About Me

My photo
have facebook , have twitter
Showing posts with label Hasil. Show all posts
Showing posts with label Hasil. Show all posts

Thursday, January 2, 2014

[Daily News 17/12/13] Hasil Undian Europa League, Gigi Buffon, Dan Serigala Ibukota (Kembali) Terpeleset

You Are Here: Home » - Daily News -, All Articles » [Daily News 17/12/13] Hasil Undian Europa League, Gigi Buffon, Dan Serigala Ibukota (Kembali) Terpeleset

Signora1897-ers, setelah gagal menembus fase knock-out Champions League musim ini, Juve yang hanya mampu berada di peringkat tiga fase grup di bawah Madrid dan Galatasaray terpaksa harus melanjutkan perjalanan Eropa mereka di Europa League.

Meskipun hanya bermain di Europa League yang merupakan kompetisi kasta kedua setelah Champions League, perjalanan Juve untuk menuju Torino yang merupakan venue final Europa League dipastikan banyak menemui rintangan dari tim-tim seperti Tottenham, Valencia, Ajax, dan tim lainnya.

2038578_w2

Bertempat di Nyon, Swiss, kemarin UEFA telah melakukan drawing babak 32 besar Europa League. Ciro Ferrara, yang merupakan legenda dan mantan pemain Juve mendapatkan peran spesial, karena pada tahun ini, Ciro secara resmi ditunjuk UEFA untuk menjadi ambassador Europa League.

Ditempatkan di pot unseeded, Juve berpeluang bertemu dengan tim-tim unggulan pada kompetisi ini, seperti Valencia, Sevilla, Lyon, Tottenham, Benfica, dan Shakhtar Donetsk. Namun, pada akhirnya Juve kembali harus kembali ke Turki, ya setelah mereka kembali bertemu dengan Trabzonspor.

1506943_796640390363192_1199864480_n

Menurut penulis, bertemu dengan Trabzonspor pada fase 32 besar boleh jadi keuntungan untuk Juve yang mungkin saja bisa langsung bertemu dengan tim seperti Tottenham, Valencia, Lyon, Benfica, atau Shakhtar. Namun Trabzonspor tidak boleh dipandang sebelah mata, tim asal Turki kerap kali menyulitkan Juve, seperti yang dilakukan Galatasaray pada fase grup kemarin. Hal tersebut juga disadari oleh Pavel Nedved yang juga hadir di Nyon saat pengundian berlangsung.

“I’m not that happy about having to go to Turkey again. Things haven’t gone too well for us there in the recent past. It will be a tough and long away trip. We will have to find the rightmotivation to play it as Juventus.” (Pavel Nedved – TMW)

Selain Nedved, Ibrahim Haciosmanoglu yang merupakan presiden dari Trabzonspor juga ikut mengomentari hasil undian yang mempertemukan timnya dengan Juventus.

“I wouldn’t see this as an unlucky draw, After having faced Lazio in the first round, I wanted with all my heart to face another Italian team. Juve were knocked out of the Champions League by a Turkish team and we can give them the pleasure of being eliminated by a Turkish side again!.

We believe in our chances and usually do well against Italian opponents. If we are at the top of our game, then we can beat Juventus home and away, as we have many fans and playing the first leg in Turin can be an advantage. If we get a good result there, we can hope for a draw on our own turf.” (Ibrahim Haciosmanoglu – Football Italia)

Selain mempertemukan Trabzonspor, dalam undian yang dilakukan di Nyon kemarin, Juve juga berpotensi untuk bertemu dengan tim sesama Italia lainnya, yakni Fiorentina di fase selanjutnya apabila Juve mampu mengatasi Trabzonspor, dan Fio dapat mengalahkan tim asal Denmark Esbjerg.

Kemungkinan bertemunya Fio dan Juve di fase selanjutnya juga sudah menyita perhatian kedua kubu. Dari kubu Fio, Vincenzo Montella yang juga pelatih mereka memberikan pandangannya mengenai kemungkinan bertemunya Juve dan Fio.

“As for the possibility of an Italian derby, we’ll have to see if both teams get through their respective rounds. Assuming it does go well, it would’ve been better to face an Italian side abit further down the road.” (Vincenzo Montella – Football Italia)

Dari pihak Juve, mantan pemain dan juga legenda mereka, Pavel Nedved juga ikut memberikan pandangannya mengenai kemungkinan bertemunya timnya dengan tim asal Firenze.

