About Me

My photo
have facebook , have twitter
Showing posts with label Chievo. Show all posts
Showing posts with label Chievo. Show all posts

Monday, November 18, 2013

[Preview Serie A Giornata 05] Chievo vs Juventus: Defense Wins Championships

You Are Here: Home » All Articles, Match Preview » [Preview Serie A Giornata 05] Chievo vs Juventus: Defense Wins Championships

LIVE di TVRI: Chievo vs Juventus, Kamis, 26 September 2013 01.45 WIB.

______________________________________________________________________________________

Table_Giornata04Setelah unggul tipis dari Hellas Verona 2-1 hari Minggu kemarin, Juve harus bertandang ke tim kota Verona yang lain, Chievo, hari Rabu ini. I Bianconeri memasuki giornata kelima ini dengan tujuan meraih angka penuh supaya tidak tertinggal makin jauh dari Napoli dan Roma dimana Napoli akan menjamu Sassuolo dan Roma bertandang ke Sampdoria.

CHIEVO

Musim ini, dari dua pertandingan kandang, rekor Chievo adalah satu kali menang (2-1 vs Udinese) dan satu kali kalah (2-4 vs Napoli). Tidak seperti di musim-musim sebelumnya dimana pertahanan Chievo cukup sulit ditembus, musim ini mereka telah kebobolan delapan gol dan baru meraih kemenangan di giornata keempat.

Memang, pergantian pelatih dan formasi, dari Domenico Di Carlo dan Eugenio Corini dengan 3-5-2/5-3-2 ke Giuseppe Sannino dengan 4-4-2 tidaklah mudah. Apalagi Chievo juga kehilangan pilar di belakang seperti Bojan Jokic (ke Villareal) dan Marco Andreolli (ke Inter Milan).

Selain itu, pergantian kiper juga sedikit banyak berpengaruh. Christian Puggioni adalah kiper yang baik tetapi belumlah sebaik Stefano Sorrentino yang hengkang ke Palermo pertengahan musim lalu.

Formation_Chievo

Namun menurut gosip, kemungkinan Sannino akan mengembalikan formasi ke 5-3-2 untuk menahan laju Juve dan mencoba mematikan Andrea Pirlo, yang kurang efektif saat melawan Verona. Selain itu, tidak dapat dipungkiri, permainan keras telah menjadi ciri khas Chievo dan dengan Juve tengah menjalankan tujuh partai dalam 23 hari, hal ini tentu menjadi ancaman serius.

Alberto Paloschi, pemain bersama antara Chievo-Milan, tidak boleh dipandang enteng. Dia adalah striker oportunis yang rajin bergerak di dalam kotak penalti. Dua golnya ke gawang Napoli menunjukkan kualitasnya. Saat Paloschi telah lelah atau Chievo ingin mengejar hasil, Sannino dapat mengandalkan Sergio Pellissier, super-sub yang kerap menjadi momok bagi Juve. Di umurnya yang telah 34 tahun, Pellisier memang sudah kehilangan stamina tetapi saat dia menjadi starter vs Udinese, dia mampu mencetak gol dan membantu memenangkan timnya.

Perkiraan susunan pemain (5-3-2): Puggioni; Sardo, Frey, Bernardini, Cesar, Drame; Radovanovic, Rigoni, Sestu; Paloschi, Thereau.

26 Pemain Chievo yang Dipanggil:

Portieri: ?1 Puggioni, 18 Squizzi, 28 ?SilvestriDifensori:? 2 Bernardini, 4 Claiton, 12 ?Cesar, 15 ?Pamic, ?17 Sardo, ?21 Frey, 33 ?Papp, ?93 DramèCentrocampisti:? 6 Kupisz, 7 Lazarevic, 8 Radovanovic, 9 Bentivoglio, 10 Sestu, 14 Calello, 16 Improta, 20 Estigarribia, 22 ?Acosty, ?27 RigoniAttaccanti: ?11 Samassa, 31 ?Pellissier, ?43 Paloschi, 77 ?Théréau, ?90 Ardemagni

Salah satu pemain inti Chievo, Perparim Hatemaj, tidak dibawa kemungkinan karena cedera.

