About Me

My photo
have facebook , have twitter

Thursday, October 10, 2013

Sering Dicaci Berwajah Jelek, Cewek Ini Operasi Mirip Jessica SNSD


Shim Yura, seorang imigran Korea Selatan di Amerika Serikat benar-benar merasakan dahsyatnya efek operasi plastik di Korea Selatan. Penampilannya yang awalnya selalu dinilai buruk rupa sehingga membuatnya mendapat perlakuan diskriminasi, kini berubah menjadi cantik jelita. Dia bahkan disebut-sebut mirip dengan Jessica Girls’ Generation.

Dilansir wowkeren.com, kisah Yura ini diangkat di program “Let Me In 3? beberapa waktu lalu. Yura sebenarnya adalah gadis berotak cerdas karena diterima di berbagai kuliah prestisius dunia seperti Harvard, Princeton dan Columbia. Hanya saja dia memiliki penampilan yang tidak cantik.

Selama di Amerika, dia sering mendapat perlakuan diskriminatif. Lantas seorang dokter kemudian merasa simpati pada Yura dan memilihnya untuk menjadi pasien operasi plastik di tempatnya. Alhasil penampilan baru Yura pasca operasi plastik pun banyak membuat orang tercengang karena dia hampir mirip dengan Jessica.

“Dia pasti menjalani kehidupan yang baru,” komentar netter. “Kurasa tidak mudah hidup dicaci di negara orang, jadi rasanya dia pasti bersyukur dengan penampilan itu,” komentar netter lainya.


View the original article here

[Preview UCL] Juventus – Galatasaray: Undici Leoni Versus Onbir Aslan

Juventus akan menjamu juara Super Lig Turki, Galatasaray dalam lanjutan penyisihan UEFA Champions League grup B. Ini akan menjadi pertandingan kandang pertama Juventus di Champions League musim ini. Galatasaray sendiri bukan tim enteng untuk dihadapi. Dalam sejarahnya, mereka dikenal memiliki karakter keras, tetapi mampu menyuguhkan permainan yang efektif dan tusukan-tusukan tajam. Ini juga yang terjadi kala kedua tim terakhir bertemu. Kala itu di musim 2003-04, mereka mampu menekuk Juve dengan skor 2-0 berkat gol-gol legenda mereka, Hakan Sukur. Ini adalah balasan atas pertemuan pertama di grup D tersebut setelah Juve menang 2-1 berkat gol-gol Alessandro Del Piero.

Akan tetapi pertemuan sepuluh tahun lalu saja tidak dapat menjadi tolak ukur. Ya, kondisi Juventus dan Galatasaray saat ini sudah jauh berbeda dari saat itu. Tinggal kapten Gianluigi Buffon yang tersisa dari skuad musim itu. Bahkan saat Juventus kalah di Westfalenstadion tersebut, Antonio Conte masih turun sebagai kapten tim. Sepuluh tahun kemudian, Conte adalah aktor utama gelar ganda Serie A milik Juventus. Setelah dua poin yang terbuang saat melawat ke Copenhagen, Juventus butuh meraih poin semaksimal mungkin di tiga laga berikut: menjamu Gala dan dua kali menghadapi Real Madrid. Ingat, laga terakhir Juve di grup ini adalah partai tandang ke Galatasaray, sesuatu yang tidak pernah mudah. Memastikan lolos di Ali Sami Yen adalah hal yang berbahaya. Hasil partai malam ini, kendati masih dini, akan membuat peta persaingan di grup tergambar jelas. Ini akan menjadi pertarungan undici leoni melawan on bir aslan.