“Fiorentina? Let us just think about one game at a time,” the former Czech international continued. The Europa League is not a competition that you should under-estimate, there are good sides who are tough to take on. We have to take it step by step.” (Pavel Nedved – TMW)

Juventus akan bertindak sebagai tuan rumah pada first leg yang akan digelar pada 20 Februari 2014, sementara akan bertandang ke Turki pada second leg yang akan digelar pada 27 Februari 2014. Berikut hasil lengkap drawing Europa League 2013/2014 yang dilakukan di Nyon, Swiss kemarin.

big 32

big 16

***

Beralih pada berita selanjutnya, meskipun pertandingan melawan Sassaulo telah usai dengan kemenangan telak empat gol tanpa balas untuk Juve, namun masih ada sedikit cerita menarik dari laga tersebut. Disamping trigol pertama Carlos Tevez di tanah Italia bersama Juve, hal menarik lainnya pada pertandingan ini adalah rekor clean-sheet Gigi Buffon bersama Juve yang menginjak angka 730 menit selepas laga melawan Sassaulo.

Catatan 730 menit tanpa kebobolan ini membuat Gigi Buffon saat ini berada dalam daftar penjaga gawang yang berhasil mencetak clean-sheet terlama secara berturut-turut. Dalam daftar tersebut, Gigi berada di posisi 8, hanya kalah 14 menit dari penjaga gawang Rome, De Sanctis yang tepat berada di atas Gigi.

Gianluigi-Buffon_2713986

Sementara dari posisi pertama ditempati oleh Rossi, yang merupakan penjaga gawang Milan pada era 90’an, Gigi hanya terpaut 199 menit dari mantan penjaga gawang Milan tersebut. Diperlukan kurang dari 3 pertandingan lagi dengan catatan clean-sheet untuk melewati rekor yang dibuat Rossi pada musim 1993-1994.

Mengenai pencapaian yang dicapainya saat ini, Gigi Buffon sedikit berkomentar kepada media selepas pertandingan melawan Sassaulo.

“The credit has to go all round for our eight straight victories without conceding. This also goes to our strikers – who are our first defenders.” (Gigi Buffon – Football Italia)

***

Setelah hampir semua tim telah melakoni parta giornata 16 pada Sabtu hingga Senin dinihari, Serie A masih menyisakan satu partai lagi pada dinihari tadi, yakni antara Milan dan Roma. Pada pertandingan tersebut, kedua tim harus berbagi angka setelah sampai peluit akhir dibunyikan kedudukan 2-2 tidak berubah.

Hasil imbang tersebut tentu membuat gap antara Rome dan Juve melebar, yang dulu hanya berjarak tiga angka, sekarang menjadi lima angka. Hasil tersebut tentu sagat disesali oleh arsitek Rome, Rudi Garcia. Selepas laga, Rudi Garcia memberika unek-uneknya kepada pers. Berikut petikan unek-unek Garcia yang dikutip dari Sky Sport Italia.

“We had so many scoring opportunities and usually win in these circumstances, but a point against Milan at San Siro is not a negative thing. In terms of football I have to be disappointed, as when we are in front twice we’ve got to avoid certain mistakes in defence. It was a good Roma performance overall. It’s true that we could’ve done better on the final pass, but we played to win and that is what I want from my team. We scored two goals away to Milan and are normally much more efficient in defence.” (Rudi Garcia – Sky Sport Italia)

Naik turunnya performa Roma tentu sangat menguntungkan Juve, selaku pesaing dalam memperebutkan Scudetto. Apabila Juve mampu menjaga performanya saat ini, dan semakin sering Rome terpeleset, maka tidak mungkin peluang Juve meraih hat-trick Scudetto semakin terbuka pada akhir musim nanti. :)

———————————————————————————————————————————————————-

Hit me @peternugh


View the original article here

Sunday, November 17, 2013

5 Hewan Hasil Kloning Yang Memicu Kontroversi

Sorry, I could not read the content fromt this page.