JUVENTUS

Satu hal yang paling menarik bagi penulis saat pelatih Antonio Conte melakukan konferensi pers kemarin menjelang pertandingan Chievo-Juve. Dia mengatakan bahwa pertahanan harusnya menjadi senjata terbaik Juve. Penulis sangat setuju. Buat penulis, defense wins championships dan begitulah umumnya tim Juve memenangkan trofi. Juve boleh punya Platini, Baggio, Del Piero, tetapi tetap, pertahanan-lah yang menjadi “nyawa” Juventus.

Topik ini muncul mengingat Juve telah kebobolan tiga gol dalam empat pertandingan liga, dua dari blunder dan satu dari koordinasi pertahanan yang tidak baik saat menghadapi bola mati. Memang, beberapa kali pertahanan Juve tampak goyah saat menghadapi bola mati. Selain itu, speed pertahanan juga beberapa kali terekspos.

Di tiga pertandingan terakhir, saat melawan Inter Milan, Copenhagen, dan Verona, Juve juga selalu kebobolan terlebih dahulu karena faktor-faktor yang telah disebut di atas dan dua dari tiga pertandingan tersebut, Juve gagal meraih kemenangan.

OgbonnaDisinilah pentingnya rotasi dan bek tengah yang memiliki kecepatan baik seperti Martin Caceres dan Angelo Ogbonna (tapi sayang, Caceres cedera). Tiga bek tengah Juve Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini bukanlah bek-bek yang memiliki kecepatan yang baik dan mengandalkan teknik, antisipasi, dan pengalaman. Apalagi Barzagli telah berusia 32 tahun dan Chiellini kerap mengalami gangguan fisik. Biasanya, permainan mereka di awal musim belum baik dan memerlukan waktu untuk “panas”.

Dalam konferensi persnya, pelatih Antonio Conte mengisyaratkan bahwa dia akan kembali melakukan rotasi dan para media memperkirakan Conte akan menurunkan trio Ogbonna-Bonucci-Chiellini dalam pertandingan ini. Barzagli yang bermain penuh tiga hari yang lalu diistirahatkan dan Chiellini yang tidak bermain melawan Verona akan bermain malam ini.

Di lini tengah, penulis memperkirakan tiga starter Arturo Vidal-Pirlo-Paul Pogba akan dipertahankan, walaupun tidak tertutup kemungkinan salah satunya akan digantikan oleh Claudio Marchisio. Di bek sayap kanan, Stephan Lichtsteiner yang istirahat saat melawan Verona kemungkinan akan kembali menjadi starter sedang di bek sayap kiri, kemungkinan Kwadwo Asamoah perlu menarik napas sejenak dan tidak bermain sejak awal. Apabila tidak, kemungkinan Federico Peluso-lah yang akan menggantikan.

Di depan, Carlos Tevez sulit digantikan dan mengingat adanya laga penting Juventus-Galatasaray pertengahan minggu depan, kemungkinan dia baru akan diistirahatkan saat melawan Torino Sabtu ini. Pasangannya di depan masih menjadi tanda tanya, apakah Mirko Vucinic yang tidak efektif saat melawan Verona, Fernando Llorente yang mencetak gol tetapi belum maksimal, atau Fabio Quagliarella yang dapat mencetak gol dari mana saja tetapi kerap kehilangan bola.

Perkiraan susunan pemain (3-5-2): Buffon; Ogbonna, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Pogba, Peluso; Llorente, Tevez.

23 Pemain Juve yang Dipanggil:

Portieri: ?1 Buffon, 30 Storari, 35 VannuchiDifensori:? 3 Chiellini, 5 Ogbonna, 11 De Ceglie, 13 Peluso, 15 Barzagli, 16 Motta, 19 Bonucci, 26 Lichtsteiner, 33 IslaCentrocampisti:? 6 Pogba, 8 Marchisio, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 VidalAttaccanti: ?9 Vucinic, 10 Tevez, 12 Giovinco, 14 Llorente, 27 Quagliarella

***

Banyak media memperkirakan Conte akan menyimpan Bonucci, Vidal dan Tevez tetapi terus terang, penulis tidak setuju. Ketiga pemain tersebut mungkin adalah tiga pemain terbaik sejauh ini dan setidaknya dua dari tiga pemain tersebut harus bermain. Apabila ketiganya disimpan, penulis ragu Juve dapat meraih angka penuh. Namun siapapun yang bermain, permainan pressing dan tanpa blunder mutlak diperlukan apabila kita tidak mau tertinggal lebih jauh dari Napoli dan Roma. Defense wins championships.