Benar, performa singa-singa Turki ini sedang mengalami stagnasi. Setelah memenangi Super Kupa Turkiye melawan Fenerbahce dan laga pertama Super Lig melawan Gaziantepsor, Galatasaray belum menang dalam 5 laga terakhir. Mereka meraih 4 hasil imbang berturut-turut di liga. Memang ada partai Besiktas-Galatasaray yang kontroversial. Laga sudah memasuki injury time babak kedua dan Galatasaray unggul 2-1 berkat dua gol Drogba. Felipe Melo membuat ulah dengan melakukan tekel terlarang dan diberi kartu merah. Suasana memanas dan fans Besiktas merangsek memasuki lapangan. Pertandingan akhirnya secara resmi ditunda oleh jajaran ofisial dan pihak liga di menit 90+2. Di Champions League, lebih parah lagi. Galatasaray dibabat 6-1 oleh Real Madrid di Ali Sami Yen, Istanbul. Padahal kandang mereka ini terkenal sebagai stadion dengan pendukung paling angker di Eropa. Agaknya performa buruk ini yang menyebabkan jajaran manajemen memecat pelatih mereka, Fatih Terim. Akan tetapi Galatasaray tetap bukan sebuah tim yang bisa diremehkan. Khususnya dengan kedatangan pelatih anyar mereka.

The Opponent

Jika ada satu fakta paling signifikan menjelang laga ini adalah penunjukan pelatih asal Italia, Roberto Mancini di bangku kepelatihan Galatasaray. Pria yang sebelumnya melatih Manchester City ini pada hari Senin ditunjuk sebagai pengganti Terim. Kiprah tim besutan Mancini di Champions League sejauh ini memang tidak istimewa. Paling jauh ia membawa tim asuhannya adalah sampai babak perempatfinal. Itu pun sudah 10 tahun lalu, pada musim 2003-04. Tapi jangan salah, Mancini juga bukan pelatih sembarangan. Ia punya kemampuan untuk membangun tim yang cukup solid. Ini juga ditambah personil Galatasaray yang mampu menandingi tim-tim papan atas Eropa. Nama-nama seperti Didier Drogba, Wesley Sneijder, Fernando Muslera dan Felipe Melo adalah jaminan pengalaman di level Eropa, bahkan dunia. Terakhir, Manchester City dengan pemain-pemain bintangnya dibawa Mancini menjuarai Liga Inggris. Seperti yang diungkapkan Conte dalam pre-match conference, kedatangan Mancini menjadi kartu truf yang akan membuat permainan Galatasaray sulit terbaca.

Galatasaray sendiri sebetulnya mempunyai skuad yang cukup mumpuni. Mengingat kegemaran Mancini menggunakan skema 4-2-3-1 di City serta fasihnya para personil Gala bermain dengan formasi ini, rasanya skema inilah yang akan diusung Mancini, walaupun bisa saja Mancini menggunakan 4-3-1-2. Di bawah mistar ada Fernando Muslera. Pemerhati calcio pasti ingat dengan eks-kiper Lazio ini. Di posisi bek sayap, ada Emmanuel Eboue di kanan dan Albert Riera di kiri. Mereka mengapit duo bek tengah Kamerun, Aurelien Chedjou dan Dany Nounkeu. Di depan lini belakang ini, berdiri dua jangkar Felipe Melo dan Selcuk Inan. Di belakang penyerang tunggal Didier Drogba, akan berdiri salah tiga nama dari Nordin Amrabat, Burak Yilmaz, Wesley Sneijder atau gelandang serang muda potensial Bruma. Tetapi kabar terakhir, Sneijder nampaknya bisa saja tidak diturunkan karena mengalami cedera.

Tim yang dibawa Roberto Mancini ke Turin:

Fernando Muslera, Aykut Erçetin, Ufuk Ceylan; Gökhan Zan, Dany Nounkeu, Aurelien Chedjou, Hakan Balta, Semih Kaya, Emmanuel Eboue, Sabri Sarioglu, Albert Riera; Felipe Melo, Ceyhun Gülselam, Aydin Yilmaz, Selçuk Inan, Wesley Sneijder, Bruma, Yekta Kurtulus, Engin Baytar, Emre Colak Nordin Amrabat; Didier Drogba, Burak Yilmaz, Umut Bulut.

