About Me

My photo
have facebook , have twitter
Showing posts with label Derby. Show all posts
Showing posts with label Derby. Show all posts

Thursday, November 21, 2013

Goodison Park, Saksi Bisu Serunya Derby Merseyside

Sorry, I could not read the content fromt this page.

View the original article here

Wasit Sadis Pimpin Derby Merseyside

Phil Dowd adalah orang dalam sorotan setelah menyerahkan Akhir pekan yang berat bagi Everton, juga Liverpool. Kedua tim bakal bentrok di Goodison Park, dalam lanjutan Premier League 2013/2014 pekan ke-12. Kedua tim sama-sama mematok tiga angka, sama-sama tak ingin meninggalkan stadion dengan kepala tertunduk.

Ketatnya laga Derby Merseyside membuat Komisi Wasit Premier League hati-hati menunjuk pengadil. Dengan kata lain, wasit tak boleh sembarangan. Harus benar-benar wasit yang tegas dan jeli. Maklum, bukan tak mungkin kedua tim akan melakukan hal-hal kotor guna memenangkan pertandingan.

01 i

Pilihan pun jatuh kepada Phil Dowd. Pilihan yang tepat, mengingat Dowd sosok pengadil yang tegas tanpa kompromi. Dikutip dari express.co.uk, Dowd yang kini berusia 50 tahun telah mengeluarkan 41 kartu kuning dan satu kartu merah dalam 11 laga yang dipimpinnya. Sadis!

Liverpool kini bercokol di posisi kedua klaseme sementara, sedangkan Everton berada di urutan keenam. Kedua tim sah-sah saja bermain keras, namun harus tetap menjunjung sportifitas. Soalnya, mata dan telinga Dowd bakal terus mengintai sampai laga usai.

View the original article here

View the original article here


View the original article here

Wednesday, November 20, 2013

Wasit Sadis Pimpin Derby Merseyside

Phil Dowd adalah orang dalam sorotan setelah menyerahkan Akhir pekan yang berat bagi Everton, juga Liverpool. Kedua tim bakal bentrok di Goodison Park, dalam lanjutan Premier League 2013/2014 pekan ke-12. Kedua tim sama-sama mematok tiga angka, sama-sama tak ingin meninggalkan stadion dengan kepala tertunduk.

Ketatnya laga Derby Merseyside membuat Komisi Wasit Premier League hati-hati menunjuk pengadil. Dengan kata lain, wasit tak boleh sembarangan. Harus benar-benar wasit yang tegas dan jeli. Maklum, bukan tak mungkin kedua tim akan melakukan hal-hal kotor guna memenangkan pertandingan.

01 i

Pilihan pun jatuh kepada Phil Dowd. Pilihan yang tepat, mengingat Dowd sosok pengadil yang tegas tanpa kompromi. Dikutip dari express.co.uk, Dowd yang kini berusia 50 tahun telah mengeluarkan 41 kartu kuning dan satu kartu merah dalam 11 laga yang dipimpinnya. Sadis!

Liverpool kini bercokol di posisi kedua klaseme sementara, sedangkan Everton berada di urutan keenam. Kedua tim sah-sah saja bermain keras, namun harus tetap menjunjung sportifitas. Soalnya, mata dan telinga Dowd bakal terus mengintai sampai laga usai.


View the original article here

Thursday, October 10, 2013

[Preview Serie A Giornata 06] Torino vs Juventus: Derby Tetaplah Derby!

Serie A 2013/2014 Giornata 6 – Torino vs Juventus (Olympic Stadio) – LIVE TVRI/beIN Sport 1 – 17.30 WIB

BVPVN76CYAAl0Pp.jpg large

Derby Della Mole, derby yang mempertemukan dua klub kota Turin antara Juventus dan Torino ini belakangan sering dipandang sebelah mata oleh pengamat sepakbola, banyak kalangan menilai bahwa Derby della Capitale dan Derby della Madonnina lebih menyajikan atmosfer derby yang sesunguhnya, hal tersebut dikarenakan perbedaan kualitas antara kedua tim yang mentas di Derby della Mole dinilai tidak berimbang.

Namun derby tetaplah derby, apapun dapat terjadi di dalam pertandingan yang mempertemukan dua klub dalam satu kota ini. Melihat dari dua pertandingan musim lalu, pertandingan kali ini akan menjanjikan atmosfer panas baik dari dalam dan luar lapangan.

