilakukannya pada wasit saat AC Milan menjamu Napoli di San Siro. Pada pertandingan tersebut Milan harus menelan kekalahan dan Balotelli harus menonton teman-temannya bermain dari pinggir lapangan. Di atas kertas mungkin banyak yang menjagokan Gigi Buffon dkk mengalahkan Milan, mengingat hasil kurang maksimal yang diraih Allegri hingga pekan ke-6 kemarin. Raihan dua kali kalah, dua kali menang, dan dua kali imbang secara psikologis membuat para pemain harus menjalani beban untuk tampil lebih baik. Namun, lagi-lagi data-data statistik bisa saja berubah melihat motivasi Allegri untuk memperbaiki keadaan tim dan mengalahkan Juventus. Satu pemain yang patut diwaspadai di lini depan kali ini adalah mantan striker Juventus, Alessandro Matri. Matri mengaku siap menjebol gawang Buffon dan melakukan selebrasi di depan para Juventini, bukan untuk Juventus tapi untuk AC Milan. Meski tanpa pemain-pemain andalan yang tengah cedera, AC Milan diprediksi akan mampu menyeimbangkan gaya permainan Juventus. Selain Matri, Robinho, Montolivo, De Jong, Poli, dan Muntari akan membantu pertahanan dan serangan I Rossoneri ke gawang Buffon. Sementara itu, Abate-Zapata-Mexes-Emanuelson siap untuk menghadang laju para pemain depan I Bianconeri.

MP_JuveMilan_BaloMatri

Juventus

Dari kubu Juventus, para punggawa hitam putih yang baru saja memetik hasil imbang kontra Galatasaray Kamis lalu harus bekerja keras dalam latihan untuk menjamu AC Milan di Juventus Stadium. Berkaca pada musim lalu, Juventus sering kewalahan saat menjalani pertandingan pasca Liga Champions atau International Duty. Juventini juga dibuat harap-harap cemas karena pemain seperti Mirko Vucinic dan Stephan Lichtsteiner digadang-gadang bakal absen menyusul cedera yang mereka alami saat Juventus bertanding melawan Galatasaray. Fernando Llorente diprediksi akan menggantikan Vucinic menemani Carlos Tevez atau Fabio Quagliarella. Meski berada di performa terbaiknya, Tevez mungkin saja belum bisa memaksimalkan serangan karena memar yang didapatnya di Derby Della Mole pekan lalu. Sementara itu, Quags bisa saja menjadi pilihan Conte untuk mengisi starting eleven melihat performanya dalam beberapa laga terakhir. Namun sayang, Quags mesti bisa mengontrol permainannya dan bermain dalam ‘tim’ karena menurut penulis kadang Quags telihat selfish dan ingin memanfaatkan peluang sendiri lewat kakinya. Akan tetapi, jika Eta Beta sedang on fire, maka ia bisa jadi penentu kemenangan Juve nanti.

MP_JuveMilan_QuagsTevez

Sementara itu, Conte ingin kembali mengembalikan ‘tuah’ trio MVP dengan menurunkan Marchisio-Vidal-Pirlo dari awal pertandingan. Paul Pogba yang sejauh ini bermain gemilang sepertinya harus rela beristirahat dan duduk di bangku cadangan. Trio MVP yang juga berperan dalam scudetti yang diraih Juventus diharapkan mampu membawa hasil positif di laga kontra Milan ini. Federico Peluso dan Mauricio Isla akan menggantikan peran Kwadwo Asamoah dan Stephan Lichtsteiner untuk membantu serangan dari sayap kanan dan kiri.

MP_JuveMilan_MVP

Di lini belakang, trio BBC (Barzagli-Bonucci-Chiellini) kembali dipercaya untuk mengamankan gawang yang dikawal Gianluigi Buffon. Conte tentunya telah mewanti-wanti para pemain belakangnya untuk tidak melakukan blunder seperti yang terjadi di beberapa pertandingan. Giorgio Chiellini melakukan blunder saat Juve ditahan imbang Int*r di Serie A, sementara Leonardo Bonucci kurang berhati-hati saat melakukan back-pass kepada Buffon hingga The Old Lady harus puas berbagi poin dengan Galatasaray di Grup B Liga Champions. Di pertandingan ini, semoga Andrea Barzagli tidak melakukan kesalahan yang sama dengan kedua rekannya di lini belakang.