Prakiraan starting XI Galatasaray:

(4-2-3-1) Muslera; Eboue, Chedjou, Nounkeu, Riera; Inan, Melo; Yilmaz, Sneijder, Amrabat; Drogba

Danger Man

Seperti yang sudah disebutkan ada beberapa nama yang menjadi jaminan kokohnya tim Galatasaray ini. Akan tetapi jika bisa dipilih satu nama yang berpotensi paling berbahaya, nama tersebut tentu saja adalah Didier Drogba. Bahkan di usianya yang sudah 35 tahun, Drogba masih menjadi salah satu striker paling ditakuti di Eropa. Memang ada Burak Yilmaz yang tak kalah tajamnya, tetapi Drogba adalah tipe pemain yang bisa mengangkat tim dan mengubah arah pertandingan seorang diri. Barisan pertahanan Juventus harus memberikan perhatian ekstra menghadapi Drogba, seperti juga yang disebutkan oleh Conte dalam perjumpaannya dengan media semalam.

La Squadra Bianconera

Juventus justru menyambut laga ini dengan baik. Setelah dua hasil imbang berturut-turut di Serie A (merda) dan Champions League (Copenhagen), Juventus mampu menang berturut-turut 2-1 (Verona), 2-1 (Chievo) dan 1-0 (Torino). Skuad Juve pun terbilang komplit. Praktis hanya Carlos Tevez yang kondisinya meragukan. Seperti yang sudah diberitakan, ankle Tevez mengalami luka dan memar akibat pelanggaran keras dalam laga terakhir kontra Torino. Tetapi kabar terakhir mengatakan luka Carlitos tidak terlalu berat dan ia akan siap turun malam ini. Moral tim sendiri sedang dalam posisi yang baik, khususnya setelah kemenangan terakhir di Derby Della Mole. Kontroversi di dua pertandingan terakhir juga sepertinya tidak akan masuk terlalu dalam di kepala personil-personil Juve, bahkan akan menjadi lecutan agar tim tampil lebih baik.

Memang satu hal yang menjadi perhatian Conte adalah beratnya rentetan jadwal pertandingan Juve. Setelah derby Turin (yang selalu melelahkan) dan partai kontra Gala ini, Juve langsung menghadapi Milan dan kemudian Fiorentina. Imbasnya tentu saja ada di rotasi pemain. Tapi sejauh ini rotasi Conte membuahkan hasil yang cukup manis. Malam ini trio Barzagli – Bonucci – Chiellini masih akan menjadi tembok besar bagi penjaga gawang sekaligus kapten Gigi Buffon. Stephan Lichtsteiner dan Kwadwo Asamoah juga nampaknya akan tetap dipercaya bermain di sektor sayap. Andrea Pirlo yang diistirahatkan melawan Torino sepertinya akan kembali menemani Arturo Vidal dan Claudio Marchisio (atau Paul Pogba, seperti yang diungkapkan Conte) di tengah. Di depan kemungkinan besar Mirko Vucinic akan diturunkan sejak awal ditemani Tevez yang akan pulih tepat waktu. Pun apabila Tevez ternyata di detik-detik terakhir belum cukup prima, posisinya akan digantikan Fernando Llorente atau Fabio Quagliarella.

Tim yang dipersiapkan oleh Antonio Conte:

1 Gianluigi Buffon, 3 Giorgio Chiellini, 5 Angelo Ogbonna, 6 Paul Pogba, 8 Claudio Marchisio, 9 Mirko Vucinic, 10 Carlos Tevez, 11 Paolo De Ceglie, 12 Sebastian Giovinco, 13 Federico Peluso, 14 Fernando Llorente, 15 Andrea Barzagli, 19 Leonardo Bonucci, 20 Simone Padoin, 21 Andrea Pirlo, 22 Kwadwo Asamoah, 23 Arturo Vidal, 26 Stephan Lichtsteiner, 27 Fabio Quagliarella, 30 Marco Storari, 33 Mauricio Isla, 50 Leonardo Citti

Prakiraan starting XI Juventus:

(3-5-2) Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Marchisio, Asamoah; Vucinic, Tevez

Match Prediction

Laga akan berlangsung keras. Permainan kuat Galatasaray akan diladeni oleh kerjasama tim yang solid ala Juventus. Kedua tim sama-sama butuh hasil maksimal jika mereka ingin lolos dari grup berat ini. Satu benturan yang ditunggu adalah duel antara Arturo Vidal dan Felipe Melo, dua gelandang dinamo masing-masing tim. Kembalinya Andrea Pirlo dan Mirko Vucinic berarti poros tengah kreativitas Juventus Bonucci-Pirlo-Vucinic akan kembali menjadi andalan Juve. Dibantu petarung-petarung disisi mereka, Barzagli dan Chiellini serta Marchisio dan Vidal, Juve akan mencoba mengendalikan permainan. Siapa yang menguasai lini tengah, dia yang akan menguasai laga.

