About Me

My photo
have facebook , have twitter
Showing posts with label Rotasi. Show all posts
Showing posts with label Rotasi. Show all posts

Sunday, November 17, 2013

[Preview Serie A Giornata 11] Parma – Juventus: Rotasi Lagi, Tiga Poin Lagi?

You Are Here: Home » All Articles, Match Preview » [Preview Serie A Giornata 11] Parma – Juventus: Rotasi Lagi, Tiga Poin Lagi?

Signora1897 ers, Parma memasuki giornata ke-11 ini dengan rekor yang bagaikan roller coaster: naik turun. Dalam enam pertandingan terakhir, rekor Parma adalah W-D-W-L-W-L. Dalam dua pertandingan terakhir, kemenangan 3-2 atas Milan diikuti dengan kekalahan 0-1 di kandang Genoa. Padahal, pelatih Roberto Donadoni selalu memakai formasi 3-5-2 dalam semua pertandingan di musim ini dan selalu memainkan tulang punggung yang sama: kiper Antonio Mirante, bek Mattia Cassani, Alessandro Lucarelli, Felipe, bek-bek sayap Jonathan Biabiany dan Massimo Gobbi, pemain-pemain tengah Marco Parolo, Warter Gargano dan Marco Marchionni, dan penyerang-penyerang Amauri dan Antonio Cassano.

Formation_Parma

Tetapi kenyataannya, memang permainan pemain-pemain Parma sendiri yang tidak konsisten dan tidak merata kualitasnya. Bek seperti Lucarelli memang konsisten cukup baik tetapi Felipe, apalagi mantan pemain primavera Juve Cassani, sama sekali tidak memberikan rasa aman di belakang. Parma mungkin akan sedikit terbantu dengan kembalinya Yohan Benalouane dari cedera dan bek Prancis ini sangat lugas bermain namun dilain pihak, sangat rawan kartu.

Di tengah Parolo semakin matang permainannya dan kembali menjadi salah satu yang terbaik di Parma setelah selama beberapa tahun terakhir ini sering diganggu cedera berkepanjangan. Dia akan ditopang oleh Gargano sebagai destroyer dan bek sayap cepat di kanan, Biabiany. Yang menarik dari lapangan tengah Parma ini adalah kekonsistenan. Mereka bisa bermain sangat baik dan mendominasi tetapi bisa juga bermain sangat buruk dan menjadi sumber kelemahan permainan Parma.

Di depan, Cassano menjadi jaminan mutu. Memang, secara fisik Sang Fantantonio sudah tidak memadai lagi tetapi visi dan umpan-umpannya masih maut. Apabila bek-bek Juve tidak berhati-hati dan memandang remeh, Cassano akan menjadi mimpi buruk. Dan jangan lupakan Amauri, yang walau tidak memiliki kualitas yang baik, tetapi kekuatan fisiknya dapat mematikan apabila bek-bek kita kembali melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu.

23 Pemain Parma yang Dibawa:

Portieri: 55 Rossetto, 83 Mirante, 91 BajzaDifensori: 2 Cassani, 3 Mesbah, 6 A. Lucarelli, 18 Gobbi, 19 Felipe, 23 Mendes, 28 Benalouane, 87 RosiCentrocampisti: 5 Gargano, 7 Biabiany, 10 Valdes, 16 Parolo, 20 Obi, 24 Munari, 30 Acquah, 32 MarchionniAttaccanti: 11 Amauri, 17 Palladino, 21 Sansone, 99 Cassano

Starting XI (3-5-2): Mirante; Cassani, Lucarelli, Mendes; Biabiany, Marchionni, Gargano, Parolo, Gobbi; Amauri, Cassano.

***

Di Juve, pelatih Antonio Conte akan kembali melakukan rotasi. Fabio Quagliarella memang sudah kembali ke tim tetapi Mirko Vucinic dan Stephan Lichtstener masih belum pulih, apalagi Simone Pepe yang semakin tidak jelas kapan akan bisa bermain.