View the original article here

[Review Serie A] Juventus 4-0 Catania: Penampilan Tak Memuaskan, Tapi Hasil Yang Memuaskan

You Are Here: Home » All Articles, Match Review » [Review Serie A] Juventus 4-0 Catania: Penampilan Tak Memuaskan, Tapi Hasil Yang Memuaskan

Juventus melanjutkan catatan baik mereka di Serie A dengan mengalahkan Catania 4-0 di Juventus Stadium. Hasil ini membuat Juventus menempel peringkat pertama dan kedua, Roma dan Napoli. Sementara Roma sudah bermain belakangan, Napoli bermain di saat yang sama dengan Juventus. Ketiga tim memperoleh poin penuh, sehingga posisi klasemen tidak berubah.

Pelatih Antonio Conte membuat beberapa perubahan di starting line up. Martin Caceres menggantikan Andrea Barzagli dan Paolo De Ceglie dimainkan menggantikan Kwadwo Asamoah, sementara Claudio Marchisio kembali masuk ke line up setelah di partai sebelumnya melawan Genoa tempatnya digantikan Paul Pogba. Kontroversi terjadi karena Antonio Conte tidak mengadakan konferensi pers sebelum pertandingan. Conte menolak berbicara dengan media setelah pertanyaan-pertanyaan awak media yang mendesak dirinya setelah partai melawan Genoa.

First Half

Adalah Carlos Tevez yang memperoleh kesempatan membahayakan gawang lawan pertama kali. Gonzalo Bergessio juga kemudian mampu membahayakan gawang Juve, namun dapat dihalangi oleh Giorgio Chiellini. De Ceglie mampu melepas crossing baik dengan kaki kanannya, namun saying tidak dapat disundul dengan bersih oleh Fernando Llorente. Akhirnya Juventus membuka kemenangan ketika Arturo Vidal setelah mendapat umpan dari Carlos Tevez menembak dari luar kotak penalty Catania. Bola membentur dua pemain Catania sebelum melaju tak tertahan masuk ke gawang Mariano Andujar. Tapi sesungguhnya Juventus dan khususnya Vidal tidak bermain baik malam itu, khususnya di 15 menit awal masing-masing babak. Selebrasi Vidal setelah golnya melukiskan perasaan sang kapten Cili tersebut.

Tak lama berselang, Andrea Pirlo mencetak gol tambahan melalui freekick indah dari tempat yang hampir serupa dengan posisi gol Vidal. Tevez dilanggar dari belakang persis di luar kotak penalty, dan Pirlo melepas tendangan yang melesat ke tiang dekat tanpa bisa dikerja kiper Catania, yang sepertinya tidak mampu menduga arah lesakan bola. Tevez sekali lagi mendapat kesempatan membahayakan gawang lawan sebelum pergantian babak, tapi tendangannya kerasnya dari sudut sulit tepat menuju Andujar. Nampak Tevez sedikit tergelincir karena kondisi lapangan yang kurang baik dan agak licin, sesuatu yang berkali-kali menyulitkan punggawa Juve malam itu. Overall di babak pertama, Juventus tidak mampu mendominasi laga dan berkali-kali membuat kesalahan umpan.

Second Half

Babak kedua baru berjalan, Catania dua kali membahayakan gawang Juve melalui Bruno Petkovic dan Bergessio. Bergessio memanfaatkan kelengahan bek-bek Juve dan mampu membawa bola melewati Buffon, namun tidak bisa menembak dengan baik dari sudut sempit. Tak lama Juve memperoleh kesempatan emas, tetapi tendangan voli keras dengan kaki kiri Claudio Marchisio hanya membentur tiang gawang. Leonardo Bonucci sempat membuat blunder ketika dirinya sebagai orang terakhir pertahanan terpeleset ketika mengontrol bola. Sergio Almiron dengan cepat menyambar bola dari dan berlari sendirian ke gawang Juve, namun dengan luar biasa Giorgio Chiellini mampu mengejarnya dan melakukan block tackle dari samping, menyelamatkan Juventus dari kebobolan.