Meski pertandingan malam ini akan menjadi pertarungan berat, Juventus rasanya akan tetap mendominasi laga. Dibantu raungan suporter di Juventus Stadium, rasanya mereka mampu mengunci permainan Galatasaray. Juventus akan mengaum lebih keras dan unggul dengan skor tipis dan mengamankan tripoin pertama mereka di Champiosn League tahun ini.

Prediksi skor: 1-0 untuk Juve.

___________________________________________________________________________________

Hit me @adityaregar and ask.fm/adityaregar

PS: Melo will be welcomed…..hard! Arturo non si tocca!


View the original article here

[Preview Serie A Giornata 05] Chievo vs Juventus: Defense Wins Championships

You Are Here: Home » All Articles, Match Preview » [Preview Serie A Giornata 05] Chievo vs Juventus: Defense Wins Championships

LIVE di TVRI: Chievo vs Juventus, Kamis, 26 September 2013 01.45 WIB.

______________________________________________________________________________________

Table_Giornata04Setelah unggul tipis dari Hellas Verona 2-1 hari Minggu kemarin, Juve harus bertandang ke tim kota Verona yang lain, Chievo, hari Rabu ini. I Bianconeri memasuki giornata kelima ini dengan tujuan meraih angka penuh supaya tidak tertinggal makin jauh dari Napoli dan Roma dimana Napoli akan menjamu Sassuolo dan Roma bertandang ke Sampdoria.

CHIEVO

Musim ini, dari dua pertandingan kandang, rekor Chievo adalah satu kali menang (2-1 vs Udinese) dan satu kali kalah (2-4 vs Napoli). Tidak seperti di musim-musim sebelumnya dimana pertahanan Chievo cukup sulit ditembus, musim ini mereka telah kebobolan delapan gol dan baru meraih kemenangan di giornata keempat.

Memang, pergantian pelatih dan formasi, dari Domenico Di Carlo dan Eugenio Corini dengan 3-5-2/5-3-2 ke Giuseppe Sannino dengan 4-4-2 tidaklah mudah. Apalagi Chievo juga kehilangan pilar di belakang seperti Bojan Jokic (ke Villareal) dan Marco Andreolli (ke Inter Milan).

Selain itu, pergantian kiper juga sedikit banyak berpengaruh. Christian Puggioni adalah kiper yang baik tetapi belumlah sebaik Stefano Sorrentino yang hengkang ke Palermo pertengahan musim lalu.

Formation_Chievo

Namun menurut gosip, kemungkinan Sannino akan mengembalikan formasi ke 5-3-2 untuk menahan laju Juve dan mencoba mematikan Andrea Pirlo, yang kurang efektif saat melawan Verona. Selain itu, tidak dapat dipungkiri, permainan keras telah menjadi ciri khas Chievo dan dengan Juve tengah menjalankan tujuh partai dalam 23 hari, hal ini tentu menjadi ancaman serius.

Alberto Paloschi, pemain bersama antara Chievo-Milan, tidak boleh dipandang enteng. Dia adalah striker oportunis yang rajin bergerak di dalam kotak penalti. Dua golnya ke gawang Napoli menunjukkan kualitasnya. Saat Paloschi telah lelah atau Chievo ingin mengejar hasil, Sannino dapat mengandalkan Sergio Pellissier, super-sub yang kerap menjadi momok bagi Juve. Di umurnya yang telah 34 tahun, Pellisier memang sudah kehilangan stamina tetapi saat dia menjadi starter vs Udinese, dia mampu mencetak gol dan membantu memenangkan timnya.

Perkiraan susunan pemain (5-3-2): Puggioni; Sardo, Frey, Bernardini, Cesar, Drame; Radovanovic, Rigoni, Sestu; Paloschi, Thereau.