Barzagli_Bonucci_Chiellini_Buffon

Forza Juve!!!

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.

View the original article here

View the original article here

View the original article here


View the original article here

Thursday, October 10, 2013

[Preview Serie A Giornata 05] Chievo vs Juventus: Defense Wins Championships

You Are Here: Home » All Articles, Match Preview » [Preview Serie A Giornata 05] Chievo vs Juventus: Defense Wins Championships

LIVE di TVRI: Chievo vs Juventus, Kamis, 26 September 2013 01.45 WIB.

______________________________________________________________________________________

Table_Giornata04Setelah unggul tipis dari Hellas Verona 2-1 hari Minggu kemarin, Juve harus bertandang ke tim kota Verona yang lain, Chievo, hari Rabu ini. I Bianconeri memasuki giornata kelima ini dengan tujuan meraih angka penuh supaya tidak tertinggal makin jauh dari Napoli dan Roma dimana Napoli akan menjamu Sassuolo dan Roma bertandang ke Sampdoria.

CHIEVO

Musim ini, dari dua pertandingan kandang, rekor Chievo adalah satu kali menang (2-1 vs Udinese) dan satu kali kalah (2-4 vs Napoli). Tidak seperti di musim-musim sebelumnya dimana pertahanan Chievo cukup sulit ditembus, musim ini mereka telah kebobolan delapan gol dan baru meraih kemenangan di giornata keempat.

Memang, pergantian pelatih dan formasi, dari Domenico Di Carlo dan Eugenio Corini dengan 3-5-2/5-3-2 ke Giuseppe Sannino dengan 4-4-2 tidaklah mudah. Apalagi Chievo juga kehilangan pilar di belakang seperti Bojan Jokic (ke Villareal) dan Marco Andreolli (ke Inter Milan).

Selain itu, pergantian kiper juga sedikit banyak berpengaruh. Christian Puggioni adalah kiper yang baik tetapi belumlah sebaik Stefano Sorrentino yang hengkang ke Palermo pertengahan musim lalu.

Formation_Chievo

Namun menurut gosip, kemungkinan Sannino akan mengembalikan formasi ke 5-3-2 untuk menahan laju Juve dan mencoba mematikan Andrea Pirlo, yang kurang efektif saat melawan Verona. Selain itu, tidak dapat dipungkiri, permainan keras telah menjadi ciri khas Chievo dan dengan Juve tengah menjalankan tujuh partai dalam 23 hari, hal ini tentu menjadi ancaman serius.

Alberto Paloschi, pemain bersama antara Chievo-Milan, tidak boleh dipandang enteng. Dia adalah striker oportunis yang rajin bergerak di dalam kotak penalti. Dua golnya ke gawang Napoli menunjukkan kualitasnya. Saat Paloschi telah lelah atau Chievo ingin mengejar hasil, Sannino dapat mengandalkan Sergio Pellissier, super-sub yang kerap menjadi momok bagi Juve. Di umurnya yang telah 34 tahun, Pellisier memang sudah kehilangan stamina tetapi saat dia menjadi starter vs Udinese, dia mampu mencetak gol dan membantu memenangkan timnya.

Perkiraan susunan pemain (5-3-2): Puggioni; Sardo, Frey, Bernardini, Cesar, Drame; Radovanovic, Rigoni, Sestu; Paloschi, Thereau.

26 Pemain Chievo yang Dipanggil:

Portieri: ?1 Puggioni, 18 Squizzi, 28 ?SilvestriDifensori:? 2 Bernardini, 4 Claiton, 12 ?Cesar, 15 ?Pamic, ?17 Sardo, ?21 Frey, 33 ?Papp, ?93 DramèCentrocampisti:? 6 Kupisz, 7 Lazarevic, 8 Radovanovic, 9 Bentivoglio, 10 Sestu, 14 Calello, 16 Improta, 20 Estigarribia, 22 ?Acosty, ?27 RigoniAttaccanti: ?11 Samassa, 31 ?Pellissier, ?43 Paloschi, 77 ?Théréau, ?90 Ardemagni

Salah satu pemain inti Chievo, Perparim Hatemaj, tidak dibawa kemungkinan karena cedera.