Tevez akhirnya mencetak gol setelah dengan cepat menyambar sapuan Nicola Legrotagglie. Bereaksi dengan cepat, Tevez membawa bola melewati kiper lawan dan menceploskan bola ke gawang tak terjaga. Gol ini menjadi penutup penampilan baik Tevez, yang setelah gol tersebut digantikan Sebastian Giovinco. Juventus menggenapkan kemenangan setelah Giovinco dengan brilian mampu melewati pemain belakang Catania dan kemudian memberikan umpan mendatar kepada Bonucci yang tanpa kesulitan meneruskan bola ke gawang Catania.

Giovinco sendiri bermain cukup baik sebagai pemain pengganti. Setelah assistnya, ia sempat tiga kali mengancam gawang Catania dengan tembakan-tembakan kerasnya namun saying masih kurang terarah dengan baik. Pemain pengganti lainnya, Paul Pogba juga sempat membahayakan gawang lawan, namun masih bisa diselamatkan Andujar. Chiellini diganjar kartu kuning setelah menekel Bergessio dengan keras. Tiberio Guarente diusir wasit di menit-menit terakhir pertandingan setelah mengambil Marchisio dari belakang dan dihadiahi kartu kuning kedua oleh wasit. Pertandingan berakhir dengan skor 4-0 bagi Juventus.

Juventus (3-5-2): Buffon; Caceres, Bonucci, Chiellini; Isla, Vidal (Pogba 61'), Pirlo, Marchisio, De Ceglie; Tevez (Giovinco 67'), Llorente (Motta 74')

Catania (3-4-1-2): Andujar; Rolin (Capuano 67'), Legrottaglie, Gyomber; Alvarez, Guarente, Almiron, Biraghi (Castro 46'); Keko; Petkovic (Maxi Lopez 65'), Bergessio

Wasit: Guida

Match Analysis

Overall, Juventus bermain tidak terlalu bagus. Mereka gagal mendominasi dengan baik. Catania sendiri mampu memanfaatkan kesalahan-kesalahan Juve, namun beruntung tidak mampu mengkonversinya menjadi gol. Catania sendiri baru kendor meladeni Juve setelah gol ke-3 mereka. Pertahanan Juve, terlepas dari 1-2 kesalahan mereka mampu tampil baik membuat clean sheet ke-2 dalam dua pertandingan. Setelah pertandingan yang dilakoni dengan baik namun hanya mencetak dua gol melawan Genoa, Juventus bermain tidak terlalu baik namun mampu menang besar. C’est la vie, c’est la football, c’est la Juve! Forza!

Player Ratings

Buffon 6
Sempat dua kali menyelamatkan gawang Juve, tapi selain itu tidak mendapatkan kesulitan yang berarti.

Caceres 6.5
Bermain sangat baik menggantikan Barzagli. Tampil lugas, dan bahkan sempat beberapa kali membantu serangan, salah satunya ketika ia hampir saja membuat (tiga) overhead kick. Dua penampilan yang baik sekembalinya dari cedera membuktikan bahwa Caceres adalah pemain yang penting dalam skuad Antonio Conte.

Bonucci 6
Membuat satu blunder yang baik, menutup kemenangan Juve dengan golnya. Terlepas dari itu, Bonucci tidak tampil menonjol di pertahanan. Sempat memberikan satu long ball cantik untuk Tevez yang sayangnya tidak mampu dikontrol dengan baik.

Chiellini 6.5
Tampil sangat baik. Sudah lama Giorgione tidak menjadi pemain terbaik di pertahanan Juve. Kredit khusus baginya setelah menyelamatkan Juve dari peluang emas setelah blunder Bonucci. Dibantu De Ceglie, ia membuat sektor kiri Juventus hampir tak tertembus.

Isla 6.5
Penampilan berturut-turut pertama musim ini bagi Mauri Isla. Dan dalam dua penampilan ini, dirinya tidak mengecewakan. Tampil solid kendati tidak terlalu membahayakan. Semoga perlahan-lahan eksplosivitasnya bisa kembali dipertunjukkan.

Vidal 6
Terlepas dari golnya, penampilan Vidal tidak terlalu baik malam itu khususnya di babak pertama. Berkali-kali membuat kesalahan sepanjang pertandingan, dan kegarangannya mengganggu lawan tidak terlihat. Vidal terlihat sangat kelelahan, bahkan di babak pertama. Conte juga melihatnya, dan menarik Vidal dengan cepat di babak kedua.