Dari luar lapangan, tentu saja saling lempar ejekan antara fans Juve dan Toro semakin membuat atmosfer pertandingan memanas. Pada pertemuan pertama musim lalu di J-Stadio misalnya, setelah tiga musim berpisah (karena Toro berada di Serie B) kedua belah pihak dikenakan denda karena dalam pertandingan tersebut saling  menyinggung tragedi masing-masing klub (Heysel dan Superga).

Selain saling ejek, pada pertemuan kedua musim lalu di Olympic Stadio, kedua kubu suporter bahkan terlibat kontak fisik sebelum pertandingan dimulai. Sempat terjadi kerusuhan yang melibatkan fans Juve dan Toro, dari kerusuhan yang terjadi polisi setempat menangkap beberapa fans yang terlibat kerusuhan.

1060105-16964510-640-360

Dari dalam lapangan, pada derby ini PASTI akan menyajikan pertandingan yang panas. Musim lalu saja, pemain Torino Kamil Glik mendapatkan kartu merah baik di laga home maupun away Torino saat melawan Juve. Pada musim ini, dapat dipastikan Derby della Mole akan semakin memanas dengan bergabungnya Ogbonna ke Juve. Para fan Toro tampak gerah dengan keputusan Ogbonna membelot ke Juve, hal tersebut dapat dimaklumi, karena Ogbonna merupakan pemain dari akademi Toro yang diharapkan dapat menjadi pilar Toro kedepannya.

698dfd3a7a6b71921bf9b9816b543230-030--473x264

Panasnya atmosfer Derby della Mole juga disadari oleh para pemain Juve, seusai mengalahkan Chievo pada pertandingan tengah pekan kemarin,  Quagliarella yang merupakan jebolan akademi Toro langsung mengalihkan konsentrasinya untuk menyambut derby pada akhir pekan ini.

“Now we’ll think about the derby, it’s a very important match for both fans and players. Torino play a good brand of football and we hope it’ll be a decent game.” (Fabio Quagliarella – Juventus.com)

Selain Quagliarella, pemain Juve lainnya Barzagli juga memberikan perhatiannya terhadap derby selepas laga melawan Chievo.

“Now we turn our attention to the derby, but I don’t think Torino will only be thinking about defending. Last year they played their own game, looking to catch us on the counter-attack. I think they’ll line up in the same way as us and go for it.” (Andrea Barzagli – Juventus.com)

***

Berdasarkan sejarah pertemuan kedua tim yang  terdapat di laman Juventus.com, Derby della Mole yang akan digelar besok merupakan edisi yang ke 137. Dari 136 edisi sebelumnya, Juve berhasil meraih kemenangan 61 kali, imbang 41 kali, dan kalah 34 kali. Sementara dari pihak Torino, mereka berhasil mencuri kemenangan dari Juve sebanyak 34 kali, imbang 41 kali, dan kalah 61 kali.

2013-09-28_122228

Pada pertemuan terakhir kedua tim di Olympic Stadium, Juve berhasil meraih kemenangan 0-2 lewat gol Vidal dan Marchisio. Kemenangan tersebut semakin mempertegas dominasi Juve sebagai penguasa kota Turin atas Toro. Terakhir kali Bianconeri mengalami kekalahan pada Derby della Mole terjadi 18 tahun silam, tepatnya pada tahun 1995!.

Namun, para punggawa Juve tidak boleh jumawa, Torino musim ini jelas berbeda dengan Torino musim lalu, keberanian pelatih Giampiero Ventura mengganti pola 4-2-4 yang biasa digunakan Toro musim lalu menjadi pola 3-5-2 membuat Torino saat ini berada di posisi 8 tabel Serie A.

Perubahan pola permainan 4-2-4 ke 3-5-2 ala Torino tersebut juga disadari oleh Antonio Conte, dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Conte memberikan tanggapannya mengenai perubahan pola tersebut.

“I really liked Torino’s system last year, it’s formation i used at other clubs and when i first arrived at Juve. Torino will have their own reason for changing their style of play. Ventura is an excellent coach and we’ll need to stay alert.” (Antonio Conte – Juventus.com)

***

JUVENTUS

Dalam pertandingan ini, Juve membawa hampir seluruh skuad utama, namun pemain yang masih bermasalah dengan cedera dan kebugaran seperti Simone Pepe, Martin Caceres, dan Rubinho tidak dibawa ke dalam skuad. Berikut 23 pemain yang dibawa Juve.