JUVENTUS

Satu hal yang paling menarik bagi penulis saat pelatih Antonio Conte melakukan konferensi pers kemarin menjelang pertandingan Chievo-Juve. Dia mengatakan bahwa pertahanan harusnya menjadi senjata terbaik Juve. Penulis sangat setuju. Buat penulis, defense wins championships dan begitulah umumnya tim Juve memenangkan trofi. Juve boleh punya Platini, Baggio, Del Piero, tetapi tetap, pertahanan-lah yang menjadi “nyawa” Juventus.

Topik ini muncul mengingat Juve telah kebobolan tiga gol dalam empat pertandingan liga, dua dari blunder dan satu dari koordinasi pertahanan yang tidak baik saat menghadapi bola mati. Memang, beberapa kali pertahanan Juve tampak goyah saat menghadapi bola mati. Selain itu, speed pertahanan juga beberapa kali terekspos.

Di tiga pertandingan terakhir, saat melawan Inter Milan, Copenhagen, dan Verona, Juve juga selalu kebobolan terlebih dahulu karena faktor-faktor yang telah disebut di atas dan dua dari tiga pertandingan tersebut, Juve gagal meraih kemenangan.

OgbonnaDisinilah pentingnya rotasi dan bek tengah yang memiliki kecepatan baik seperti Martin Caceres dan Angelo Ogbonna (tapi sayang, Caceres cedera). Tiga bek tengah Juve Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini bukanlah bek-bek yang memiliki kecepatan yang baik dan mengandalkan teknik, antisipasi, dan pengalaman. Apalagi Barzagli telah berusia 32 tahun dan Chiellini kerap mengalami gangguan fisik. Biasanya, permainan mereka di awal musim belum baik dan memerlukan waktu untuk “panas”.

Dalam konferensi persnya, pelatih Antonio Conte mengisyaratkan bahwa dia akan kembali melakukan rotasi dan para media memperkirakan Conte akan menurunkan trio Ogbonna-Bonucci-Chiellini dalam pertandingan ini. Barzagli yang bermain penuh tiga hari yang lalu diistirahatkan dan Chiellini yang tidak bermain melawan Verona akan bermain malam ini.

Di lini tengah, penulis memperkirakan tiga starter Arturo Vidal-Pirlo-Paul Pogba akan dipertahankan, walaupun tidak tertutup kemungkinan salah satunya akan digantikan oleh Claudio Marchisio. Di bek sayap kanan, Stephan Lichtsteiner yang istirahat saat melawan Verona kemungkinan akan kembali menjadi starter sedang di bek sayap kiri, kemungkinan Kwadwo Asamoah perlu menarik napas sejenak dan tidak bermain sejak awal. Apabila tidak, kemungkinan Federico Peluso-lah yang akan menggantikan.

Di depan, Carlos Tevez sulit digantikan dan mengingat adanya laga penting Juventus-Galatasaray pertengahan minggu depan, kemungkinan dia baru akan diistirahatkan saat melawan Torino Sabtu ini. Pasangannya di depan masih menjadi tanda tanya, apakah Mirko Vucinic yang tidak efektif saat melawan Verona, Fernando Llorente yang mencetak gol tetapi belum maksimal, atau Fabio Quagliarella yang dapat mencetak gol dari mana saja tetapi kerap kehilangan bola.

Perkiraan susunan pemain (3-5-2): Buffon; Ogbonna, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Pogba, Peluso; Llorente, Tevez.

23 Pemain Juve yang Dipanggil:

Portieri: ?1 Buffon, 30 Storari, 35 VannuchiDifensori:? 3 Chiellini, 5 Ogbonna, 11 De Ceglie, 13 Peluso, 15 Barzagli, 16 Motta, 19 Bonucci, 26 Lichtsteiner, 33 IslaCentrocampisti:? 6 Pogba, 8 Marchisio, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 VidalAttaccanti: ?9 Vucinic, 10 Tevez, 12 Giovinco, 14 Llorente, 27 Quagliarella

***

Banyak media memperkirakan Conte akan menyimpan Bonucci, Vidal dan Tevez tetapi terus terang, penulis tidak setuju. Ketiga pemain tersebut mungkin adalah tiga pemain terbaik sejauh ini dan setidaknya dua dari tiga pemain tersebut harus bermain. Apabila ketiganya disimpan, penulis ragu Juve dapat meraih angka penuh. Namun siapapun yang bermain, permainan pressing dan tanpa blunder mutlak diperlukan apabila kita tidak mau tertinggal lebih jauh dari Napoli dan Roma. Defense wins championships.