Probable Line Up:

MP_JuveMilan_Starting

Team Statistics:

MP_JuveMilan_Stat

Pada pertandingan ini, kans Juventus untuk bisa memenangkan laga sangat besar. Diluar faktor teknis, para pasukan La Vecchia Signora punya ambisi dan motivasi yang kuat untuk bisa mencuri poin penuh dari Il Diavolo dan memperkecil jarak dengan Capolista sementara Serie A, AS Roma. Prediksi penulis Juventus 2-0 AC Milan. Fino alla fine forza Juventus!

“Jangan lupa saksikan Juventus vs AC Milan, Juventus Stadium, Live TVRI Nasional, Senin 07 Oktober pukul 01.45 WIB”


View the original article here

[Review Serie A Giornata 06] Torino 0-1 Juventus: Antara Fakta dan “Kontroversi”

You Are Here: Home » All Articles, Match Review » [Review Serie A Giornata 06] Torino 0-1 Juventus: Antara Fakta dan “Kontroversi”

Another Juve win, but sadly, another controversy. Ya, demikianlah inti berita dari kebanyakan media-media di Italia. Juve memang lagi-lagi menang, tapi dengan kontroversi. Tetapi apakah memang benar begitu? Atau kembali, beberapa “jurnalis” hanya mementingkan berita bombastis untuk mengejar oplah dan mengesampingkan fakta dan konteks? Mari kita lihat.

Torino menurunkan pemain-pemain terbaiknya dalam skema 3-5-2 milik pelatih Giampiero Ventura: Padelli; Glik, Rodriguez, Moretti; Darmian, Brighi, Vives, Kaddouri, D’Ambrosio; Immobile, Cerci.

Dilain pihak, pelatih Juve Antonio Conte mengistirahatkan Andrea Pirlo supaya regista kita ini fresh dalam menghadapi Galatasaray hari Rabu (Kamis dini hari) ini. Mirko Vucinic, yang masih belum 100% karena memar di lututnya, juga diistirahatkan. Akan tetapi selain mereka, semua pemain inti bermain dalam formasi 3-5-2: Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pogba, Marchisio, Asamoah; Giovinco, Tevez.

Paul Pogba mengambil alih posisi Pirlo tetapi tidak bermain sebagai regista, melainkan seorang defensive midfielder (DM) sedangkan Sebastian Giovinco mengantikan Vucinic tanpa merubah fungsi.

***

Sejak pertandingan dimulai dan sepanjang babak pertama, terlihat jelas tujuan Ventura yang menaruh 10 pemain di belakang bola untuk menghadapi delapan pemain Juve (dengan Giorgio Chiellini maju ke depan dan meninggalkan Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli dan Leonardo Bonucci di belakang).

08Juve_vs_10Toro

Memang, cara inilah yang selalu ditempuh tim-tim provinsial saat menghadapi Juve musim ini. Mereka mencari hasil imbang dan mencoba untuk memaksimalkan kesalahan pemain Juve, seperti yang dilakukan oleh Sampdoria, Verona dan Chievo. Mereka telah mempelajari saat Juve menaklukkan Lazio (dua kali dengan skor 4-0 dan 4-1), dimana Lazio yang mencoba bermain lebih menyerang dan terbuka justru kecolongan oleh kelalaian pemain tengah mereka dalam menjaga pemain tengah Juve, terutama Arturo Vidal.

Malam, ini giliran Vidal yang bermain tidak sebaik biasanya.

Seperti biasa, Juve memegang kendali pertandingan tetapi di menit ke-19, Claudio Marchisio terpaksa melakukan pelanggaran profesional terhadap Ciro Immobile karena kalau sampai Immobile lepas, tiga pemain Torino akan berhadapan dengan tiga bek Juve. Berbahaya.

Min19_Marchisio_Foul01

Hal ini terjadi karena Vidal terlambat turun sehingga Pogba harus menutup lubang yang ditinggalkannya dan akibatnya, Immobile kemudian masuk ke lubang yang ditinggal oleh Pogba. Kartu kuning untuk Marchisio.

Di menit ke-25, sebuah serangan Juve yang gagal berhasil sampai di kaki Omar El Kaddouri, yang dengan kecepatannya, berhasil meninggalkan Vidal yang bertugas menjaganya.

Min25_Pogba_Foul

Alhasil, Pogba harus meninggalkan “pos”nya dan datang membantu dengan melakukan pelanggaran terhadap El Kaddouri. Kartu kuning untuk Pogba.

Dari rekaman yang ada, dapat dilihat kedua pelanggaran ini adalah pelanggaran profesional yang memang layak diganjar kartu kuning tetapi bukan pelanggaran yang berbahaya terhadap pemain yang dilanggar.