26 Pemain Chievo yang Dipanggil:

Portieri: ?1 Puggioni, 18 Squizzi, 28 ?SilvestriDifensori:? 2 Bernardini, 4 Claiton, 12 ?Cesar, 15 ?Pamic, ?17 Sardo, ?21 Frey, 33 ?Papp, ?93 DramèCentrocampisti:? 6 Kupisz, 7 Lazarevic, 8 Radovanovic, 9 Bentivoglio, 10 Sestu, 14 Calello, 16 Improta, 20 Estigarribia, 22 ?Acosty, ?27 RigoniAttaccanti: ?11 Samassa, 31 ?Pellissier, ?43 Paloschi, 77 ?Théréau, ?90 Ardemagni

Salah satu pemain inti Chievo, Perparim Hatemaj, tidak dibawa kemungkinan karena cedera.

JUVENTUS

Satu hal yang paling menarik bagi penulis saat pelatih Antonio Conte melakukan konferensi pers kemarin menjelang pertandingan Chievo-Juve. Dia mengatakan bahwa pertahanan harusnya menjadi senjata terbaik Juve. Penulis sangat setuju. Buat penulis, defense wins championships dan begitulah umumnya tim Juve memenangkan trofi. Juve boleh punya Platini, Baggio, Del Piero, tetapi tetap, pertahanan-lah yang menjadi “nyawa” Juventus.

Topik ini muncul mengingat Juve telah kebobolan tiga gol dalam empat pertandingan liga, dua dari blunder dan satu dari koordinasi pertahanan yang tidak baik saat menghadapi bola mati. Memang, beberapa kali pertahanan Juve tampak goyah saat menghadapi bola mati. Selain itu, speed pertahanan juga beberapa kali terekspos.

Di tiga pertandingan terakhir, saat melawan Inter Milan, Copenhagen, dan Verona, Juve juga selalu kebobolan terlebih dahulu karena faktor-faktor yang telah disebut di atas dan dua dari tiga pertandingan tersebut, Juve gagal meraih kemenangan.

OgbonnaDisinilah pentingnya rotasi dan bek tengah yang memiliki kecepatan baik seperti Martin Caceres dan Angelo Ogbonna (tapi sayang, Caceres cedera). Tiga bek tengah Juve Andrea Barzagli, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini bukanlah bek-bek yang memiliki kecepatan yang baik dan mengandalkan teknik, antisipasi, dan pengalaman. Apalagi Barzagli telah berusia 32 tahun dan Chiellini kerap mengalami gangguan fisik. Biasanya, permainan mereka di awal musim belum baik dan memerlukan waktu untuk “panas”.

Dalam konferensi persnya, pelatih Antonio Conte mengisyaratkan bahwa dia akan kembali melakukan rotasi dan para media memperkirakan Conte akan menurunkan trio Ogbonna-Bonucci-Chiellini dalam pertandingan ini. Barzagli yang bermain penuh tiga hari yang lalu diistirahatkan dan Chiellini yang tidak bermain melawan Verona akan bermain malam ini.

Di lini tengah, penulis memperkirakan tiga starter Arturo Vidal-Pirlo-Paul Pogba akan dipertahankan, walaupun tidak tertutup kemungkinan salah satunya akan digantikan oleh Claudio Marchisio. Di bek sayap kanan, Stephan Lichtsteiner yang istirahat saat melawan Verona kemungkinan akan kembali menjadi starter sedang di bek sayap kiri, kemungkinan Kwadwo Asamoah perlu menarik napas sejenak dan tidak bermain sejak awal. Apabila tidak, kemungkinan Federico Peluso-lah yang akan menggantikan.

Di depan, Carlos Tevez sulit digantikan dan mengingat adanya laga penting Juventus-Galatasaray pertengahan minggu depan, kemungkinan dia baru akan diistirahatkan saat melawan Torino Sabtu ini. Pasangannya di depan masih menjadi tanda tanya, apakah Mirko Vucinic yang tidak efektif saat melawan Verona, Fernando Llorente yang mencetak gol tetapi belum maksimal, atau Fabio Quagliarella yang dapat mencetak gol dari mana saja tetapi kerap kehilangan bola.