Pirlo 7
Sang metronome Juve bermain dengan sangat baik, seakan menunjukkan perannya di lini tengah Juventus masih tak tergantikan. Pirlo menjadi titik serangan Juventus malam itu, sesuatu yang melegakan jika melihat penampilan Vidal dan Marchisio yang tidak memuaskan. Menggenapi penampilan baiknya dengan free kick indah yang berbuah gol ke gawang Juventus.

Marchisio 6
Claudio belum kembali ke level permainan terbaiknya. Kualitas utamanya belum terlihat: lari yang kerap mengganggu pertahanan lawan, pun ketika menggalang serangan lawan. Dua kali sempat membahayakan gawang lawan, salah satunya menerpa gawang.

De Ceglie 6.5
Tanpa diduga De Ceglie dipasang Conte sejak awal. Yang lebih mengejutkan, De Ceglie tampil baik malam itu khususnya dalam menyerang. Berkali-kali membuat crossing baik dari sisi kiri, yang seharusnya bisa dimanfaatkan lebih baik oleh sang target utama, Llorente. Tampil lumayan dalam membantu Chiellini menghalau serangan di kiri, namun masih harus meningkatkan kemampuan dan staminanya dalam bertahan.

Tevez 7



Man of the match. Bekerja keras sepanjang pertandingan. Satu gol dan satu assist, untuk Vidal, dikemas Tevez malam itu. Gol Pirlo juga terjadi setelah dirinya dilanggar ketika mengancam gawang Catania.  Memperoleh paling banyak peluang malam itu, dan seharusnya bisa memperoleh lebih banyak gol.  Tevez lagi-lagi membuktikan dia adalah pembelian tepat bagi Juventus.

Llorente 6
Permainannya menurun dibanding melawan Genoa. Dua kali mendapat peluang bola-bola udara yang seharusnya bisa diselesaikan dengan tepat, namun sayangnya sundulan-sundulannya kurang bersih. Kerjasamanya dengan Tevez sangat baik, melanjutkan aksi kedua pemain berbahasa Spanyol ini ketika tampil gemilang melawan Genoa.

Motta 6
Mendapat siulan dan cercaan ketika masuk ke lapangan. Tetapi sesungguhnya Motta mampu tampil cukup baik di kanan. Selain De Ceglie, Motta memiliki crossing paling bagus di skuad Juventus.

Pogba 6
Tampil baik walaupun tak begitu menonjol. Bisa mengalirkan bola-bola dengan baik ke depan, dan membantu pertahanan menjadi penghalau serangan di tengah. Dua kali mengancam gawang lawan, sekali tendangannya ditahan kiper dan hampir menjangkau salah satu crossing De Ceglie.

Giovinco 6.5
Di penampilannya yang ke-100 bersama Juventus, Giovinco bermain baik masuk dari bangku cadangan. Selain assistnya, dia sempat 3 kali mengancam gawang lawan dengan tendangan-tendangan dari luar kotak, yang sayangnya semua mengarah tepat ke kiper lawan. Pantas mendapatkan gol.

FINO ALLA FINE FORZA JUVENTUS


View the original article here

Thursday, September 19, 2013

[Daily News 11/09/13] Hasil International Week Pemain Juventus

Signora1897 ers, Daily News hari ini berisi rangkuman hasil pertandingan pemain-pemain Juve di international week kemarin:

ITALIA: Gianluigi Buffon, Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Angelo Ogbonna, Andrea Pirlo

Italia 1-0 Bulgaria (Ita: 38' Gilardino) Bermain penuh: Buffon, Chiellini, PirloTidak bermain: Bonucci, OgbonnaItalia 2-1 Czech Rep. (Ita: 51' Chiellini, 54' Balotelli; Cze: 19' Kozak) Bermain penuh: Buffon, Bonucci, Chiellini, PirloBermain 12 menit: Ogbonna

Italy v Czech Republic - FIFA 2014 World Cup QualifierDengan hasil-hasil tersebut, Italia lolos ke Piala Dunia 2014 di Brazil dengan masih menyisakan dua pertandingan lagi (semuanya di Oktober) di grup B zona UEFA. Sang Superman menjadi dewa penyelamat saat menahan tiga peluang emas Bulgaria dan kemudian, saat melawan Ceko, Buffon menyamai rekor penampilan terbanyak bersama Italia milik Fabio Cannavaro, 136 kali, di Juventus Stadium saat Italia memastikan lolos langsung ke Brazil dengan mengalahkan Ceko 2-1. Tidak ketinggalan, ini adalah pertandingan Italia pertama di Juventus Stadium dan pencetak gol pertama Italia adalah pemain Juve sendiri, Chiellini.