Akhirnya, di menit ke-33, Juve pun menghasilkan peluang emas. Suatu kesalahan umpan dari Guilermo Rodriguez membuat bola berhasil diserobot Vidal yang kemudian menyodorkannya kepada Carlos Tevez, yang berdua dengan Giovinco tinggal berhadapan dengan satu pemain belakang Torino.

Min33_Tevez_Chance

Sayang, Tevez terlalu lama memegang bola dan umpan lambungnya ke Giovinco pun keburu disambar oleh pemain belakang Torino yang kembali.

Nah, dari sini permainan mulai berjalan dengan lebih cepat dan Torino sedikit kedodoran. Di menit ke-36, berawal dari serangan Torino yang gagal, Juve melakukan serangan balik dengan Tevez memegang bola.

Min36_Immobile_Foul

Sebenarnya keadaan tidak terlalu berbahaya bagi Torino mengingat Giovinco dijaga dua pemain Torino dan pemain ketiga pun masih dapat menghalangi Tevez. Namun, sepertinya reputasi Tevez membuat Immobile panik dan diapun melakukan diving tackle dari belakang! Menurut aturan yang berlaku, diving tackle dari belakang otomatis harus diganjar kartu merah tetapi sayang, wasit salah mengambil keputusan dan hanya meng-kartukuningkan Immobile.

Bisa dilihat, kartu kuning Marchisio dan Pogba sangat berbeda dengan kartu kuning Immobile, dimana Marchisio melakukan tekel dengan berdiri dan Pogba menekel dari samping. Walau Immobile kemudian mencoba membenarkan keputusan wasit yang salah ini, seluruh pengamat di Italia sepakat bahwa pelanggaran itu seharusnya kartu merah.

Walau Tevez kemudian kembali ke lapangan, waktu yang tersisa di babak pertama ini tidak cukup untuk mengubah keadaan. HT: Torino 0-0 Juventus.

Dari babak pertama ini, tampak jelas ketidaktajaman kedua wingback kita, Stephan Lichtsteiner dan Kwadwo Asamoah, sehingga serangan dari sayap tumpul dan tidak berkembang. Di tengah, seperti biasa Tevez bermain ngotot di separuh lapangan lawan namun begitu bola sampai di kaki Giovinco, alur terhenti. Lemahnya kekuatan tubuh bagian bawah (lower-body power) membuat Giovinco sering terjatuh atau memerlukan waktu terlalu lama untuk mengolah bola.

Selain itu, di RCM Vidal juga tidak seganas biasanya dan Juve juga kehilangan daya gedor Pogba, dimana pemain muda Prancis ini lebih banyak menjaga kedalaman di tengah. Marchisio yang mengisi posisi LCM tidak mempunyai daya gedor sebaik teman setimnya tersebut. Di lapangan tengah, hanya Pogba yang bermain baik.

Namun diluar semua masalah tersebut, ada satu kabar baik: Untuk pertama kalinya dalam lima pertandingan terakhir, Juve tidak tertinggal lebih dulu sehingga kerja di paruh kedua bisa sedikit lebih ringan.

***

Tidak terjadi pergantian pemain seusai turun minum akan tetapi lima menit memasuki babak kedua, Conte melakukan sedikit perubahan. Dia menukar tempat Pogba dan Vidal dengan tujuan untuk memanfaatkan daya gedor Pogba, yang bermain baik di babak pertama. Vidal yang kurang baik, ditaruh di tengah dan lebih difokuskan untuk melapis para pemain bertahan dan mengalirkan bola dari tengah.

Dan hasilnya langsung terlihat. Dengan Vidal menjaga kedalaman, Marchisio lebih leluasa menyerang dan di menit ke-51, sebuah pergerakan di kanan membuat Giovinco lepas dan memberi umpan kepada Marchisio yang menusuk masuk. Kombinasinya dengan Tevez membuat Giovinco yang terus menusuk masuk lepas satu lawan satu dengan kiper Daniele Padelli namun sayang, Giovinco justru menembak ke arah kiper sehingga bola pun mental keluar.

Dari sini tekanan tidak berhenti dan akhirnya, di menit ke-54, sebuah tendangan penjuru Giovinco, hasil dari tusukan Pogba ke dalam sisi kanan kotak penalti, berhasil ditanduk mulus oleh Bonucci ke arah tiang jauh. Jalannya bola ternyata mengarah ke posisi Tevez yang menanduk ke gawang kosong. Sayang hanya membentur mistar tetapi pantulannya langsung dimanfaatkan Pogba, juga dengan tandukan, kembali ke gawang kosong. GOL JUVE!!! 1-0.

Akan tetapi, dari sini muncul kontroversi. Tevez ternyata berdiri dalam posisi offside saat Bonucci menanduk bola ke arahnya.