21 Pemain Juve yang Dibawa:

Portieri: 1 Buffon, 30 Storari, 34 RubinhoDifensori: 3 Chiellini, 4 Caceres, 5 Ogbonna, 11 De Ceglie, 13 Peluso, 15 Barzagli, 16 Motta, 33 IslaCentrocampisti: 6 Pogba, 8 Marchisio, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 VidalAttaccanti: 10 Tevez, 12 Giovinco, 14 Llorente, 27 Quagliarella

Leonardo Bonucci diistirahatkan dan tidak dibawa dan sepertinya Angelo Ogbonna yang akan menggantikan. Andrea Pirlo juga kemungkinan besar akan diistirahatkan dan lapangan tengah akan diisi oleh Arturo Vidal, Paul Pogba dan Claudio Marchisio. Mauricio Isla kemungkinan akan diistirahatkan, demikian pula dengan Martin Caceres sehingga  Simone Padoin-lah yang akan mengisi posisi RWB. Kwadwo Asamoah akan kembali menjadi starter di bek sayap kiri. Di depan, Conte juga melakukan rotasi dengan kemungkinan mengistirahatkan Fernando Llorente dan memainkan Sebastian Giovinco, menemani Carlos Tevez.

Terlihat diluar bek-bek tengah kita, Pogba, Vidal dan Tevez adalah tiga pemain yang paling sering dimainkan sejauh ini dan untunglah, ketiganya tidak bermain penuh saat Juve menaklukkan Catania hari Rabu kemarin.

Starting XI (3-5-2): Buffon; Barzagli, Ogbonna, Chiellini; Padoin, Vidal, Pogba, Marchisio, Asamoah; Tevez, Giovinco.

***

Parolo yang sementara ini menjadi pencetak gol terbanyak Parma dengan lima gol layak menjadi pemain yang diwaspadai. Tusukan-tusukannya dari lini kedua akan berbahaya apabila Vidal atau Pogba lalai menjaga pemain ini. Namun lebih daripada Parolo, menurut penulis yang paling patut diwaspadai oleh Juve adalah bek sayap cepat Biabiany. Pemain Prancis inilah yang menghancurkan Milan dengan kecepatannya dari sayap kanan. Asamoah, dan dibantu oleh Marchisio, harus bekerja keras menutup pergerakan pemain ini. Apabila kedua pemain ini dimatikan, sepertinya Amauri dan Cassano di depan tidak akan dapat berbuat banyak.

Dengan dilakukannya rotasi, pemain-pemain yang dikhawatirkan akan kelelahan saat menjamu Real Madrid Selasa nanti adalah Vidal, Pogba dan Tevez. Melihat gaya permainan Tevez, Juventini tidak perlu ragu bahwa Tevez akan bermain all out dan mencoba memberikan yang terbaik. Tanda tanya terdapat di Vidal dan Pogba, apakah mereka akan maksimal malam ini. Apabila ya, maka Juve akan kembali sukses mendulang tiga poin. Apabila tidak, Parma dapat mencuri kesempatan.

Apabila pemain-pemain kita tidak melakukan blunder, penulis memprediksi pertandingan akan berakhir Parma 0-1 Juve.

Forza Juve!!!

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.


View the original article here

[Preview Serie A Giornata 10] Juventus – Catania: Tiga Poin dengan Rotasi Minimal?

You Are Here: Home » All Articles, Match Preview » [Preview Serie A Giornata 10] Juventus – Catania: Tiga Poin dengan Rotasi Minimal?

Signora1897 ers, dengan kembalinya ‘The Real’ Juve dalam pertandingan melawan Genoa tiga hari yang lalu, pertimbangan utama pelatih Antonio Conte kemungkinan adalah rotasi. Dengan schedule bertandang ke Parma pada giornata ke-11 dan tiga hari kemudian, menjamu Real Madrid dalam partai yang menentukan di kancah Champions League, mutlak diperlukan rotasi supaya pemain-pemain mendapat istirahat yang cukup dan tidak mengalami cedera.

Pertanyaannya adalah: Dengan rencana menurunkan full team saat melawan Real Madrid seminggu lagi, siapakah yang akan diistirahatkan saat melawan Catania, dan siapakah yang diistirahatkan saat melawan Parma?

Rotasi tidak mudah dilakukan. Terlalu sedikit rotasi, pemain-pemain beresiko bermain tidak optimal karena kelelahan dan takut mengalami cedera. Terlalu banyak rotasi, permainan tersendat dan bisa terjegal oleh tim-tim seperti Catania dan Parma.

Dalam menghadapi Catania, Conte kembali memanggil 21 pemain, sama seperti saat melawan Genoa, dengan absennya lima pemain. Namun, Fabio Quagliarella mungkin sudah bisa berada di bangku cadangan saat melawan Parma dan Mirko Vucinic dan Stephan Lichtsteiner kemungkinan sudah siap saat melawan Real Madrid. Simone Pepe masih belum pulih dan Ouasim Bouy tidak dibawa.