Di musim kemarin, terlihat jelas Pirlo tidak bermain baik di paruh musim kedua saat baru saja melalui midweek game/pertandingan tengah minggu dan sering kehilangan bola di daerah berbahaya. Mengingat ini baru awal musim, mudah-mudahan penampilan penuhnya bersama Italia dalam dua pertandingan berturut-turut ini tidak terlalu berpengaruh saat kita bertandang ke Inter Milan Sabtu ini.

SWISS: Stephan Lichtsteiner

Swiss 4-4 Iceland (Swi: 15', 30' Lichtsteiner, 27' Schar, 54' (pen.) Dzemaili; Ice: 3', 68' 90+1' Gudmundsson, 56' Sigborsson)Norway 0-2 Swiss (Swi: 12', 51' Schar)

Lichtsteiner bermain penuh di dua pertandingan tersebut dan secara luar biasa mencetak dua gol saat Swiss ditahan imbang 4-4 oleh Iceland. Setelah dua pertandingan ini, Swiss kokoh di puncak grup E dan hanya memerlukan satu poin dari sisa dua pertandingan lagi untuk lolos langsung ke Brazil. Mereka akan bertandang ke Albania (11 Oktober) dan menjamu Slovenia (15 Oktober) dan sepertinya, kita akan melihat Lichtsteiner berlaga bersama Swiss di Brazil tahun depan.

Mengingat pentingnya Lichtsteiner bagi Juve, bisa dipastikan dia akan menjadi starter saat kita bertandang ke Inter Milan walau the Swiss Train baru saja menjalani dua laga internasional berturut-turut. Staminanya sudah pasti tidak akan prima selama 90 menit penuh jadi penulis menduga, Juve tidak akan bermain seganas saat mengalahkan Lazio 4-1 minggu lalu.

FRANCE: Paul Pogba

Georgia 0-0 FranceBelarus 2-4 France (Bel: 32' Filipenko, 58' Kalachev; Fra: 47' (pen.), 64' Ribery, 70' Nasri, 73' Pogba)

Tidak bermain melawan Georgia karena menjalani hukuman kartu merah di pertandingan sebelumnya, Pogba bermain penuh saat melawan Belarus dan ikut menyumbangkan satu gol. Dengan menyisakan satu pertandingan, France sudah dipastikan akan menduduki posisi pertama atau kedua namun melihat Spain memiliki satu pertandingan sisa lebih banyak dan unggul head-to-head dari France, hampir bisa dipastikan France hanya akan menduduki posisi kedua grup I zona UEFA dan harus melalui pertandingan playoff untuk bisa lolos ke Brazil.

Dengan hanya bermain satu pertandingan, bisa dipastikan Pogba akan berada dalam kondisi 100% saat kita menyambangi Inter Milan. Time for Pog-BOOM in San Siro?

MONTENEGRO: Mirko Vucinic

Poland 1-1 Montenegro (Pol: 16' Lewandowski; Mon: 11' Damjanovic)

Vucinic bermain sejak awal namun di menit ke-32, sang kapten yang mencoba menusuk masuk dikepung dua pemain dan bek Poland Jedrzejczyk melakukan sliding tackle dan Vucinic terjatuh, pemain tengah Polandia Krychowiak tidak sengaja menginjak paha Vucinic persis di atas lutut kirinya. Vucinic pun ditandu keluar lapangan. Untunglah, dia hanya menderita memar.

Grup H zona UEFA ini adalah grup terketat dan dengan masih menyisakan masing-masing dua pertandingan, Montenegro (15 poin), masih berpeluang untuk berangkat ke Brazil bersama England (16), Ukraine (15) atau Poland (13). Penentuannya ada di England-Montenegro dan Ukraine-Poland tanggal 11 Oktober nanti. Apabila mereka mampu menahan England dan Poland mengalahkan Ukraine, peluang Montenegro untuk menduduki peringkat 1-2 cukup besar mengingat di pertandingan terakhir mereka tinggal bertandang ke Moldova.