Min54_Pogba_Goal01a

Dari gambar di atas memang tampak Tevez berdiri sedikit di depan Salvatore Masiello yang menjaganya namun tampak jelas juga, dengan Tevez dan Masiello menempel begitu ketat, posisi penjaga garis tidak memungkinkan untuk melihat selisih posisi Tevez dan Masiello. Selain itu, gambar di bawah memperlihatkan sesuatu yang lain.

Min54_Pogba_Goal00

Sesaat sebelum bola sampai di kepala Bonucci, tampak Tevez dan Masiello menempel sangat ketat. Hal ini mungkin tidak terlihat mengingat semua wasit memperhatikan kebanyakan peman disekitar Bonucci, dimana juga terdapat beberapa pemain yang menempel sangat ketat. Akan tetapi kalau kita perhatikan lebih lanjut…

Min54_Pogba_Goal02

… ternyata Masiello melakukan pelanggaran dengan menahan pergerakan Tevez yang maju menuju gawang. Menurut aturan, ini jelas penalti tetapi sayang, kembali posisi para wasit tidak ada yang dapat melihat hal ini.

Tidak berhenti disini, di menit ke-64 kembali “kontroversi” terjadi. Marchisio yang mengejar bola melakukan sliding tackle dari samping yang tidak mengenai kaki Giuseppe Vives namun pemain Torino ini melakukan aksi diving seolah-olah terlanggar keras oleh Marchisio. Untunglah wasit tidak terkelabui namun tekel ini kembali dipakai sebagai alasan oleh Immobile bahwa tekelnya ke Tevez dan tekel Marchisio ke Vives adalah sama.

Sepertinya, buat Immobile, tekel samping = tekel belakang dan diving = cap pergelangan kaki.

Tevez_Ankle_After_Immobile_Tackle

Melihat Marchisio tinggal “selangkah lagi” untuk mendapatkan kartu kuning kedua dan otomatis kartu merah, Riccardo Meggiorini yang baru masuk di menit ke-68, mencoba memanfaatkan situasi. Di menit ke-71, atau hanya kurang dari tiga menit sejak dia masuk, Meggiorini meninju Marchisio dari belakang!

Jelas, suatu tindakan yang sengaja dilakukan untuk memancing emosi Marchisio dan apabila terlihat wasit, bisa dipastikan Meggiorini akan terkena kartu merah.

Apabila memang para media Italia mau melihat fakta dan bukan kontroversi, memang Tevez offside menjelang gol Pogba tetapi Masiello melakukan pelanggaran terhadap Tevez sebelumnya dan seharusnya Torino diganjar penalti. Selain itu, Torino juga pantas diberikan dua kartu merah masing-masing kepada Immobile dan Meggiorini.

Sayang, offside Tevez-lah yang akan diangkat, terutama oleh para media dan fans anti-Juve, dan justru fakta-fakta di atas cenderung diabaikan. Sungguh persaingan yang tidak sehat. Fakta diabaikan demi menjatuhkan dan memenuhi nafsu antipati terhadap suatu klub tertentu. Jangan-jangan inilah wajah Italia yang sebenarnya?

Dengan masuknya Meggiorini menggantikan El Kaddouri, Ventura mengubah formasi menjadi 3-4-3 dan tidak lama kemudian, tepatnya di menit ke-74, Conte mengantisipasi hal ini dan memasukkan Padoin untuk menggantikan Asamoah. Formasi pun bergeser menjadi 4-3-3 (atau sebenarnya lebih mirip dengan 4-5-1 dengan Padoin berfungsi sebagai sayap kanan dan Giovinco turun ke sayap kiri) dengan tujuan untuk menjaga sayap-sayap Torino.

Begitu Torino keluar menyerang, Juve bermain jauh lebih baik dan peluang-peluang pun berdatangan melalui Vidal, Vucinic yang masuk menggantikan Giovinco, dan Tevez namun sayang, tidak ada yang menghasilkan gol. Walau begitu, Juve tetap dengan nyaman memimpin pertandingan dan pertandingan pun berakhir tanpa Torino dapat mengarahkan satu tembakan pun ke gawang Juve.

Picture1

FT: Torino 0-1 Juventus (Juv: 54' Pogba).

Torino (3-5-2): Padelli; Glik, Rodriguez (46' S. Masiello), Moretti; Darmian, Brighi, Vives (86' Fernarud), El Kaddouri (68' Meggiorini), D’Ambrosio; Immobile, Cerci.