21 pemain Juve yang Dibawa:

Portieri: 1 Buffon, 30 Storari, 34 RubinhoDifensori: 3 Chiellini, 4 Caceres, 5 Ogbonna, 11 De Ceglie, 13 Peluso, 15 Barzagli, 16 Motta, 19 Bonucci, 33 IslaCentrocampisti: 6 Pogba, 8 Marchisio, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 VidalAttaccanti: 10 Tevez, 12 Giovinco, 14 Llorente

Setelah sukses dengan 4-3-3 saat melawan Real Madrid, Conte kembali ke formasi 3-5-2 saat melawan Genoa dan memastikan Genoa tidak berkutik dengan maksimalnya permainan Arturo Vidal dan Paul Pogba di tengah dan aktifnya Andrea Pirlo menusuk ke jantung pertahanan Genoa di 30 menit pertama. Selain itu, pergerakan Carlos Tevez dan Fernando Llorente dalam menyerang dan bertahan juga telah menjadi salah satu senjata permainan Juve.

Marchisio_VidalYang dikhawatirkan adalah kelima pemain penting ini tidak bermain maksimal karena fisik dan mental bertanding belum pulih 100% setelah menaklukkan Genoa. Apalagi Sebastian Giovinco masih menderita kesakitan di engkelnya sehingga Tevez-Llorente sepertinya akan kembali diduetkan sejak menit pertama.

Untunglah, Claudio Marchisio telah pulih dan sepertinya akan menggantikan Paul Pogba di tengah. Andrea Barzagli juga bisa diistirahatkan dan Angelo Ogbonna siap untuk menggantikan tempatnya. Di bek sayap kanan, masih belum dapat dipastikan apakah Mauricio Isla akan kembali bermain atau akan digantikan oleh Martin Caceres, yang bermain gemilang saat melawan Real Madrid.

Menurut penulis, Caceres lebih cocok di formasi empat pemain belakang sedangkan Isla sebagai bek sayap jadi apabila Conte kembali memainkan 3-5-2, sepertinya Isla-lah yang akan kembali dipasang.

Perkiraan susunan pemain (3-5-2): Buffon; Ogbonna, Bonucci, Chiellini; Isla, Vidal, Pirlo, Marchisio, Asamoah; Llorente, Tevez.

***

Catania yang diasuh oleh Luigi De Canio sementara ini berada di peringkat ke-17 dan baru meraih satu kemenangan dari sembilan penampilannya. Start yang buruk membuat pelatih sebelumnya Rolando Maran dipecat dan di pertandingan pertamanya hari Minggu lalu, De Canio dan Catania ditahan imbang 0-0 oleh Sassuolo.

Namun, Gli Elefanti tetap merupakan salah satu tim provincial yang sulit dibobol dan walau Nicolas Spolli masih menderita cedera, kembalinya Nicola Legrottaglie dan Pablo Alvarez setelah menjalani larangan main satu kali tentu akan semakin memperkuat barisan pertahanan mereka.

Dilain pihak, Catania adalah tim terburuk di Serie A dalam urusan membobol gawang lawan dan baru mencetak enam gol dalam sembilan giornata. Malah, pemain terbaik mereka, Pablo Barrientos, akan absen selama satu bulan dan hal ini tentu akan semakin mempersulit Catania. Apakah De Canio yang melanjutkan formasi 4-3-3 milik Maran dapat memperbaiki hal ini?

20 pemain Catania yang Dibawa:

Portieri: 1 Frison, 21 Andujar, 35 FicaraDifensori: 5 Rolin, 6 Legrottaglie, 22 Alvarez, 24 Gyomber, 34 BiraghiCentrocampisti: 4 Almiron, 7 Tachtsidis, 13 Izco, 17 Guarente, 19 Castro, 20 FreireAttaccanti: 9 Bergessio, 10 Lopez, 11 Leto, 26 Keko, 32 Petkovic.

Dengan situasi seperti ini, hampir dapat dipastikan Catania akan bermain counter-attack dengan mengandalkan Jaroslav Plasil yang memiliki umpan-umpan terarah, Lucas Castro yang memiliki skill yang baik sebagai penyerang sayap kiri dan Gonzalo Bergessio sebagai predator di dalam kotak penalti.

