Garis pemisah antara kesuksesan dan kegagalan terbilang relatif di semua olahraga, bukan saja sepakbola. Dan gagasan bahwa anugerah dari Tuhan saja sudah cukup untuk meraih kesuksesan adalah hal bodoh. Rodrigo Messi pernah berkata tentang talenta adiknya, Leo. “Dia telah diberikan sebuah talenta luar biasa, tetapi jika itu diberikan kepada orang yang tidak memiliki kemauan, maka itu akan sia-sia.”
Pemain sepakbola juga tidak terlepas dari yang namanya keberuntungan. Banyak contoh pemain berbakat tapi karena tidak memiliki keberuntungan membuat mereka harus mengubur mimpi untuk meraih kesuksesan. Salah satunya apa yang dialami Victor Varquez. Victor bersama Messi, Fabregas dan Pique disebut-sebut adalah generasi emas La Masia -generasi 1987. Tapi keberuntungan keempat pemain tersebut berbeda. Ketika teman-temannya berhasil mewujudkan mimpinya bermain bersama Barcelona, Victor sekarang malah harus memperkuat klub Liga Belgia, Bruges.
Victor sebenarnya memiliki masa depan di klub Catalan tersebut. Guardiola beberapa kali sempat mempercayakan satu tempat di lini tengah untuk diisi Victor. Dia dan Messi sempat bermain bersama ketika mengalahkan Rubin Kazan di Liga Champions dan spesialnya, Victor mencetak gol pada laga itu. Tapi dua minggu berselang ketidakberuntungan itu datang. Cedera kaki yang dialaminya membuat dia harus absen selama 14 bulan dan sulit mencapai permainan terbaiknya lagi usai sembuh dari cedera.
Kesimpulannya, skill dan passion tidak ada apa-apanya jika kita tidak memiliki keberuntungan. Begitu pula keberuntungan tidak akan berarti jika kita tidak memiliki anugerah bakat dari Tuhan. Maka dari itu, jika Anda melihat pesepakbola yang sukses dengan karirnya, berarti mereka memiliki 3 aspek yang lengkap: bakat, passion dan keberuntungan.
Ada benarnya omongan Rodrigo, mengapa adiknya sangat sukses. Selain bakat luar biasa, begitu cinta dengan sepakbola, dan tentu saja, keberuntungan (baca: Blatter) yang tiada duanya.
No comments:
Post a Comment