Juventus (3-5-2): Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pogba, Marchisio, Asamoah (74' Padoin); Giovinco (77' Vucinic), Tevez (90+1' Quagliarella).

***

PLAYERS RATING

Buffon: s.v. Salah satu pertandingan termudah Buffon sepanjang karirnya.

Barzagli: 7. One key pass, 68 passes, 93% pass accuracy, one tackle, one interception, one clearance, 14 long balls, 13 (!) accurate long balls. Dengan minimnya serangan Torino yang berbahaya, Barzagli memanfaatkan waktu luangnya dengan sedikit “bergaya” Pirlo. Ternyata Barzagli juga mempunyai kemampuan umpan lambung jarak jauh yang akurat! Luar biasa.

Bonucci: 6.5. One key pass, 45 passes, 93% pass accuracy, six long balls, five accurate long balls, one tackle, one interception, one clearance. Sama seperti Barzagli, tidak banyak dipanggil tugas untuk bertahan. Bonucci malah sekali berhasil melakukan dribbling menusuk ke final third-nya Torino. Kalau dia dapat terus mengasah kemampuan ini, baik dari segi efisiensi dan timing, ini bisa menjadi salah satu senjata mematikan.

Chiellini: 6.5. 58 passes, 91% pass accuracy, three long balls, two accurate long balls, one tackle, three interceptions, one clearance. Tampak jelas, tanpa Pirlo, ketiga CB kita mengemban sebagian tugasnya dalam mengirim umpan lambung panjang ke depan/samping/sayap dan tampaknya mereka dapat melakukannya dengan baik. Satu skill tambahan yang semakin terasah dibawah bimbingan Conte. Akan sangat berguna dalam setiap pertandingan.

Lichtsteiner: 5.5. 40 passes, 88% pass accuracy, four crosses, one accurate crosses, one tackle. Setelah bermain luar biasa saat mengalahkan Lazio di SuperCoppa Italiana, Lichtsteiner belum dapat mendekati lagi permainan terbaiknya tersebut. Permainan lugas tanpa lelahnya memang masih mencolok tetapi sejauh ini, efektifitas dalam penyerangan belum terlihat di Serie A. Apakah faktor umur (29 tahun Januari kemarin) mulai berpengaruh? Sudah bukan menjadi rahasia bahwa menjadi seorang wing back dalam skema Conte memerlukan kerja dan stamina luar biasa.

Vidal: 5.5. 44 passes, 82% pass accuracy, two tackles. Permainan yang tidak biasanya dari El Guerrero kita. Tidak melakukan tekel sebanyak biasanya dan terutama, pergerakannya juga tidak semantap biasanya. Apakah dia sengaja menyimpan tenaga untuk Galatasaray? Untunglah Pogba bermain baik.

Pogba: 7.5. Man of the Match. One goal, 46 passes, 83% pass accuracy, four long balls, four accurate long balls, seven tackles. Bermain di posisi Pirlo dan di depan barisan pertahanan, Pogba dengan baik memutus semua serangan yang masuk ke daerahnya dan membantu Vidal dan Marchisio menjaga daerah mereka. Begitu Conte menaruhnya di posisi RCM, Pogba langsung mendapatkan sepak pojok yang berbuah menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan ini. Jangan heran apabila Pogba menjadi pemain terbaik Juve dalam 1-2 tahun ke depan.

Marchisio: 6.5. Two key passes, 40 passes, 90% pass accuracy, 2 long balls and 2 accurate long balls, three tackles. Marchisio bermain cukup baik di pertandinga penuh keduanya setelah kembali dari cedera. Permainan offensifnya lebih berkembang setelah Pogba dan Vidal bertukar posisi dan memungkinkannya untuk lebih sering menusuk ke dalam kotak penalti lawan. Musim ini, MVPP akan menjadi sektor penentu kita di Serie A dan Champions League.

Asamoah: 5.5. Two key passes, 21 passes, 90% pass accuracy, three crosses, zero accurate crosses, one tackle. Sama seperti Lichtsteiner, baik dalam bertahan tetapi sangat tidak efektif dalam menyerang. Asamoah perlu memperkaya permainannya apabila ingin terus menjadi starting LWB bagi Juventus.

Padoin: 6. Masuk di menit ke-74 menggantikan Asamoah. One key pass, eight passes, 88% pass accuracy, one cross, one accurate cross. Menurut penulis, menjalankan tugasnya dengan sangat baik dalam menjaga sayap kanan dan bahkan sempat memberikan satu umpan tarik akurat.