Perkiraan susunan pemain (4-3-3): Andujar; Alvarez, Legrottaglie, Rolin, Biraghi; Plasil, Tachtsidis, Almiron; Keko, Bergessio, Castro.

***

Pertandingan ini akan dipimpin oleh wasit Marco Guida asal Campania. Musim lalu, Guida memimpin tiga pertandingan Juve: Juve 1-0 Cagliari (Coppa Italia), Juve 1-1 Genoa dan Atalanta 0-1 Juve. Yang paling mencolok adalah pertandingan Juve 1-1 Genoa dimana Guida secara kontroversial tidak memberikan penalti untuk Juve di saat-saat akhir pertandingan. Alhasil, protes keras Juve berakibat atas diskorsingnya Conte, Giorgio Chiellini (yang tidak bermain), dan Leonardo Bonucci.

Namun secara keseluruhan, dari enam pertandingan Juve yang dipimpin Guida, hasilnya cukup baik dengan empat kemenangan dan dua kali imbang.

Jadi, dengan perkiraan dua-tiga rotasi pemain, melihat pelatih De Canio masih mencari-cari bentuk dan apabila lini belakang atau tengah kita tidak melakukan blunder, seharusnya Juve tidak akan terlalu sulit untuk mendulang tiga poin dari pertandingan ini.

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.


View the original article here

Thursday, October 10, 2013

[Daily News 24/09/2013] Keharusan Rotasi!

Italy Soccer Serie A

Kemenangan atas Hellas Verona pekan lalu tidak lantas membuat Juventus berpuas diri, saat ini pasukan besutan Antonio Conte harus puas berada di bawah Fiorentina klasemen sementara Serie A. 10 poin yang diraih hingga giornata kemarin belum bisa membuat The Old Lady merangsek ke posisi tiga besar. Meski pertandingan di Lega Calcio baru berjalan, namun rival Juventus seperti Napoli, AS Roma, Iler Merda, dan Fiorentina terus menunjukkan perkembangan di timnya. Iler Merda misalnya, pada pekan lalu sukses menghajar tim promosi Sassuolo dengan skor telak 7-0 sementara Juventus hanya bisa menang tipis 2-1 atas Hellas Verona. Napoli dan AS Roma juga mempertontonkan kekuatan baru skuad mereka, mencatat kemenangan penuh hingga pertandingan di giornata kemarin membuat mereka berada di posisi teratas klasemen sementara.

Musim ini, tidak diragukan lagi akan menjadi musim yang berat untuk dijalani Gigi Buffon dkk. Scudetto yang didapat dua musim berturut-turut menjadi motivasi besar bagi tim-tim lain di Serie A untuk ‘menghancurkan’ Juventus. Karenanya, Antonio Conte harus memikirkan secara matang strategi apa yang paling baik untuk menjaga konsistensi pola permainan I Bianconeri. Rotasi adalah salah satu teknik yang digunakan Conte untuk mengecoh lawan di lapangan. Namun, apakah teknik ini jitu so far?

DN2409_rotasi1

Rotasi pemain menjadi salah satu keharusan mutlak bagi Conte. Selain lawan yang berat di liga domestik, Juventus akan bertemu dengan lawan yang tangguh di Grup B Liga Champions yaitu Galatasaray dan Real Madrid. Secara otomatis, tim lawan akan dengan mudah membaca pola permainan Juventus. Akan tetapi, pemain lawan akan terkecoh jika Conte menggunakan pola yang sama dengan pemain yang berbeda. Disamping itu, persoalan fisik juga menjadi tantangan.

DN2409_rotasi2

Dengan adanya rotasi, maka fisik pemain akan lebih bugar dan lebih siap. Minggu ini misalnya, pada 26 September nanti Juventus akan berhadapan dengan Chievo Verona, lalu 29 September akan meladeni Torino, setelahnya, tanggal 3 Oktober Juventus akan menjamu Galatasaray di Juventus Stadium, dan bertempur dengan AC Milan di lanjutan laga Serie A pekan berikutnya. Ditambah lagi jika para pemain dipanggil untuk membela tim nasional, maka Conte mesti memikirkan secara matang dan profesional para pemain yang akan diturunkannya di tiap pertandingan. Berbicara soal tim nasional, di skuad Juventus sendiri ada sekitar belasan pemain yang juga membela negaranya. Berkaca dari pengalaman musim lalu, Juventus agak kelabakan saat bermain di jadwal yang padat, terutama dari segi kebugaran. Saat melawan Hellas Verona contohnya, Conte mengganti Andrea Pirlo dengan Claudio Marchisio, yang untungnya sudah fit dan menunjukkan kualitas permainannya malam itu.