Portieri: 1 Buffon , 30 Storari, 50 Citti

Difensori:  3 Chiellini, 5 Ogbonna, 11 De Ceglie, 13 Peluso, 15 Barzagli, 16 Motta, 19 Bonucci, 26 Lichtsteiner, 33 Isla

Centrocampisti:  6 Pogba, 8 Marchisio, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 Vidal

Attacanti: 9 Vucinic, 10 Tevez, 12 Giovinco, 14 Llorente, 27 Quagliarella

Perkiraan susunan pemain (3-5-2): Buffon, Barzagli, Bonucci, Chiellini, Lichtsteiner, Vidal, Pogba, Marchisio, Asamoah, Tevez, Vucinic

Berdasarkan konferensi pers Conte sebelum pertandingan, tampaknya Conte masih akan menentukan starting line-up setelah sesi latihan terakhir, dan akan melihat kondisi pemainnya setelah menjalani sesi latihan tersebut. Namun Vucinic dan Tevez tampaknya akan menjadi tandem di lini depan Juve, mengingat Tevez telah cukup mendapatkan waktu istirahat ketika melawan Chievo, sementara Conte menilai kondisi Vucinic semakin membaik setelah mengalami sedikit masalah kebugaran saat membela Montenegro. Sementara Andrea Pirlo dikabarkan akan disimpan tenaganya untuk menghadapi Galatasaray pada tengah pekan nanti dan juga mantan klubnya Melon minggu depan.

TORINO

Dari pihak Torino, hampir semua pemain dibawa oleh Ventura, tetapi Marcelo Larrondo masih belum bisa dimainkan karena masih dibekap cedera patah kaki. Sementara Kamil Glik, Matteo Brighi, dan Giuseppe Vives diprediksi akan memulai pertandingan dari menit awal setelah bermain sebagai pengganti melawan Verona.

Portieri: Berni, Gomis, Padelli

Difensori: Bovo, D’Ambrosio, Darmian, Glik, Maksimovic, Masiello, Moretti, Pasquale, Rodriguez

Centrocampisti: Basha, Bellomo, Brighi, El Kaddouri, Farnerud, Vives

Attacanti: Cerci, Immobile, Meggiorini

Perkiraan susunan pemain (3-5-2): Padelli, Glik, Bovo, Moretti, Darmian, Brighi, Vives, El Kaddouri, D’Ambrosio, Cerci, Meggiorini

Dari prediksi susunan pemain yang akan diturunkan Ventura, pemain yang wajib diwaspadai oleh barisan pertahanan Juve adalah Alessio Cerci. Hal tersebut tidak berlebihan, karena pemain jebolan akademi Roma tersebut merupakan sumber gol utama Toro sejauh ini. Dari 5 giornata yang dilewati Toro, Cerci sudah mencetak 5 gol yang juga membawanya menjadi pencetak gol terbanyak di Serie A sejauh ini. Pemain  berusia 26 tahun tersebut juga dikenal memiliki finishing yang mematikan, total dari 5 golnya itu lahir dari 14 tembakan atau sekitar satu gol setiap tiga tembakan!.

url

Peran sentral Cerci untuk Toro juga diakui oleh para punggawa Juve, Barzagli yang kemungkinan besar akan berduel langsung dengan Cerci memberikan pandangannya mengenai pemain bernomor punggung 11 tersebut.

“Who do I fear? Cerci without a doubt. He’s doing well and we’ll have to be very alert in trying to stop his rapidity” (Andrea Barzagli – Tuttosport)

PREDIKSI

Seperti yang diungkapkan diatas, DERBY TETAPLAH DERBY, pertandingan dalam derby akan selalu penuh intrik dan gengsi. Materi pemain berkualitas saja terkadang tidak cukup untuk memenangkan pertandingan derby, namun mentalitas yang tepat lah yang akan memenangkan suatu derby. Dari segi mentalitas, Juve yang datang dengan status Campione d’Italia jelas lebih diunggulkan, namun dahaga Toro untuk mengakhiri penantian 18 tahun mengalahkan rival sekota Juve jelas akan menjadi pemacu semangat para pemain Toro untuk menjadi history maker (karena kemenangan melawan Juve bisa dibilang sebuah sejarah klub).

Dari sisi performa tim, melihat dari 5 laga terakhir kedua tim, performa Juve tentu lebih baik daripada Toro, Juve berhasil mendapatkan hasil 3 kali menang dan 2 kali imbang. Sementara dari pihak Toro, berhasil mendapatkan hasil 2 kali menang, 2 kali imbang, dan 1 kali kalah.

Bagi penulis, Juve diprediksi akan meraih 3 angka dengan skor tipis selisih 1 gol. Bagaimana prediksi anda Signora1897-ers?