Giovinco: 5.5. Three key passes, one shot, one shot on target (goalkeeper’s leg), one successful dribble, 20 passes, 80% pass accuracy, one (!) tackle. Menurut penulis, lower-body strength-nya tidak memadai untuk bermain dalam skema possession football. Tinggi badan tidak menjadi masalah, tetapi Maradona, Messi dan bahkan seorang Fabrizio Miccoli mampu tidak kehilangan bola berkat lower-body strength-nya yang luar biasa, menutupi kekurangan mereka dalam hal tinggi badan. Selain itu, walau memiliki skill tendangan bebas (dan sepak pojok) yang sangat baik, kemampuannya dalam menyelesaikan peluang di dalam kotak penalti masih harus ditingkatkan.

Vucinic: 6. Masuk di menit ke-77 menggantikan Giovinco. Two shots, two shots on target. Hampir mencetak gol apabila Padelli terlambat bereaksi. Pergerakannya cukup baik tetapi terlalu sedikit waktu untuk berkontribusi.

Tevez: 6.5. One key pass, five shots, one shots on target, one successful dribble, 26 passes, 85% pass accuracy, zero tackles. Penyerang terbaik kita ini perlu seorang partner yang cocok di depan. Sejauh ini, baru Vucinic yang mampu bekerjasama dengan baik dengannya. Walau begitu, permainannya sangat mengganggu lawan dan gaya permainannya yang direct (dan efektif) memberikan warna baru dalam penyerangan Juve.

Quagliarella: s.v. Masuk di menit ke-90+1 menggantikan Tevez.

***

Tidak adanya pemain-pemain Juve yang memiliki kecepatan diatas rata-rata atau umpan akurat di sepertiga terakhir pertahanan lawan (final third) membuat para lawan, terutama tim-tim provinsial, menurunkan formasi yang sama dengan Juve, 3-5-2, dan menaruh hingga 10 pemain di belakang bola.

Di lain pihak, Conte juga menyadari hal ini dan seperti umumnya saat terjadi dua tim memainkan formasi yang sama, tim yang memiliki pemain dengan kualitas skill individu yang lebih baiklah yang memiliki peluang menang lebih besar.

Namun sayang, tidak seperti saat Asamoah menjadi penentu gol penyama kedudukan saat melawan Inter Milan, pemain-pemain unggulan Juve seperti Asamoah, Stephan Lichtsteiner, trio MVP di tengah dan duo Giovinco-Tevez di depan tidak berada dalam puncak permainan malam tersebut. Giovinco tidak menunjukkan sesuatu yang spesial dan menunjukkan bahwa duo Vucinic-Tevez jauh lebih baik daripada saat dia berpasangan dengan pemain Argentina tersebut. Vidal dan Lichtsteiner yang biasanya merajalela di sisi kanan, kali ini juga tidak bersinar.

Untunglah Pogba bermain baik dan kejelian Conte dalam menukar posisi Pogba-Vidal lima menit memasuki babak kedua sukses besar. Tanpa perubahan ini, kemungkinan Juve hanya membawa pulang satu poin.

Di Januari nanti, penulis berpendapat sangat penting bagi petinggi-petinggi Juve untuk dapat merekrut satu atau bahkan dua orang yang memiliki kecepatan di sayap (mungkin Jonathan Biabiany bisa menjadi opsi yang murah meriah) dan/atau visi dan kemampuan dalam melakukan killer pass di final third lawan. Tanpa kedua hal ini, kemungkinan masih cukup untuk mempertahankan scudetto tetapi rasanya sulit untuk berbicara banyak di kancah Champions League.

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.


View the original article here

[Preview Serie A Giornata 06] Torino vs Juventus: Derby Tetaplah Derby!

Serie A 2013/2014 Giornata 6 – Torino vs Juventus (Olympic Stadio) – LIVE TVRI/beIN Sport 1 – 17.30 WIB

BVPVN76CYAAl0Pp.jpg large

Derby Della Mole, derby yang mempertemukan dua klub kota Turin antara Juventus dan Torino ini belakangan sering dipandang sebelah mata oleh pengamat sepakbola, banyak kalangan menilai bahwa Derby della Capitale dan Derby della Madonnina lebih menyajikan atmosfer derby yang sesunguhnya, hal tersebut dikarenakan perbedaan kualitas antara kedua tim yang mentas di Derby della Mole dinilai tidak berimbang.

Namun derby tetaplah derby, apapun dapat terjadi di dalam pertandingan yang mempertemukan dua klub dalam satu kota ini. Melihat dari dua pertandingan musim lalu, pertandingan kali ini akan menjanjikan atmosfer panas baik dari dalam dan luar lapangan.