Perkiraan susunan pemain (3-5-2): Buffon; Ogbonna, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Pogba, Peluso; Llorente, Tevez.

23 Pemain Juve yang Dipanggil:

Portieri: ?1 Buffon, 30 Storari, 35 VannuchiDifensori:? 3 Chiellini, 5 Ogbonna, 11 De Ceglie, 13 Peluso, 15 Barzagli, 16 Motta, 19 Bonucci, 26 Lichtsteiner, 33 IslaCentrocampisti:? 6 Pogba, 8 Marchisio, 20 Padoin, 21 Pirlo, 22 Asamoah, 23 VidalAttaccanti: ?9 Vucinic, 10 Tevez, 12 Giovinco, 14 Llorente, 27 Quagliarella

***

Banyak media memperkirakan Conte akan menyimpan Bonucci, Vidal dan Tevez tetapi terus terang, penulis tidak setuju. Ketiga pemain tersebut mungkin adalah tiga pemain terbaik sejauh ini dan setidaknya dua dari tiga pemain tersebut harus bermain. Apabila ketiganya disimpan, penulis ragu Juve dapat meraih angka penuh. Namun siapapun yang bermain, permainan pressing dan tanpa blunder mutlak diperlukan apabila kita tidak mau tertinggal lebih jauh dari Napoli dan Roma. Defense wins championships.

Barzagli_Bonucci_Chiellini_Buffon

Forza Juve!!!

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.


View the original article here

5 Pesepak Bola Tercepat di Dunia


Dalam sepakbola tidak hanya skill bermain yang dibutuhkan, kecepatan atau akselerasi adalah salah satu hal yang sangat penting dalam membantu seorang pemain menjadi sorang pesepakbola yang handal. Kecepatan merupakan aset berharga bagi seorang pemain bola, karena sementara dapat mengkompensasi keahlian lain yang mungkin tidak seperti yang dikembangkan. Inilah, 5 pesepakbola yang masih aktif, dan tercatat sebagai yang tercepat di dunia, seperti dikutip dari bolahore.com

5. Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo adalah seorang ahli teknik yang kebetulan juga menjadi bagian secara fisik. Selain memiliki dribling bola yang luar biasa, pemain asal Portugal ini juga terkenal memiliki kecepatan yang begitu mengesankan. Catatan waktu yang pernah tercatat untuk pemain ini adalah: 10,43 per detik per 100m.

4. Theo Walcot

Theo Walcott adalah pesepakbola yang lincah dan memiliki kecepatan diatas rata-rata. Kecepatannya tersebut menjadi senjata utama untuk mengalahkan lawannya dalam beradu speed. Namun sayang, umpan crossingnya masih tidak sebanding dengan kemampuan berlarinya. Catatan waktu untuk Theo Walcott adalah: 10,42 detik per 100m.

3. Gaby Agbonlahor

Gabriel Agbonlahor adalah pemain andalan di lini depan Aston Villa. Kecepatannya yang luar biasa menjadikan pemain berkebangsaan Inggris ini sosok yang menakutkan para pemain bertahan lawan. Gabriel Agbonlahor memiliki catatan top speed speed 10,41 detik per 100m.

2. Marvel Wynne

Klub asal Amerika, Colorado Rapids memiliki kecepatan yang murni di lini depan dan lini belakang yaitu Omar Cummings di lini depan dan Marvell Wynne di bek kanan. Pemain kelahiran tahun 1986 ini berlari luar biasa dalam 10,39 detik di 100 meter. Namun catatan ini adalah ketika dirinya masih SMA.

1. Gareth Bale

Pemain termahal di dunia ini sangat jauh melampaui 4 pesaingnya dalam urusan cepat-cepatan berlari. Penampilannya kala melawan Inter Milan (UCL 2012/2013), merupakan salah satu penampilan individu terbaik dan tercepat dalam beberapa tahun terakhir. Gareth Bale memiliki catatan maksimal 10,23 detik per 100 meter.