Granata topo di fogna, di Torino sei la vergogna!


View the original article here

[Daily News 30/09/13] Derby Berlanjut Ke Dunia Maya

Signora1897-ers, setelah selalu kebobolan dalam 5 pertandingan terakhir, akhirnya Juve berhasil mencatatkan clean-sheet pada pertandingan derby melawan Toro kemarin. Kemenangan 0-1 atas Toro sudah cukup bagi Juve untuk membawa pulang 3 angka sekaligus memperpanjang penderitaan Toro yang belum bisa mencetak gol ke gawang Juve selama 11 tahun, lebih tepatnya sejak 23 Februari 2002.

Selain gagal mencetak gol ke gawang Juve selama 14 pertemuan terakhir sejak 2002, kekalahan pada Derby della Mole kemarin juga semakin mempertegas dominasi Juve yang selalu mendapatkan angka saat melawan Torino sejak 1995. Torino รจ Bianconera!

1381785_745492885477943_1838573695_n

Laga tengah pekan melawan Galatasaray tampaknya sedikit membuat Conte untuk melakukan perubahan pada starting line-up. Pemain yang biasa menempati starting line-up seperti Andrea Pirlo dan Mirko Vucinic tidak diturunkan sejak menit awal, bahkan Pirlo tidak diberikan waktu bermain pada pertandingan kemarin. Selain Pirlo dan Vucinic, Angelo Ogbonna yang menjadi sorotan dalam derby kemarin juga tidak diturunkan oleh Conte menghadapi mantan klubnya. Berikut starting line-up yang digunakan kedua tim.

Torino (3-5-2): Padelli; Rodriguez, Glik, Moretti; Darmian, Brighi, Vives, El Kaddouri, D’Ambrosio; Cerci, Immobile

Juventus (3-5-2): Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pogba, Marchisio, Asamoah; Tevez, Giovinco

Seperti yang diprediksi sebelumnya, laga Derby della Mole yang mempertemukan Toro dan Juve ini akan berlangsung ketat, Toro yang secara kualitas dibawah Juve mencoba untuk mengimbangi Juve dengan permainan keras menjurus kasar. Bahkan Immobile yang berposisi sebagai striker dan mempunyai tugas mencetak gol harus turun ke bawah dan sempat melakukan tackle horor yang mengenai ankle Tevez.

BVU9AW5CMAAvZVX.jpg thumb

Secera spontan Tevez yang ankle-nya terkena tackle horor Immobile langsung mengerang kesakitan dan sempat mendapat perawatan di pinggir lapangan. Dilihat dari cara Immobile melakukan tackle, jelas seharusnya pemain yang separuh kepemilikannya juga dimiliki oleh Juve tersebut PANTAS mendapatkan kartu merah, akan tetapi wasit hanya memberikan kartu kuning kepada Immobile. Immobile Vaffanculo!

Setelah hanya bermain 0-0 pada babak pertama, Juve yang ingin mencari gol pada Derby della Mole langsung memberikan tekanan pada pertahanan Toro pada babak kedua, namun rapatnya barisan pertahanan Toro sedikit membuat para pemain Juve hanya bermain di luar kotak penalty Toro.

552727_10151634664187466_1373428091_n

Seperti peribahasa sepandai-pandainya tupai melompat, pada akhirnya nanti akan jatuh juga, peribahasa tersebut tampaknya cocok untuk menggambarkan pertahanan Toro. Pertahanan Toro yang rapat dari babak pertama akhirnya bisa jatuh dan dijebol juga oleh Juve. Memanfaatkan tendangan penjuru, bola sundulan Bonucci yang mengarah ke arah Tevez sempat membentur tiang sebelum diselesaikan dengan sundulan Paul Pogba yang mengubah papan skor. Setelah mencetak gol, tampak Pogba sedikit menyindir tifosi Toro ketika merayakan gol yang dicetaknya dengan menunjukkan patch Scudetto yang ada pada jersey Juve, tentu Signora1897-ers tahu apa maksud dari Pogba :)

734105_10151634674172466_1883646582_n

Selepas gol yang dicetak Pogba, Juve tidak berhenti untuk menyerang pertahanan Toro. Terdapat dua peluang emas yang diperoleh Tevez dan Vucinic, sayang kedua peluang emas tersebut gagal dimanfaatkan untuk menambah keunggulan, skor 0-1 untuk keunggulan Juve pun bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Toro 0 – JUVE 1

Meskipun pertandingan telah berakhir, namun tampaknya drama Derby della Mole masih terus bergema. Drama tersebut memang terjadi di luar lapangan, bukan kontak fisik yang melibatkan kedua belah pihak suporter, namun drama tersebut terjadi di dunia maya.