Dengan cedera memar ini, tidak dapat dipastikan apakah Vucinic akan bermain melawan Inter Milan. Pelatih Antonio Conte mungkin saja memaksakan Vucinic bermain sejak awal tetapi dia tidak akan berada dalam kondisi 100% dan mengingat Juve akan segera menjalani tujuh pertandingan dalam 23 hari, kemungkinan Vucinic hanya akan berada di bangku cadangan dan baru dimainkan apabila dia diperlukan.

GHANA: Kwadwo Asamoah

Ghana 2-1 Zambia (Gha: 17' Waris, 62' Asamoah; Zam: 72' Sinkala)Japan 3-1 Ghana (Jap: 50' Kagawa, 64' Endo, 72' Honda; Gha: 24' Acheampong)

Dengan kemenangan ini, Ghana menjadi juara grup D zona CAF dan akan menjalani babak playoff (home-and-away) dengan satu dari sembilan juara grup yang lain. Apabila menang, Ghana akan lolos ke Brazil. Asamoah menjadi penentu kemenangan Ghana atas Zambia saat dia mencetak gol kedua. Setelah itu, Ghana melakoni partai persahabatan dengan Jepang namun mereka berbaik hati (mungkin juga telah terjadi kesepakatan dengan Juve sebelumnya) untuk tidak membawa Asamoah ke Jepang sehingga selepas Ghana-Zambia, Asamoah langsung pulang ke Turin.

Dengan hanya bermain satu kali dan tidak berangkat ke Jepang untuk menjalani partai persahabatan, Asamoah seharusnya berada dalam kondisi prima saat kita bertandang ke kandang Inter Milan Sabtu ini.

CHILE: Mauricio Isla, Arturo Vidal

Chile 3-0 Venezuela (Chi: 11' Vargas, 30' M. Gonzalez, 85' Vidal)Spain 2-2 Chile (Spa: 37' Soldado, 90+2' J. Navas; Chi: 5', 44' Vargas)

Isla dan Vidal bermain penuh dalam kedua pertandingan ini dimana Isla bermain baik dan Vidal bahkan ikut menyumbangkan satu gol menjelang akhir pertandingan. Gol ini benar-benar menggambarkan seorang Vidal, dimana dia menciptakan peluang, melakukan passing, lari menusuk ke kotak penalti, dan menyelesaikan umpan balik dan mencetak gol. Luar biasa.

Zona CONMEBOL menyediakan empat tempat untuk lolos langsung ke Brazil dan baru Argentina yang memastikan diri lolos. Chile berada di peringkat ketiga dengan 24 poin dan sudah memastikan diri tidak akan terlempar dari lima besar, dimana peringkat kelima akan menjalani playoff dengan Jordan, peringkat kelima zona ACF. Tidak ada pertandingan yang mudah di zona CONMEBOL jadi Chile bisa saja memenangkan semua pertandingan sisa (Colombia-Chile, Chile-Ecuador) atau kalah dua-duanya. Yang manapun itu, sepertinya tidak menjadi masalah dan peluang Chile untuk berangkat ke Brazil tahun depan cukup besar.

Dengan bermain penuh di dua pertandingan ini, penulis memperkirakan Isla dan terutama Vidal tidak akan segarang saat mengalahkan Lazio, setidaknya tidak selama 90 menit penuh saat melawan Inter Milan di San Siro nanti.

URUGUAY: Martin Caceres

Peru 1-2 Uruguay (Per: 84' Farfan; Uru: 43' (pen.), 67' Suarez)Uruguay 2-0 Colombia

Caceres terpaksa ditarik keluar di menit ke-82 karena menerima tekel dari pemain Peru, yang sepanjang pertandingan bermain keras sehingga tidak mengikuti pertandingan selanjutnya melawan Colombia. Setelah dilakukan pemeriksaan, Caceres dipastikan menderita cedera (external) meniscus di lutut kanannya dan harus menjalani operasi artroskopik/arthroscopic surgery. Menurut Juventus.com, diperkirakan Caceres akan absen selama 40 hari. Get well soon, Martin!