View the original article here

Gyoza

Gyoza merupakan salah satu kuliner atau masakan khas Jepang. Cara pembuatannya secara umum dilakukan dengan goreng dan rebus. Berikut ini adalah resep kuliner lengkap dengan cara pembuatannya.
Iris kol, dan jahe tipis-tipis.Kocok telur di dalam sebuah mangkuk.Campur daging sapi, kol, bawang putih, jahe, telur, tepung sagu, lada bubuk, gula pasir, garam, kecap asin, dan minyak wijen hingga merata.Isi tiap lembar kulit siomay dengan 1 sendok makan campuran bahan diatas. Lipat kulit siomay menjadi dua. Lipat salah satu sisinya sambil ditekan hingga rapat. Lakukan hal yang sama untuk semua bahan hingga kulit siomay habis.Panaskan minyak goreng lalu goreng gyoza sampai kecoklatan dan sisihkan.Panaskan air lalu rebus gyoza sampai matang dan sisihkan.Sajikan hangat dengan saus pedas.

View the original article here

Rekaman Lensa Grup B UCL 13/14 – Juventus vs Galatasaray – Juventus Stadium

You Are Here: Home » All Articles, Match Pictures » Rekaman Lensa Grup B UCL 13/14 – Juventus vs Galatasaray – Juventus Stadium

(tuttojuve.com ; juventus.com)


View the original article here

[Preview Serie A Giornata 07] Juventus vs AC Milan: Saatnya Mengejar Capolista!

MP_JuveMilan

Pekan ini La Vecchia Signora akan menjamu AC Milan dalam lanjutan laga Lega Calcio giornata ke-7. Persiapan fisik, teknis, dan taktis yang dilakukan tim besutan Antonio Conte ini dibilang tidaklah lama. Pasca ditahan imbang Galatasaray dalam penyisihan Grup B Liga Champions di Juventus Stadium Kamis lalu, praktis para punggawa Juventus hanya memiliki dua hari penuh untuk mempersiapkan laga tersebut. Saat ini Juventus yang berada di peringkat tiga klasemen sementara Serie A berpeluang mengejar Capolista karena AS Roma yang akan menjalani pertandingan kontra Int*r Milan diprediksi akan kesulitan meraih poin penuh. Akan tetapi, I Bianconeri juga tidak akan mudah meraih poin saat bertanding melawan AC Milan karena anak asuhan Massimiliano Allegri selalu berusaha mengalahkan Juventus di tiap kesempatan. It’s all about pride!

AC Milan

Meskipun berada di posisi ke-9 di papan klasemen sementara Serie A, Antonio Conte tentunya tidak mau jumawa dan menggunakan strategi abal-abal untuk menghadapi Milan. Milan akan selalu sulit untuk dikalahkan. Akan tetapi, musim ini I Rossoneri tengah dibayang-bayangi cedera. Beberapa pemain kunci seperti Stephan El Shaarawy, Mattia De Sciglio, Giampaolo Pazzini, harus duduk di bangku cadangan karena cedera. Kaka yang tengah dinanti-nanti aksi gemilangnya di lapangan juga tidak bisa berbuat banyak karena juga masih dibekap cedera. Sementara itu, pemain yang penuh sensasi dan kontroversi namun bertalenta, Mario Balotelli, harus menelan kekecewaan dan tidak bermain karena hukuman yang harus dijalaninya. Super Mario tidak bisa mengikuti 3 pertandingan Serie A pasca aksi yang dilakukannya pada wasit saat AC Milan menjamu Napoli di San Siro. Pada pertandingan tersebut Milan harus menelan kekalahan dan Balotelli harus menonton teman-temannya bermain dari pinggir lapangan. Di atas kertas mungkin banyak yang menjagokan Gigi Buffon dkk mengalahkan Milan, mengingat hasil kurang maksimal yang diraih Allegri hingga pekan ke-6 kemarin. Raihan dua kali kalah, dua kali menang, dan dua kali imbang secara psikologis membuat para pemain harus menjalani beban untuk tampil lebih baik. Namun, lagi-lagi data-data statistik bisa saja berubah melihat motivasi Allegri untuk memperbaiki keadaan tim dan mengalahkan Juventus. Satu pemain yang patut diwaspadai di lini depan kali ini adalah mantan striker Juventus, Alessandro Matri. Matri mengaku siap menjebol gawang Buffon dan melakukan selebrasi di depan para Juventini, bukan untuk Juventus tapi untuk AC Milan. Meski tanpa pemain-pemain andalan yang tengah cedera, AC Milan diprediksi akan mampu menyeimbangkan gaya permainan Juventus. Selain Matri, Robinho, Montolivo, De Jong, Poli, dan Muntari akan membantu pertahanan dan serangan I Rossoneri ke gawang Buffon. Sementara itu, Abate-Zapata-Mexes-Emanuelson siap untuk menghadang laju para pemain depan I Bianconeri.