BVXs5PWCYAAWrQu.jpg large

Di dunia maya, saling perang kata-kata terjadi di jejaring sosial Twitter, dimulai dari akun @juventusfc yang berkicau “Sebetulnya kami tidak terlalu pandai berhitung, tapi kami bisa menghitung 0 jumlah tembakan Toro ke gawang kami”, sesaat kemudian akun Twitter Toro @TorinoFC_1906 membalas kicauan dari akun @juventusfc, “Jangan terlalu keras memikirkannya, kalian telah membuat 31 (oops 29) scudetto”.

Selain dari jejaring sosial Twitter, Toro rupanya juga menanggapi komentar Conte pasca pertandingan melalui laman resmi klub mereka. Mereka memulai statement dengan ungkapan “How does Conte count?”. Tidak perlu banyak yang dibahas dari statement Toro tersebut, yang pasti 3 poin adalah 3 poin!.

1238183_10151634667577466_1414729951_n

Seusai pertandingan, Antonio Conte memberikan pandangannya mengenai jalannya pertandingan dan keputusannya yang sempat mengganti formasi dari 3-5-2 ke 4-3-3.

“Today we were much more attentive and didn’t allow Torino anything, despite their excellent players on the counter-attack. Compared to previous games, we brought back the three-man defence that had done so well last season. There was only one team that looked for the victory and that was Juventus. Torino sat back and waited, even after going a goal down. It’s a difficult League and our opponents change their whole approach to limit us rather than play their own football. Torino are very organised tactically and use a very defensive system, but in the second half as they got tired the spaces started to open up a bit. Arturo Vidal was marked by Omar El Kaddouri, so I moved Pogba to make his physicality felt. The goal changed it and we moved to a 4-3-3, putting Simone Padoin in a more advanced position with Mirko Vucinic and Tevez.”(Antonio Conte – Sky Sport Italia)

Selain berkomentar tentang jalannya pertandingan, Conte juga sedikit berkomentar tentang proses terjadinya gol Juve yang sedikit berbau offside dan juga tackle keras Immobile pada Tevez.

“I was told Tevez was offside during the goal, but he also risked his ankle on Immobile’s challenge before that. He suffered a serious cut to his ankle and who knows how it might’ve ended if Toro had gone down to 10 men, Immobile should’ve been sent off. Mistakes can happen for referees and it is inevitable that debatable incidents will occur, but the team played well and took the initiative throughout.” (Antonio Conte – Sky Sport Italia)

1381315_10151634671827466_386620126_n

Paul Pogba sebagai pencetak gol kemenangan dalam derby kemarin juga sedikit memberikan komentarnya seusai pertandingan.

“It was a difficult game but we’re all happy with the victory and reclaiming top spot, even if momentarily. Now we’ll concentrate on the Champions League. We drew the first game, so it’s fundamental that we win on Wednesday night.” (Paul Pogba – Juventus.com)

Dari pihak Torino, Giampiero Ventura selaku pelatih Toro memberikan tanggapannya tentang pertandingan yang berkesudahan 0-1 untuk Juve ini.

“There were teams on the field with different qualities. We were able to be aggressive against Juve last season, but this time round we have a different structure. We limited Juventus and they had very few opportunities, though we should’ve done better in possession. Juventus are the best side we’ve faced so far. It’s difficult to be aggressive against their defence.” (Giampiero Ventura – Sky Sport Italia)

Selain Giampiero Ventura, Ciro Immobile, pemain yang sempat melakukan tackle horor pada Tevez juga memberikan tanggapannya mengenai tackle dan kartu merah yang seharusnya diberikan kepadanya.

“It didn’t seem like a sending off to me, as I tried to get the ball. After all, Nigel De Jong hit me with a similar foul last week. I didn’t put any nastiness into it. Claudio Marchisio was also booked for a pretty much identical tackle on me.” (Ciro Immobile – Sky Sport Italia)

Kamil Glik, pemain Toro yang musim lalu dikartu merah baik di laga home maupun away saat melawan Juve ikut berkomentar tentang pertandingan ini.