Uruguay saat ini berada di posisi kelima dan masih harus menghadapi Argentina. Akan tetapi, apabila mereka mampu mengalahkan Ecuador saat bertandang nanti, maka mereka akan dapat memastikan diri untuk lolos langsung ke Brazil. Tidak mudah memang, mengingat selama ini mereka selalu menang di kandang dan hanya Argentina yang mampu menahan seri. Apabila gagal, mereka hanya perlu mencari satu poin untuk memastikan diri bertahan di posisi kelima dan melakukan pertandingan playoff dengan Jordan untuk merebut satu tiket ke Brazil.

***

Dari gosip yang beredar, kemungkinan Juve akan menurunkan: Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Pogba, Asamoah; Quagliarella, Tevez saat menghadapi Inter Milan Sabtu nanti. Barzagli sendiri sedang menjalani pemulihan cedera tendon ringan sejak minggu lalu jadi kemungkinan tetap dipasang menjadi starter. Apabila tidak, Ogbonna yang akan menggantikan tempatnya.

Dari starting line-up di atas, Buffon, Chiellini, Lichtsteiner, Vidal dan Pirlo adalah pemain-pemain yang bermain dua pertandingan penuh di international week kemarin dan sudah pasti akan mempengaruhi kebugaran mereka dalam bermain 90 menit penuh.

Inter Milan sendiri juga memiliki pemain-pemain internasional tetapi bisa dibilang hampir tidak terpengaruh oleh international week ini karena:

Bermain penuh: Samir Handanovic (Slovenia) dan Yuto Nagatomo (Japan, dua-duanya pertandingan persahabatan)Bermain satu pertandingan penuh: Hugo Campagnaro (Argentina), Fredy Guarin (Colombia)Bermain 88 menit: Saphir Taider (Algeria)Bermain 65 menit: Rodrigo Palacio (Argentina)Bermain 27 menit: Mateo Kovacic (Serbia)Bermain 03 menit: Ishak Belfodil (Algeria)Tidak bermain sama sekali: Ricky Alvarez (Argentina), Alfaro Pereira (Uruguay), Andrea Ranocchia (Italia)

Jadi bisa diperkirakan, dengan lima pemain inti Juve yang bermain penuh di dua pertandingan internasional, Juve tidak akan mencoba mengadu kebugaran dan akan menggunakan kelebihan kualitas, permainan tim dan seorang Carlos Tevez untuk menungguli Inter Milan.

______________________________________________________________________________________

“I didn’t choose Juve. Juve chose me.” @dwicarta is just an ordinary guy who happens to bleed black-and-white since Roby Baggio wreaked havoc in 1990 World Cup in Italy. When time permits, he’d like to spend it on hoops and one of his passions: writing. One day he stumbled into juventus.theoffside.com and now here he is: doing his passion on his passion.


View the original article here

Wednesday, April 10, 2013

Santa Cruz: Hasil Ini Membuat Kami Shock

Santa Cruz: Hasil Ini Membuat Kami Shock Roque Santa Cruz dalam pertandingan dini hari tadi. © www1.skysports.comBola.net - Striker Malaga, Roque Santa Cruz mengakui bahwa seluruh anggota timnya mengalami shock setelah kalah atas Borussia Dortmund dalam pertandingan dramatis dini hari tadi. Dengan hasil tersebut Malaga harus rela mengubur mimpi lolos ke semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya.

Sempat unggul 2-1 terlebih dahulu, Malaga dibungkam oleh dua gol anak asuh Juergen Klopp di masa injury time. Melalui Marco Reus yang kemudian disusul gol dari Felipe Santana.

Untuk gol yang dicetak Santana, dalam tayangan televisi terlihat bahwa pemain asal Brasil tersebut sudah berada dalam posisi offside. Namun perangkat pertandingan memiliki pandangan lain dan menganggap gol tersebut sah.

"Kami masih mencoba untuk menerima apa yang telah terjadi. Suasana di ruang ganti sangat terpukul," kata Santa Cruz.

"Ini adalah pertandingan yang kami lepaskan begitu saja. Pada akhirnya mereka memiliki banyak keberuntungan. Tidak hanya untuk mencetak gol tetapi karena situasi juga. Gol ketiga adalah offside. Mereka sungguh beruntung," Sesalnya. (sky/gag)


View the original article here