MP_JuveMilan_BaloMatri

Juventus

Dari kubu Juventus, para punggawa hitam putih yang baru saja memetik hasil imbang kontra Galatasaray Kamis lalu harus bekerja keras dalam latihan untuk menjamu AC Milan di Juventus Stadium. Berkaca pada musim lalu, Juventus sering kewalahan saat menjalani pertandingan pasca Liga Champions atau International Duty. Juventini juga dibuat harap-harap cemas karena pemain seperti Mirko Vucinic dan Stephan Lichtsteiner digadang-gadang bakal absen menyusul cedera yang mereka alami saat Juventus bertanding melawan Galatasaray. Fernando Llorente diprediksi akan menggantikan Vucinic menemani Carlos Tevez atau Fabio Quagliarella. Meski berada di performa terbaiknya, Tevez mungkin saja belum bisa memaksimalkan serangan karena memar yang didapatnya di Derby Della Mole pekan lalu. Sementara itu, Quags bisa saja menjadi pilihan Conte untuk mengisi starting eleven melihat performanya dalam beberapa laga terakhir. Namun sayang, Quags mesti bisa mengontrol permainannya dan bermain dalam ‘tim’ karena menurut penulis kadang Quags telihat selfish dan ingin memanfaatkan peluang sendiri lewat kakinya. Akan tetapi, jika Eta Beta sedang on fire, maka ia bisa jadi penentu kemenangan Juve nanti.

MP_JuveMilan_QuagsTevez

Sementara itu, Conte ingin kembali mengembalikan ‘tuah’ trio MVP dengan menurunkan Marchisio-Vidal-Pirlo dari awal pertandingan. Paul Pogba yang sejauh ini bermain gemilang sepertinya harus rela beristirahat dan duduk di bangku cadangan. Trio MVP yang juga berperan dalam scudetti yang diraih Juventus diharapkan mampu membawa hasil positif di laga kontra Milan ini. Federico Peluso dan Mauricio Isla akan menggantikan peran Kwadwo Asamoah dan Stephan Lichtsteiner untuk membantu serangan dari sayap kanan dan kiri.

MP_JuveMilan_MVP

Di lini belakang, trio BBC (Barzagli-Bonucci-Chiellini) kembali dipercaya untuk mengamankan gawang yang dikawal Gianluigi Buffon. Conte tentunya telah mewanti-wanti para pemain belakangnya untuk tidak melakukan blunder seperti yang terjadi di beberapa pertandingan. Giorgio Chiellini melakukan blunder saat Juve ditahan imbang Int*r di Serie A, sementara Leonardo Bonucci kurang berhati-hati saat melakukan back-pass kepada Buffon hingga The Old Lady harus puas berbagi poin dengan Galatasaray di Grup B Liga Champions. Di pertandingan ini, semoga Andrea Barzagli tidak melakukan kesalahan yang sama dengan kedua rekannya di lini belakang.

Probable Line Up:

MP_JuveMilan_Starting

Team Statistics:

MP_JuveMilan_Stat

Pada pertandingan ini, kans Juventus untuk bisa memenangkan laga sangat besar. Diluar faktor teknis, para pasukan La Vecchia Signora punya ambisi dan motivasi yang kuat untuk bisa mencuri poin penuh dari Il Diavolo dan memperkecil jarak dengan Capolista sementara Serie A, AS Roma. Prediksi penulis Juventus 2-0 AC Milan. Fino alla fine forza Juventus!

“Jangan lupa saksikan Juventus vs AC Milan, Juventus Stadium, Live TVRI Nasional, Senin 07 Oktober pukul 01.45 WIB”


View the original article here