“Once again we are here talking about incidents against us. Pogba’s goal was affected by a clear Tevez offside, which we all noticed from the pitch, but the referee simply wouldn’t listen. What I cannot comprehend is why clubs are treated in such different ways. It’s a shame to lose like this. It’s true we didn’t create much, but neither did Juve until they took the lead with an offside goal. This game will remain in our heads, but once we resume training on Tuesday we have to leave it behind us and concentrate on Sampdoria. (Kamil Glik – Sky Sport Italia)

Kemenangan atas Toro kemarin membuat Juve terus berada di papan atas menempel Roma yang masih berada di puncak klasmen setelah pagi hari tadi menggilas Bologna 5 gol tanpa balas. Sementara merda tim gurem yang agak naik performanya kemarin hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan Cagliari.

Dari hasil giornata 6 kemarin, Juve berada di peringkat tiga tabel Serie A, selisih dua angka dari Roma sebagai pemuncak klasmen. Di peringkat dua ada Napoli yang sebelumnya menang 2 gol atas Genoa berada di peringkat 2, meskipun mempunyai angka yang sama, namun Napoli mempunyai agresivitas gol yang lebih baik dari Juve. Sementara merda, ya sudahlah….. :)

***

Selain dari kompetisi lokal, terdapat sedikit berita dari Galatasaray yang akan menjadi lawan Juventus pada matchday 2 UCL. Setelah memecat Fatih Terim, Galatasaray dikabarkan telah resmi meminang Roberto Mancini sebagai pelatih baru mereka. Berdasarkan Sport Mediaset, Mancio dikabarkan akan menerima gaji €7m untuk musim ini dan opsi untuk tahun kedua. Debut Mancio menangani Galatasaray akan terjadi di Juventus Stadium, saat Galatasaray melawan Juve tengah pekan ini.

BVWeIdAIcAA1vzb

Masih dari UCL, Carlos Tevez, yang pada pertandingan derby kemarin sempat kesakitan pada ankle-nya, terancam tidak bisa mentas pada tengah pekan nanti saat menghadapi Galatasaray. Setelah menjalani tes medis seusai pertandingan, Juve melalui Juventus.com mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kabar Carlitos.

“During the first half of this afternoon’s Serie A encounter with Torino, Carlos Tevez sustained a lacerated and contused wound on his right ankle. The striker’s condition will continue to be assessed over the coming hours, but he remains a serious doubt for Wednesday night’s Champions League game against Galatasaray.” (Juventus.com)

Demikian Signora1897-ers Daily News hari ini, semoga saja kondisi Carlitos semakin membaik dan dapat tampil pada tengah pekan nanti menghadapi Galatasaray. Fino Alla Fine Forza Juventus!


View the original article here

Tuesday, September 17, 2013

[Daily News 16/09/13] Dari Derby D’Italia Ke Copenhagen

531932_10151608912132466_570759182_nSignora1897-ers, setelah istirahat selama sepekan karena jeda international, akhirnya akhir pekan kemarin Serie A kembali bergulir. Tidak tanggung-tanggung, Juventini yang sudah  tidak sabar melihat aksi Juventus langsung disuguhi partai panas Derby D’Italia melawan merda guk guk!. Laga yang berkesudahan 1-1 tersebut mengakhiri rekor kemenangan 100%  baik untuk Juve dan merda pada musim ini di Serie A.

Pada starting line-up, Conte sedikit berjudi dengan tetap memainkan Vucinic yang kondisinya sedikit bermasalah setelah membela Montenegro melawan Polandia pada pekan sebelumnya, selebihnya Juve bermain dengan tim terbaiknya. Berikut starting-line up merda dan Juve.

Merda (3-5-1-1): Handanovic; Campagnaro, Ranocchia, Juan Jesus; Jonathan, Guarin, Cambiasso, Taider, Nagatomo; Alvarez, Palacio.

Juventus (3-5-2): Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Pogba, Asamoah; Tevez, Vucinic.

530526_736334766393755_1767628506_nPada pertandingan yang dihelat di stadion kontrakan ini, kedua kubu mengawali pertandingan dengan hati-hati. Merda melalui Nagatomo membuat peluang pertama pada pertandingan ini setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang, beruntung tendangan pemain asal Jepang tersebut dapat diantisipasi oleh Buffon.

Pada menit 31 Juve membuka peluang setelah Pirlo berhasil membongkar pertahanan merda dengan memberikan umpan lambung ke arah Pogba, namun sayang umpan tersebut tidak dapat dikonversi menjadi gol, karena tendangan Pogba terlalu lemah dan bola dapat diamankan oleh Handanovic.

Juve yang bermain dengan kaki-kaki letih karena sebagian para pemainnya turut andil dalam membela negaranya masing-masing hampir saja tertinggal setelah Pirlo yang terlalu lama membawa bola berhasil direbut oleh Alvarez dan memberikan umpan pendek ke Taider yang memilih  melepaskan tendangan ke arah tiang dekat yang mampu dimentahkan oleh Buffon, sehingga kedudukan 0-0 bertahan hingga akhir babak pertama.