Barzagli_Bonucci_Chiellini_Buffon

Forza Juve!!!

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.


View the original article here

[Review Serie A Giornata 5] Chievo 1-2 Juventus: Lucky Juve!

Signora1897ers, Juventus berhasil memetik poin penuh dari Chievo pada lanjutan laga Lega Calcio pekan lalu. Skor 1-2 sepertinya menjadi favorit tim besutan Antonio Conte di beberapa laga belakangan ini. Seperti biasa, gawang yang dikawal Gigi Buffon harus kebobolan terlebih dahulu sebelum akhirnya Juventus berhasil membalik keadaan. Berbeda dengan raihan yang didapat saat menghadapi Hellas Verona, poin yang diraih dari tim sekota Hellas Verona ini benar-benar dipenuhi faktor ‘keberuntungan’, diantaranya adalah wasit menganulir gol lawan dan gol bunuh diri dari pemain Chievo.

MR_ChievoJuveEnd

Sejak peluit tanda dimulainya babak pertama dibunyikan, Juventus sudah menunjukkan permainan menyerang. Conte masih menggunakan skema andalannya 3-5-2, sedangkan Giuseppe Sanino bermain defensif dengan pola 5-3-2 dan menempatkan 5 orang pemain di depan kiper. Seperti yang Antonio Conte ungkapkan di konferensi pers sebelum pertandingan, ia akan melakukan rotasi pada pertandingan kontra Chievo.

MP_ChievoJuve

Di lini depan, Conte mencoba menduetkan Fabio Quagliarella dan Fernando Llorente. Tidak seperti duet Vucinic-Tevez yang langsung ‘nyetel’, penulis tidak melihat chemistry antara dua orang pemain depan tersebut. Jadinya, serangan dari lini depan Juventus terlihat kurang greget malam itu. Serangan cepat yang biasanya dilancarkan Juventus terasa berkurang karena Vidal, Lichtsteiner, dan Asamoah mesti duduk di bangku cadangan. Akan tetapi, Isla dan Peluso yang mengisi posisi Licht dan Asabob cukup membantu serangan Juventus. Khusus Isla, dalam beberapa pertandingan pemain berdarah Chile ini bermain dengan baik, pergerakan-pergerakannya cukup menyulitkan lawan dan sering menciptakan peluang yang berhasil diselesaikan oleh striker meski masih belum berbuah gol. Begitu juga dengan Federico Peluso yang jarang sekali bermain sebagai starter, di pertandingan tersebut Peluso berhasil memenangkan duel udara 100% dengan Pass Accuracy 91%.

MR_ChievoJuveSTats

Di lapangan tengah, Marchisio, yang baru saja pulih dari cedera, juga diturunkan sebagai starter midfielder ditemani Pogba dan Pirlo. Malam itu, Il Principino bermain cukup bagus dan berhasil melepaskan dua peluang ke gawang Chievo yang dikawal Christian Puggioni. Selain Marchisio, di lini tengah Pogba juga bermain dengan cantik. Seperti biasa, skill individu pemain muda Prancis ini selalu memukau. Namun sayang peluang-peluang yang dihasilkannya jarang berbuah gol. Satu assist yang dilakukan Pogba di menit 46 berhasil ditanduk Quagliarella, meski bola berhasil ditepis Kiper Chievo, Quagliarella terus menendang bola dan akhirnya berbuah gol. Selain itu, crossing yang dilakukan Pogba di menit 65 salah diantisipasi pemain belakang Chievo, Alessandro Bernardini, hingga membuahkan gol bunuh diri yang sangat menguntungkan Juventus. Pertandingan kontra Chievo tersebut ternyata masih belum bisa memperlihatkan penampilan terbaik, Il Metronom, Andrea Pirlo. Jenderal lapangan tengah itu seperti kehilangan tajinya dan banyak kehilangan bola sehingga pemain lawan dengan mudah melakukan counter attack. Sepertinya, Pirlo memerlukan waktu untuk mengembalikan performa terbaiknya di lapangan.