Dari luar lapangan, tentu saja saling lempar ejekan antara fans Juve dan Toro semakin membuat atmosfer pertandingan memanas. Pada pertemuan pertama musim lalu di J-Stadio misalnya, setelah tiga musim berpisah (karena Toro berada di Serie B) kedua belah pihak dikenakan denda karena dalam pertandingan tersebut saling  menyinggung tragedi masing-masing klub (Heysel dan Superga).

Selain saling ejek, pada pertemuan kedua musim lalu di Olympic Stadio, kedua kubu suporter bahkan terlibat kontak fisik sebelum pertandingan dimulai. Sempat terjadi kerusuhan yang melibatkan fans Juve dan Toro, dari kerusuhan yang terjadi polisi setempat menangkap beberapa fans yang terlibat kerusuhan.

1060105-16964510-640-360

Dari dalam lapangan, pada derby ini PASTI akan menyajikan pertandingan yang panas. Musim lalu saja, pemain Torino Kamil Glik mendapatkan kartu merah baik di laga home maupun away Torino saat melawan Juve. Pada musim ini, dapat dipastikan Derby della Mole akan semakin memanas dengan bergabungnya Ogbonna ke Juve. Para fan Toro tampak gerah dengan keputusan Ogbonna membelot ke Juve, hal tersebut dapat dimaklumi, karena Ogbonna merupakan pemain dari akademi Toro yang diharapkan dapat menjadi pilar Toro kedepannya.

698dfd3a7a6b71921bf9b9816b543230-030--473x264

Panasnya atmosfer Derby della Mole juga disadari oleh para pemain Juve, seusai mengalahkan Chievo pada pertandingan tengah pekan kemarin,  Quagliarella yang merupakan jebolan akademi Toro langsung mengalihkan konsentrasinya untuk menyambut derby pada akhir pekan ini.

“Now we’ll think about the derby, it’s a very important match for both fans and players. Torino play a good brand of football and we hope it’ll be a decent game.” (Fabio Quagliarella – Juventus.com)

Selain Quagliarella, pemain Juve lainnya Barzagli juga memberikan perhatiannya terhadap derby selepas laga melawan Chievo.

“Now we turn our attention to the derby, but I don’t think Torino will only be thinking about defending. Last year they played their own game, looking to catch us on the counter-attack. I think they’ll line up in the same way as us and go for it.” (Andrea Barzagli – Juventus.com)

***

Berdasarkan sejarah pertemuan kedua tim yang  terdapat di laman Juventus.com, Derby della Mole yang akan digelar besok merupakan edisi yang ke 137. Dari 136 edisi sebelumnya, Juve berhasil meraih kemenangan 61 kali, imbang 41 kali, dan kalah 34 kali. Sementara dari pihak Torino, mereka berhasil mencuri kemenangan dari Juve sebanyak 34 kali, imbang 41 kali, dan kalah 61 kali.

2013-09-28_122228

Pada pertemuan terakhir kedua tim di Olympic Stadium, Juve berhasil meraih kemenangan 0-2 lewat gol Vidal dan Marchisio. Kemenangan tersebut semakin mempertegas dominasi Juve sebagai penguasa kota Turin atas Toro. Terakhir kali Bianconeri mengalami kekalahan pada Derby della Mole terjadi 18 tahun silam, tepatnya pada tahun 1995!.

Namun, para punggawa Juve tidak boleh jumawa, Torino musim ini jelas berbeda dengan Torino musim lalu, keberanian pelatih Giampiero Ventura mengganti pola 4-2-4 yang biasa digunakan Toro musim lalu menjadi pola 3-5-2 membuat Torino saat ini berada di posisi 8 tabel Serie A.

Perubahan pola permainan 4-2-4 ke 3-5-2 ala Torino tersebut juga disadari oleh Antonio Conte, dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Conte memberikan tanggapannya mengenai perubahan pola tersebut.

“I really liked Torino’s system last year, it’s formation i used at other clubs and when i first arrived at Juve. Torino will have their own reason for changing their style of play. Ventura is an excellent coach and we’ll need to stay alert.” (Antonio Conte – Juventus.com)

***

JUVENTUS

Dalam pertandingan ini, Juve membawa hampir seluruh skuad utama, namun pemain yang masih bermasalah dengan cedera dan kebugaran seperti Simone Pepe, Martin Caceres, dan Rubinho tidak dibawa ke dalam skuad. Berikut 23 pemain yang dibawa Juve.