Pada babak kedua, permainan Juve mulai menurun, selain karena kaki-kaki yang letih dampak dari jeda internasional, kontak fisik yang sering terjadi pada babak pertama juga memberikan dampak pada permainan Juve di babak kedua ini. Memang sejak melatih Napoli, Mazzarri pelatih kampret ini (memang kampret sih, seperti kata bro Adit di preview merda-Juve kemarin ;p ) terkenal dengan taktik piciknya yakni mengandalkan permainan keras menjurus kasar, sehingga lawan akan kesulitan mengembangkan permainannya.

Meskipun bermain dengan kondisi fisik yang mulai menurun tidak lantas membuat Juve berhenti untuk menyerang. Pada menit ke 57, berawal dari Tevez yang menggiring bola dari sisi kanan memberikan umpan terarah ke arah Vidal, namun sayang Vidal yang lolos dari kawalan bek merda lebih memilih untuk melepaskan tendangan yang sedikit melebar daripada mengembalikan bola ke Tevez yang mempunyai posisi lebih baik untuk melepaskan tendangan.

Petaka datang pada menit ke 73, berawal dari wrong-pass Guarin ke arah Chiellini, Chiello yang sedikit kehilangan konsentrasi setelah menerima bola dari Guarin berhasil direbut oleh Alvarez, sehingga Alvarez yang berhadapan dengan duo Barza-Bonucci langsung memberikan umpan terobosan kepada Icardi, tanpa ampun pemain yang direkrut dari Sampdoria pada awal musim ini langsung menghukum Juve, merda 1 – Juve 0. Gol yang dicetak Icardi tersebut merupakan gol-nya yang ke 4 selama 201 menit bermain  (termasuk saat membela Sampdoria) melawan Juve.

1234581_10151608914352466_1215484407_n

Seolah dibangunkan oleh gol Icardi, Juve mulai berani menusuk pertahanan merda. Benar saja, dua menit setelah gol Icardi, Juve berhasil menyamakan kedudukan. Asamoah yang berhasil masuk pertahanan merda setelah berduel dengan Jonathan dan Campagnaro langsung melepaskan umpan ke arah Vidal yang tidak terkawal, dengan tenang Vidal melepaskan tendangan yang hanya bisa membuat Handanovic terpana, merda 1 – Juve 1. Bukan hanya menyeimbangkan kedudukan, namun gol tersebut merupakan gol ke 20 Vidal untuk Juve di Serie A dan juga menghindarkan Conte dari kekalahan di pertandingan ke 100-nya bersama Juve.

562765_736425419718023_2056671036_n

Setelah berhasil menyamakan kedudukan, Juve bertubi-tubi menyerang pertahann merda. Terdapat dua peluang dari Tevez dan Isla yang seharusnya bisa mengubah hasil pertandingan, namun sayang kedua peluang tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Tevez dan Isla, sehingga kedudukan 1-1 bertahan sampai akhir pertandingan.

1186895_10151608912137466_600223903_n

Selepas pertandingan, Conte memberikan tanggapannya mengenai pertandingan ini pada Sky Sport Italia.

“Kami memastikan hari ini bahwa Inter bisa memasang target memuncaki klasemen musim ini, meski Juventus bukanlah tim yang mudah dikalahkan,saya melihat tim bermain sangat baik di stadion yang sulit dengan menghadapi lawan yang memiliki segalanya untuk berkompetisi dari awal sampai akhir. Apa lagi mereka tak memiliki komitmen bermain di Eropa dan karenanya mereka memiliki level fisik yang lebih baik. Yang paling saya suka adalah usaha dan keinginan bermain bagus. Kami mengejar ketertinggalan satu gol, tapi bisa bereaksi dengan marah dan bisa saja langsung unggul 2-1. Di awal babak kedua, kami harusnya lebih waspada dan fokus, meski hal itu sangat berat dilakukan karena banyak di antara pemain yang menjalani laga internasional dan beberapa di antaranya harus membayar konsekuensinya.”

Sementara pelatih kampret Mazzarri juga memberikan tanggapannya terkait pertandingan ini pada Sky Sport Italia.