DN2409_Pirlo

Meskipun Pirlo masih bertugas sebagai jenderal lapangan tengah, namun melambatnya gerakan seiring dengan bertambahnya usia sang kreator tidak bisa dipandang sebelah mata. Conte sendiri menyatakan dalam konferensi persnya bahwa Pirlo telah beristirahat dan akan siap menghadapi Chievo Verona pekan mendatang.

DN2409_Conte

“The good thing is that he has rested for 25 minutes and will be ready for ChievoVerona.”

Selain Pirlo, Carlos Tevez yang menjadi kunci kemenangan Juventus di tiap pertandingan sepertinya akan beristirahat saat bertandang ke Stadion Marc’ Antonio Bentegodi, Verona pekan ini. “Carlos needs to rest to avoid ending up on a stretcher,” ujar Conte. Tentu saja Tevez mesti duduk di bangku cadangan pekan ini karena tenaganya sangat dibutuhkan saat Juventus dijamu Galatasaray bulan depan.

“Kebijakan Turn Over tergantung kebutuhan dan kondisi. Siapa yang dipanggil memberikan respon yang bagus. Bukan hal yang mudah untuk bermain bagus. Siapapun yang menghadapi kami selalu membuat permainan menjadi lebih hidup dan tidak membiarkan kami bermain menyerang. Buffon? Besok mungkin ia akan bermain. Giovinco? Ketika ia masuk lapangan pekan lalu, ia bermain baik dengan kombinasi yang kuat antara teknis dan kecepatan. Kami harus mempersiapkan pertandingan setiap hari, Anda harus lebih berhati-hati. Rotasi akan terus berlanjut besok karena kami akan menjalani tujuh pertandingan, melawan Chievo akan menjadi pertandingan keempat, selanjutnya kami akan menghadapi Torino, Galatasaray, dan AC Milan. Kami harus terus melakukan rotasi sambil mempersatukan kekuatan yang ada di dalam tim. Misalnya ada yang cedera maka saya tidak akan membiarkan pemain tersebut untuk bermain lebih lama untuk mempercepat penyembuhannya. Tevez? Ia merupakan pemain dengan level teknis da karakter yang luar biasa tapi Juve telah memenangkan 2 scudetto tanpanya. Di barisan belakang, kami harus lebih berhati-hati dan terus meningkatkan performa untuk bertahan.” Selain itu, Conte juga menyikapi tindakan Pirlo yang langsung masuk ke ruang ganti saat ia digantikan Claudio Marchisio ketika menjamu Hellas Verona di Juventus Stadium. “Mulai saat ini, siapapun yang diganti harus duduk di bangku cadangan. Ini adalah aturan baru dan siapapun yang tidak menghormatinya akan dikenakan sanksi, mungkin saja berupa denda dari manajemen atau keluar dari tim selama sebulan.” Such a heavy rule for sure  :-o

Signora1897ers, kabar selanjutnya datang dari dua pemain tengah Juventus, Andrea Pirlo dan Paul Pogba. Sky Sport Italia memberitakan kemungkinan manajemen Juventus akan memperpanjang kontrak kedua pemain tersebut. Dikabarkan pihak manajemen akan berbicara soal perpanjangan kontrak Pirlo yang akan habis musim panas tahun ini. Selain itu, melihat performa Pogba yang berada di atas rata-rata, Conte sepertinya meminta Beppe Marotta untuk ‘menjaga’ pemain berkebangsaan Prancis itu dan tetap berseragam hitam putih hingga 2016 mendatang.

Italy Soccer Serie A

Well, sebelum menutup Daily News hari ini, mari ucapkan Buon Compleanno pada legenda Juventus, Marco Tardelli, yang berulang tahun ke-59 hari ini. Selama 10 tahun membela Juventus, ia telah memenangkan 5 scudetto, 2 Piala Coppa Italia, UEFA Cup, UEFA Cup Winners’ Cup, UEFA Super Cup, dan Piala Eropa. Selebrasinya setelah mencetak gol tidak akan pernah dilupakan para supporter Italia.

Tanti Auguri, Marco! Fino alla fine forza Juventus!!! 

DN2409_Tardelli


View the original article here