Portieri: 1 Buffon , 30 Storari, 50 Citti

Difensori:  3 Chiellini, 5 Ogbonna, 11 De Ceglie, 13 Peluso, 15 Barzagli, 16 Motta, 19 Bonucci, 26 Lichtsteiner, 33 Isla

Centrocampisti:  6 Pogba, 8 Marchisio, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 Vidal

Attacanti: 9 Vucinic, 10 Tevez, 12 Giovinco, 14 Llorente, 27 Quagliarella

Perkiraan susunan pemain (3-5-2): Buffon, Barzagli, Bonucci, Chiellini, Lichtsteiner, Vidal, Pogba, Marchisio, Asamoah, Tevez, Vucinic

Berdasarkan konferensi pers Conte sebelum pertandingan, tampaknya Conte masih akan menentukan starting line-up setelah sesi latihan terakhir, dan akan melihat kondisi pemainnya setelah menjalani sesi latihan tersebut. Namun Vucinic dan Tevez tampaknya akan menjadi tandem di lini depan Juve, mengingat Tevez telah cukup mendapatkan waktu istirahat ketika melawan Chievo, sementara Conte menilai kondisi Vucinic semakin membaik setelah mengalami sedikit masalah kebugaran saat membela Montenegro. Sementara Andrea Pirlo dikabarkan akan disimpan tenaganya untuk menghadapi Galatasaray pada tengah pekan nanti dan juga mantan klubnya Melon minggu depan.

TORINO

Dari pihak Torino, hampir semua pemain dibawa oleh Ventura, tetapi Marcelo Larrondo masih belum bisa dimainkan karena masih dibekap cedera patah kaki. Sementara Kamil Glik, Matteo Brighi, dan Giuseppe Vives diprediksi akan memulai pertandingan dari menit awal setelah bermain sebagai pengganti melawan Verona.

Portieri: Berni, Gomis, Padelli

Difensori: Bovo, D’Ambrosio, Darmian, Glik, Maksimovic, Masiello, Moretti, Pasquale, Rodriguez

Centrocampisti: Basha, Bellomo, Brighi, El Kaddouri, Farnerud, Vives

Attacanti: Cerci, Immobile, Meggiorini

Perkiraan susunan pemain (3-5-2): Padelli, Glik, Bovo, Moretti, Darmian, Brighi, Vives, El Kaddouri, D’Ambrosio, Cerci, Meggiorini

Dari prediksi susunan pemain yang akan diturunkan Ventura, pemain yang wajib diwaspadai oleh barisan pertahanan Juve adalah Alessio Cerci. Hal tersebut tidak berlebihan, karena pemain jebolan akademi Roma tersebut merupakan sumber gol utama Toro sejauh ini. Dari 5 giornata yang dilewati Toro, Cerci sudah mencetak 5 gol yang juga membawanya menjadi pencetak gol terbanyak di Serie A sejauh ini. Pemain  berusia 26 tahun tersebut juga dikenal memiliki finishing yang mematikan, total dari 5 golnya itu lahir dari 14 tembakan atau sekitar satu gol setiap tiga tembakan!.

url

Peran sentral Cerci untuk Toro juga diakui oleh para punggawa Juve, Barzagli yang kemungkinan besar akan berduel langsung dengan Cerci memberikan pandangannya mengenai pemain bernomor punggung 11 tersebut.

“Who do I fear? Cerci without a doubt. He’s doing well and we’ll have to be very alert in trying to stop his rapidity” (Andrea Barzagli – Tuttosport)

PREDIKSI

Seperti yang diungkapkan diatas, DERBY TETAPLAH DERBY, pertandingan dalam derby akan selalu penuh intrik dan gengsi. Materi pemain berkualitas saja terkadang tidak cukup untuk memenangkan pertandingan derby, namun mentalitas yang tepat lah yang akan memenangkan suatu derby. Dari segi mentalitas, Juve yang datang dengan status Campione d’Italia jelas lebih diunggulkan, namun dahaga Toro untuk mengakhiri penantian 18 tahun mengalahkan rival sekota Juve jelas akan menjadi pemacu semangat para pemain Toro untuk menjadi history maker (karena kemenangan melawan Juve bisa dibilang sebuah sejarah klub).

Dari sisi performa tim, melihat dari 5 laga terakhir kedua tim, performa Juve tentu lebih baik daripada Toro, Juve berhasil mendapatkan hasil 3 kali menang dan 2 kali imbang. Sementara dari pihak Toro, berhasil mendapatkan hasil 2 kali menang, 2 kali imbang, dan 1 kali kalah.

Bagi penulis, Juve diprediksi akan meraih 3 angka dengan skor tipis selisih 1 gol. Bagaimana prediksi anda Signora1897-ers?

Granata topo di fogna, di Torino sei la vergogna!


View the original article here