MR_ChievoJuvePogba

MR_ChievoJuve

MR_ChievoJuve2

Barisan pertahanan Juventus kembali diisi dengan pemain debutan, Angelo Ogbonna. Kali ini Ogbonna ditemani Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini sementara Leonardo Bonucci harus rela menonton rekan-rekannya dari pinggir lapangan. Situs WhoScored memberi nilai yang sangat tinggi atas penampilan Chiellini dan mendampuknya sebagai Man of The Match pada pertandingan di Stadio Marc’ Antonio Bentegodi. Chiello berhasil melakukan 120 touches dan 1 kali tembakan ke muka gawang, sayangnya tendangan kerasnya di menit 61 bisa dimentahkan Puggioni. Pada laga tersebut, tak dinyana Puggioni  bermain dengan baik dan beberapa kali menggagalkan peluang-peluang yang tercipta dari kaki pemain-pemain Juventus.MR_ChievoJuveOgbonna

Berbeda dengan Puggioni, Kapten Juventus, Gigi Buffon justru bermain buruk. Gol pertama yang tercipta dari pemain Chievo, Cyril Thereau, pada menit ke-28 terjadi karena blunder yang dilakukan Gigi. Tendangan gawang yang dilakukan Gigi Buffon malah berhasil menyentuh kaki Gennaro Sardo yang meneruskannya kepada Thereau, dengan mudah Thereau menceploskan bola tersebut ke gawang Juventus. Selanjutnya di menit 49, hampir saja I Bianconeri harus gigit jari, memanfaatkan kesalahan Gigi Buffon, Bentivoglio dan Paloschi melakukan kerjasama dan berhasil melesakkan bola ke dalam gawang Gigi, sayangnya gol tersebut dianulir karena hakim garis menyatakan gol tersebut offside. Terlepas dari penampilan lawan, Juventini harus kecewa melihat penampilan Super Buffon yang tidak tampil maksimal di pertandingan tersebut.

MR_ChievoJuveBuffon

Juventus dianggap sangat beruntung di pertandingan melawan Chievo malam itu, selain keputusan wasit yang menganulir gol Chievo, Juventus juga dihadiahi gol bunuh diri yang dilakukan pemain belakang Chievo. Meski seharusnya Juventus dapat penalti saat eks pemain Juventus, Estigarribia menyentuh bola saat akan menyelamatkan gawang Puggioni dari serangan pemain-pemain Juventus. Chievo sendiri sebenarnya bermain bagus karena berhasil mementahkan beberapa peluang yang diciptakan Juventus. Pemain yang digadang-gadang bakal mengobrak-abrik pertahanan Juve, Sergio Pellissier, entah mengapa justru diturunkan di menit-menit akhir pertandingan. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 1-2 tidak berubah dan 3 poin berhasil diraih Juventus.

MR_ChievoJuve3

Berikut komentar-komentar pasca pertandingan:

“Chievo’s sense of fair play is impressive and everyone should follow their example. We were lucky today, because the situation went our way. Having said that, I hope the media won’t go over this incident again and again while ignoring decisions that go against Juventus, such as the penalty on Carlos Tevez withLazio. We want to help the referees, whereas the media want to cause controversy.” [Antonio Conte – Juventus]

“The match with Juventus remains a positive for us. We are satisfied with the result, but sometimes you have to look beyond what it says on the scoreboard.” [Giuseppe Sanino – Chievo Verona]

 Highlights and Goals:

Berharap Juventus bermain lebih ‘rapi’ dan menampilkan gaya permainan La Vecchia Signora sesungguhnya di Derby Della Mole kontra Torino besok. Melihat peta kekuatan di Serie A musim ini, Antonio Conte mestinya menjaga konsistensi permainan Juventus, atau The Old Lady akan kehilangan peluang meraih trofi scudetto ke-32 musim ini. Fino alla fine Juventus! La Vecchia Signora per sempre sara!!!


View the original article here