“Kami bermain sebagai tim, terutama di babak pertama. Setelah jeda, kami mengejar kemenangan, yang merupakan lompatan besar. Saya tertarik melihat Inter yang seperti ini, kami telah melakukan sesuatu yang baik saat melawan Genoa dan Catania, tapi dengan tidak mengurangi rasa hormat mereka bukanlah Juve, dan saya ingin melihat bagaimana pendekatan pada pertandingan ini. Anda bisa melihat kami sedikit tegang di babak pertama , tapi para pemain memberi respon yang baik dan saya bangga bagaimana mereka bermain.”

1260859_10151608907522466_1791959272_n

Vidal yang mencetak gol penyeimbang kedudukan ikut berkomentar mengenai pertandingan ini, berikut komentar Vidal yang dikutip dari Juventus.com

“Saya senang ketika saya berhasil masuk papan skor, tapi saya lebih senang lagi ketika tim menang. itulah kenapa saya tak sepenuhnya puas hari ini. Kami sekarang akan langsung mengalihkan perhatian kami ke laga Liga Champions [melawan FC Copenhagen]. Kami ingin berada di kondisi puncak untuk meraih kemenangan dalam laga yang bermakna sangat penting untuk kami.”

1231151_10151608908082466_1714520323_n

Bonucci, bek Juve yang juga merupakan jebolan akademi merda memberikan opininya mengenai jalannya pertandingan ini, berikut kutipan opini Bonucci yang dikutip dari Juventus.com.

“Ini laga intens di mana pertahanan kedua tim bermain sangat solid. Juve kembali menunjukkan karakter hebat dan hasrat untuk menang malam ini ketika kami merespons dengan sangat cepat setelah mereka membuka keunggulan. Kami dapat mengimbangi tim merda yang telah menjadi sangat kompak di bawah pelatih baru mereka [iya, maksudnya si kampret Mazzarri]. Mungkin kami semestinya bisa berbuat sedikit lebih banyak, tapi kami senang dapat mengambil satu poin penting.Sekarang kami harus berpikir tentang memulihkan diri secepatnya karena pada Selasa kami ingin pergi dan meraih kemenangan di Copenhagen untuk melakoni start sebaik mungkin di pentas Eropa”

644247_10151608909522466_245393615_n

Selain Bonucci, Barzagli yang juga bek Juve memberikan pandangannya terkait laga merda-Juve melalui Juvenus.com

“Sejak awal kami sudah tahu ini akan menjadi partai sulit dan terbukti laga ini berjalan dengan  imbang. Keadaan tak terlihat bagus ketika Inter mencetak gol, namun kami bisa langsung menyamakan kedudukan. Sekarang kami akan berkonsentrasi pada laga di Copenhagen [di matchday pertama Liga Champions]. Kami tak akan mengambil risiko meremehkan lawan karena Liga Champions selalu menghadirkan motivasi ekstra untuk setiap tim. Lagi pula, kami tahu betapa pentingnya melakoni start bagus, jadi karena alasan itu kami akan pergi ke sana mengincar kemenangan.”

628x471

Via Merda Channel, Icardi pembuka skor pada pertandingan ini juga memberikan komentarnya setelah mencetak gol ke gawang Juve.

“Ini sebuah perasaan menakjubkan, gol pertama saya di laga kompetitif untuk Inter dan itu terjadi melawan Juventus. Semoga saya bisa meninkatkan performa saya dari sini, dan mungkin mencetak gol melawan Juve setiap tahun.”

1184832_737095396317692_2007942321_n

Sebelum menutup Daily News hari ini, kemarin Juve telah bertolak ke Denmark dan membawa 21 pemainnya . Hal yang sedikit aneh adalah ketika Juve membawa Marco Motta ke Denmark meskipun pemain tersebut tidak terdaftar untuk pertandingan UCL. Sementara pemain yang kurang fit atau masih dibekap cedera seperti Marchisio, Caceres, Pepe, dan Rubinho tidak diikutkan dalam perjalanan ke Denmark.

Berikut 21 pemain yang akan dibawa Juventus ke Copenhagen: 1 Buffon, 3 Chiellini, 5 Ogbonna, 6 Pogba, 9 Vucinic, 10 Tevez, 11 De Ceglie, 12 Giovinco, 13 Peluso, 14 Llorente, 15Barzagli, 19 Bonucci, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 Vidal, 26Lichtsteiner, 27 Quagliarella, 30 Storari, 33 Isla, 50 Citti

Demikian Signora1897-ers Daily News hari ini. Semoga hasil minor melawan merda bisa memacu tim untuk bermain maksimal melawan FC Copenhagen, sehingga mimpi bermain di Estadio da Luz akan tercapai pada final nanti! Fino Alla Fine Forza Juve!


View the original article here